Re-born (Oneshoot story)

"Habis gelap terbitlah terang. Berbahagialah kamu yang bersedih, karena selepas itu senyummu akan merekah lebih lebar dari biasanya."


Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Aku hanya butuh waktu. Waktu yang cukup untuk menyembuhkan luka dihatiku. Yes, I'm on recovery. Tidak mudah bukan kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidup kita. Kalau kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan saat itu pasti kamu bisa memakluminya. Aku bertrima kasih kepada waktu, kepada kalian semua dan tentunya kepada sang Ilahi Robbi. Yang Maha pemurah dan Maha Pengasih.

Ibarat seorang seniman, kini yang aku gunakan serba baru, bagai seorang seniman pemula yang baru saja mendapatkan kanvas yang baru, cat , palet , tidak lupa dengan kuasnya. Mencoba mencampurkan berbagai macam cat sehingga mampu menghasilkan perpaduan warna yang indah. Mengisi lembaran putih dengan tinta berwarna. Menuliskan syair kehidupan dengan goresan keceriaan.

Itulah aku, sorang gadis yang telah kehilangan sepasang sayapnya, malaikat penjaganya, superhero yang selalu ada untuknya. Setahun kemarin bukanlah waktu yang singkat untuk melupakan kekasih yang telah terlebih dahulu dijemput sang Maha pencipta. Tanpa pesan, tanpa pertanda apapun yang mengiringi kepergiannya. Hanya seulas senyuman yang menghiasi wajah tampannya di sore itu, sore kelabu untukku. 

"Jika kau bertanya apakah kami bertengkar hebat sebelumnya hingga ia tak berkonsentrasi saat menyetir? Ataukah ia terlalu lelah hingga Ia mengantuk? Bukan, bukan itu. Kondisi kami saat itu baik-baik saja, tanpa noda pertengkaran yang menciderai jalinan kasih sayang kami. Jika Tuhan sudah berkehendak, tidak ada satupun mahlukNya yang bisa menolak kuasanya. Mungkin memang sudah masanya, sang waktu tidak memberikan perpanjangan kisah hidupnya di dunia. ia kembali dengan tenang, mengahadap penciptaNya.

Aku selalu ingat pesanmu saat Papaku di panggil yang Maha Kuasa 3 tahun silam. "Jangan pernah menangisi apa yang sudah bukan milikmu lagi. Ikhlaskn semua yang telah di goreskan oleh takdir. Apapun yang terjadi kamu harus tetap tersenyum. Semakin kamu kuat maka derajatmu di sisi Tuhanmu semakin tinggi. Semakin kamu terlihat lemah, maka dunia akan mencemoohmu dan hanya meninggalkan blas kasihan untukmu. Apa kamu mau hidup hanya dari belas kasihan orang lain?" Sungguh apa yang kau katakan serta merta menjadi semangat baru untukku. Untukku menyongsong duniaku yang baru. Yak, semua terulang kembali. bagaikan rentetan film yang diputar secara berulang-ulang. bedanya satu. Kamu. Tiada lagi kamu di sisiku.

Sang waktu tidak pernah mempermainkanmu. Ia hanya memberikan waktu sejenak padamu untuk beristirahat, Untuk bangkit dan menata hati yang tengah berserakan. Secara perlahan membantumu mengembalikan apa yang seharusnya di tempatnya semula. 

Step by step. Bukankah aku selalu bilang itu kan pada kalian? Aku hanya butuh tahapan demi tahapan, fase demi fase, untukku menapaki hidupku yang baru. Kini lihatlah aku. Delia Virania telah kembali menjadi gadis yang ceria. gadis yang enerjik, yang supel dan di sayangi banyak orang. See, aku telah mencoba yang terbaik sebisaku.

"Deliaaaaaaaa, ah gue seneng banget lo udah kaya dulu lagi. I miss you so much del. I love youuu."

"Aiiih, eneng Delia teh meuni geulis pisan euuy, akang jadi cenat cenut ini neng."

"Welcome back my Delia!:) The world is full of happiness today cause one of the beautiful angel always spread her smile today."

"Dedeeel, ini lo? Ah gue takut kesaing sama lo."

Tarraaaa, banyak banget komentar-komentar yang bikin gue terharu, bikin gue merasa spesial sampe yang bikin gue rada enek dengernya saking lebaynya mereka, Tapi aku tau mereka melakukan itu semua semata-mata karena mereka sayang sama aku. Gue bakalan jadi orang paling bego sedunia kalo gue menutup mata hati dan telinga gue dari orang-orang yang sayang sama gue. Di dunia ini ga ada hal yang paling indah selain disayangi dan menyayangi . Semua orang dukung gue , semua sayang sama gue. Aih, betapa indahnya dunia.

Gue emang bukan public figure. tapi tanpa semua itupun gue tau kalo selalu ada tempat untuk berbagi, untuk berkeluh kesah, saling bertukar cerita. Itu aja cukup kok buat gue. Selama gue masih dibutuhin orang lain dan selama masih banyak yang dukung gue. Gue merasa kalo gue bener-bener hidup, karena gue ada untuk membantu mereka dan merekapun ada untuk membantu gue, Life is about being a social creature. We must have a good relationship with others. Ga lucu kan kalo lo cuma sendirian aja kemana-mana. Huh, dilihatnya kaya anak ilang banget ya,

At least gue kembali seperti bayi yang baru lahir. Memulai semuanya dari awal lagi . Menjadi seorang Delia yang baru. yang insya allah bakalan lebih baik lagi. Selalu ingat ya , apapun yang terjadi pada hidup kita pasti akan ada hikmahnya. ga peduli seberapa besar hal itu menyakitkan kita, pasti di balik itu semua bakalan ada suatu kenikmatan luar biasa yang menunggu kita. Buktinya gue jadi tau kan kalo banyak orang yang selalu ada kapanpun gue butuhin. Yeh, life must go on. don't crying about the past. save it as lesson for make us better in the future, Throw yiur biggest smile and show th world that you are back. Yeaay, Reborn to be a better one.

cheers Deliaa:):):)

ps : kalo masalah jodoh gue gatakut kok. kan kata raffi ahmad JOHAN. Johon di tangan Tuhan eaeaa.
hehehe maaf ya Ga ( re : Arga, the one who i loved foreva) bukan maksud aku buat lupa sama kamu.
kamu punya tempat tersendiri kok di hati aku. Tapi kalo aku punya pacar lagi boleh dong ya ganteng? :p

Dearest, Dellia :*({})

tamaaaat....
ehehehe maaf banget ini super super loncat kesana kemari hehehe. 

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top