karena ku sanggup (CERPEN)

sebelumnya maafin ya ini ga di edit lagi hehe capek && males. jadi kalo misalnya banyak typo maafin yaa!:)
entah kenapa gue lg kangen idola cilik nih, jd aja malam ini dihabiskan untuk menulis ini yg seperti anda lihat. enjoy it. happy reading:)

******


Karena ku sanggup (cerpen)

“You wanted me to leave and find my own happiness? Here I go.. ☺”


               Apa yang akan kau lakukan bila kau merasa hubunganmu dan kekasihmu sudah tidak sehat? Haruskah kau membuatnya tetap ada? Ataukah kau akan meninggalkannya?

Ketika yang kau rasa tak lagi sama. Saat kau sadari, jalinan cintamu tak seperti dulu. Hambar, bagaikan sayur tanpa garam. Memiliki, tapi hanya sekedar identitas. Saling bertemu, namun hanya sekedar intensitas belaka. Tanpa ada ‘rasa’ di dalamnya yang mampu menimbulkan gejolak yang bergelora di dada. 


Terlihat namun seperti tak terlihat. Saat pancaran di sinar matanya bukan untukmu lagi. Saat senyum manis yang terukir di wajah tampannya bukan seutuhnya kau miliki. Jenuhkah kau padaku? Tolong katakanalah, katakan kepadaku apa yang kau rasakan kini. Haruskah aku nyanyikan lagu milik malik & the essential sebagai stimulus untuk membuka kebungkamanmu?

***

             “Fy, bengong aja deh. Awas kesambet! Kenapa sih? Lagi pisah ranjang sama abang Rio?”

Apaan deh vi datang-dateng ngagetin aja. Haha tau deh, udah ah jangan sebut-sebut nama itu, empet gue dengernya?” ucapku seraya memasang ekspresi cemberutku. 

Yak, aku memang sedang ingin menghilangkan nama itu sejenak dari lingkup otakku. Ingin sejenak merefresh isi otakku dan menyisihkan nama itu ke sudut yang tak terjamah.

“Yaelah, segitu doang sensi amat neng, Udah deh udah mendingan kita omongin bahan mading buat minggu depan yuk. Lo tau sendiri kan minggu depan kelas kita kebagian jatah buat ikut meramaikan mading OSIS kesayangan kita.”

“Dramatisir amat lo pake kesayangan segala. Sip deh miss! Ntar pulang sekolah kita omongin aja ya di rumah gue. Jangan lupa ajak shilla sekalian kan tu bocah jago edit sana-sini.” Ucapku seraya menirukan gaya pak polisi yang sedang hormat saat mengucapkan kata “sip deh miss!”

“Ify, Ify emang kelebihan lo ya buat nutupin perasaan lo. Lo gamau dunia tahu kalo lo sedang berkabung. Lo cuma pengen dunia tahu kalo Ify Alyssa is fine. And always fine.” Batin Via sambil menatap Ify lirih. 

That’s What friend are for. Sahabat memang selalu tahu apa yang dirasakan oleh sahabatnya, Meskipun itu terselubung. Karena sahabat memang memiliki ikatan batin yang kuat, dimana saat sahabatnya sakit maka ia pun akan merasakan sakit. Mungkin itulah yang dimaksud dengan chemistry persahabatan.

“Thanks Vi, gue tahu kok kalo sebenernya lo tau gue lagi ada masalah. Tapi lo pura-pura gatau karena gamau mencampuri privasi gue. Maaf Vi bukannya gue gamau cerita tapi gue takut aja kalo ini cuma perasaan gue doang, makasih udah mau ngerti .” batin gadis itu dan pada akhirnya Ifypun terlarut dalam pikirannya sendiri. Pandangannya terfokus pada lapangan basket di depan kelasnya. Namun fikirannya melayang-layang ke perjalanan cintanya.

***
Bel pulang sekolah sudah berdentang sekitar 30 menit yang lalu. Tapi gadis manis beramut panjang itu tetap duduk manis di kursinya. Menatap lurus pada pintu kelas dan berusaha mncari sosok yang sedang ditunggunya. Tepatnya kekasihnya. Hari ini Ia dan kekasihnya memang berncana untuk pulang bersama. Tapi entah mengapa sang kekasih tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Yo, kamu kemana sih? Udah karatan nih aku tungguin. Telfon ga diangkat. Sms ga dibales. Dangdutan nih gue lama-lama.” Gerutu Ify sembari tetap menatap layar handphonenya, barangkali sang kekasih akan segera menghubunginya. Sekedar member penjelasan mengenai keterlambatannya.

5 menit, 10 menit, waktu berjalan dengan cepatnya tanpa menunggu siapapun yang ingin merengkuhnya. Menunggu memang pekerjaan yang sangat membosankan. Dimana yang dapat kita lakukan hanyalah berdiam diri atau sedikit-sedikit mengecek handphone kita dengan tujuan untuk mengusir kebosanan. Saya benci menunggu, mungkin sebagian orang memiliki persepsi yang sama akan hal ini.

Drrttt….drrttt…..Handphone mungil berwarna merah muda metalik itu akhirnya berbunyi juga. Sang pemilik dengan menghembuskan nafas berat membuka tombol pengunci layar ponsel tersebut, tak lama Iapun menekal tombol open pada pesan yang baru saja masuk ke handphonenya.

One message received

Sender : marioku :*
Sayang, maaf ya hari ini kita gajadi pulang bareng. Kamu taukan bentar lagi pertandingan. Aku sama timku harus banyak-banyak latihan jadi maaf kalo hari ini pulang sendiri. Pardon me, honey. Aku tau kok pacar aku kan selalu pengertian. Muacch:*

Semudah itukah mahkluk bernama Mario itu meminta maaf kepadaku? Setelah dengan suksesnya Ia membiarkanku dalam keadaan ketidakpastian dngan menunggunya di dalam kelasku sendirian selama 45 menit. Catat! SENDIRIAN! Kemanakah hati lelaki itu? Tidakkah Ia peka jika gadis yang dicintainya harus rela menderita karenanya. Jika ia masih mencintaiku tepatnya.

“Cemungudhh qaqa ipy!!!!” Pada akhirnya akulah yang menguatkan diriku sendiri.

Ini bukanlah sekali dua kali Ia membatalkan janjinya seenak jidat. Ia pikir Ia siapa bisa berbuat seenak dengkulnya. Asal ia tahu aku terpaksa membuat Via menunggu. Lupakah Ia jika tadi aku sudah mengiriminya pesan bahwa aku , Via dan Shilla akan membuat maddng. Apa kau sudah terlalu tua untuk mengingat hal se-sepele itu? Kasihan sekali pacarku, masih muda tapi pikunnya sudah akut. Oh maafkan aku, mungkin kalian heran kenapa aku menjelek-jelekkan kekasihku sndiri? Itu memang kebiasaanku. Mengucapkan apa yang ada dalam hatiku.

Drrt..drrtttt…drrtt…setelah vakum sekitar 45 menit akhirnya handphone ku kini berkicau dengan riangnya. Siapakah gerangan yang mengirimiku SMS? FYI, sms dari Rio tadi tidak kubalas loh. Biarkan saja dia menganggapku childish yang dengan mudahnya ngambek dan tidak mencoba untuk lbih dewasa. Biarkanlah. Aku hanya ingin menjadi diriku apa adanya , aku tidak mau menjadi seseorang yang lain hanya untuk membuatku terlihat sempurna. I just want to be myself!

2 message received….

Sender : Viapia
Ipyyyyyyyyyy, lo dimanah? Eyke udah di rumah lo nih udah ngemilin tales roll yang dikasih Mbak Darmi, be fast ciyyn.

Sender : Shilalalala :D
Pipyyy maaf gue masih di jalan nih tadi diajak makan es krim dulu sama si Cakdut. Tapi tenang aja py, strawberry choco cheesy cream udah gue bungkusin buat lo. Maaf ya cintaah ({}) lapyuu:*

“Apadeh shilla bikin geli aja nih, sms nya so sweet banget deh pake peluk peluk sama cium segala. Dasar ya ada aja yang bikin gue ketawa, di saat gue sedih gini apalagi. Thanks God I’ve them as my best.” 

To : Viapia
Maaaf gue masih di sekolah nih lagi cari taksi. Biasa si abang ada latihan. Terpaksa deh gue jadi anak terlantar. Doain aja ya cowok ganteng lewat terus nolongin bidadari yang lagi kesusahan ini

To : Shilalalala :D
Okeeh gue maafin cuyuungs. Anyway buat Via jangan lupa, entar dia mupeng lagi liat gue makan es krim. Salam juga buat si Cakdut, bilangin jangan makan mulu , urusin tuh perut udah kaya emak-emak hamil gitu. Huahahaha peace beybiih :p

Tak butuh waktu lama akupun selesai membalas SMS teman-temanku itu. Oke, sekarang waktunya nyari taksi. Ya Allah semoga taksinya cepet datang. Doa orang teraniaya bakalan dikabulin kan ya?

***

“Tersiksa adalah saat lo berdua tapi lo merasa selalu sendiri”. Tweet. 

Di sela-sela perjalananku menuju rumah aku menyempatkan diri mengupdate status twitterku. Dengan status yang sangat mengundang kontroversi ini aku yakin banyak followersku yang akan mengomentarinya. Tapi biarlah, aku tak perduli. Yang aku inginkan adalah objek sasaran yang aku tuju dapat mengetahui hal ini. Tak peduli apakah ia tahu sendiri atau diberi tahu temannya, yang pasti ia harus tahu. Karena tidak mau ambil pusing akupun segera me-log-out twitterku.

***


Alyssa’s house

“Ipyyyyyyyyyyyyyyyyy, akhirnya lo sampe rumah juga. Kemana aja sih lo? Jamuran nih gueee. Untung ada Mbak darmi yang ngasih full service ke gue. kalo engga udah gue acak-acak deh elo.” Baru juga aku masuk ke rumah tapi Via sudah memberondongku dengan berbagai pertanyaan. Dasar Miss Investigasi, nanya ini itu ga pake ambil napas ples pake titik koma.

“Nona Via yang cantik, udah berapa lama deh elo tinggal di Jekardah? Tau sendiri kan kalo jam-jam segini itu jamnya macet diaman-mana. Padahal tadi gue udah dapet taksinya cepet loh gapake lama, mana abangnya gaul lagi nyetelnya mistletoe nya Justin loh. Gila yah udah masih muda gaul gila lagi.” Cerocosku tak kalah panjang dengan Via. Wah tanda-tanda diprotes nih bentar lagi.

Haluuu yang tadi baru aja marahin gue gara-gara nyrocos kaya gerbong kereta? sekarang sendirinya juga gitu, malah lebih panjang lagi kaya jembatan Suramadu. Talk to my hand deh Py.” Sewot Via sambil menggembungkan pipinya ke atas, pertanda kalau Ia kesal kepadaku.

“Spada..spada miss universe datang nih, udah-udah jangan berantem napa , malu tuh sama tetangga di luar. Yang satu cemberut yang satu keringetan. Aduh temen gue ga ada yang bener nih. Poor you Ashilla cantik.”

“Rambut loo bau Asep Shillooong muahahahhaa.” Dengan kompaknya aku dan Via segera meneriakkan hal yang sama . Hahaha sekarang giliran Shilla yang bermanyun ria.

Itulah gunanya sahabat. Saat kau sedih ia lah yang menghiburmu. Dengan alaminya Ia mampu membuatmu sejenak melupakan masalah yang menimpamu. Saling bergenggam tangan dan berjanji untuk bersama-sama menaklukkan dunia. Berbahagialah kalian yang meiliki sahabta yang benar-benar sahabat. Not fake people who come to us only when she or he need our help.

“Guyys, mendingan sekarang kita mulai aja yuk keburu sore nih entar ga kelar-kelar.”  Aku pun mengambil alih pimpinan dan segera mengajak kedua sahabatku itu menuju ke kamarku yang terletak di lantai .

***

Alyssa’s room

Setelah mendapat posisi yang enk kamipun segera berembuk untuk mencari tema yang cocok yang akan kami suguhkan dalam mading OSIS versi kami.

“Gimana kalo kita ambil tema fashion aja?” Celetuk Shilla yang memecahkan kesunyian di antara kami

“Iya gue setuju deh sama idenya si Shillong, entar kita kasih tau ke readers gimana sepantasnya anak SMA itu berpakaian baik itu ke sekolah, hang-out ataupun ke pesta. Ya gak sih? Entar kita jadi model-modelnya gitu. Pake baju lo aja Fy sekalian aja deh kita selesain sekarang. Lebih cepet lebih baik? Yegak? Hidup JK” Cerocos Via yang harus aku akui kalau aku setuju dengannya yang brilliant itu.

“Oke mameen, gue setuju. Biar anak seumuran kita ga salah kostum kalo kmana-mana, udah gitu ga dandan heboh kaya tante-tante apa lagi menor ples dempul sana-sini kaya emak-emak. Yaiks banget kan ya?” tuturku sambil mengungkapkan pendapatku

”Sipdeh lah, semua udah setuju, yuk kita mulai bikin listnya terus pemotretan deh. Fy, lo siapin baju yang bakal kita pake, Via lo bikin konsepnya + narasiin style yang bakal kita pake entar terus nanti gue yang edit layoutnya biar makin kece. Kalo fotografer gue pinjem Mbok Darmi aja ya Fy, kan udah ahli tuh sering moto-ion elo yang narsisnya ga ketulungan.” Jelas Shilla panjang lebar yang lagaknya cocok sekali seperti bos yang memerintah bawahannya.

Dua jam sudah kami mengerjakan ini dan itu. Dan finally semuanya sudah selesai. Via dan Shilla pun segera berpamitan. Yap hari memang sudah menunjukkan pukul 6 petang. Seperti mentari yang harus kembali ke peraduannya. Kedua sahabatku pun kembali ke rumahnya masing-masing, menyambut malam sambil membagikan cerita tentang apa yang terjadi hari ini baik kepada bintang maupun rembulan.

***
Hari sudah berganti malam. Langit mala mini mendung, prsis sekali dengan suasana hatiku. Mungkinkah langit turut serta merasakan kesdihan yang aku rasakan?

Aku sudah mandi dan segar. Hari ini tidak ada PR jadi kuputuskan untuk bersantai di kasurku. Kuambil handphone yang beberapa jam lalu aku geletakkan di sisi kasurku. Kupasangkan headset ke kedua telingaku dan stay tune pada frekuensi kesayanganku. 98,7 GEN FM. Terdengar celoteh dari Kemal dan TJ yang mala mini kebetulan mendapat siaran pada malam hari. Spesial bukan? Biasanya mereka hanya bercuap-cuap di pagi hari tapi sekarang merambah ke malam hari. Adakah sesuatu yang tersembunyi?

“Haloo gen-ers dimanapun kalian berada, Disini gue Kemal dan rekan gue TJ bakalan nemenin lo lo pada selama se jam ke depan. Mala mini special banget . Kenapa? Karena kita bakalan muterin lagu yang “Ouch Gue Banget” yang pastinya bakalan bikin lo mersa kalau lagu ini memang sengaja tercipta buat mewakilkan perasaan lo saat ini. Okedeh check it out, lagu apa  nih yang bakalan kita puterin? TJ kasih tau dong”

“Yuhuu lagu pertama datang dari si cantik AgzMo, penasaran lagu apa yang bakal gue puterin? Let’s cjeck it out, special for you, you and you. Keep stay tune!”

Seiring dengan menghilangnya suara TJ, terdengarlah sayup-sayup intro dari lagu yang selalu hits milik Agnes Monika. Lagu yang begitu dalam dan sarat makna. Karena ku sanggup

Biarlah ku sentuhmu
Berikanku rasa itu
Pelukmu yang dulu
Pernah buatku

Ku tak bisa paksamu
‘tuk tinggal disisiku
Walau kau yang selalu sakiti
Aku dengan perbuatanmu
Namun sudah kau pergilah
Jangan kau sesali
o
m
Reff:
Karena ku sanggup walau ku tak mau
Berdiri sendiri tanpamu
Ku mau kau tak usah ragu
Tinggalkan aku
Huuu.. kalau memang harus begitu

Tak yakin ku kan mampu
Hapus rasa sakitku
Ku ‘kan selalu perjuangkan cinta kita
Namun apa salahku
Hingga ku tak layak dapatkan kesungguhanmu

Back to Reff: 

Tak perlu kau buatku mengerti
Tersenyumlah karena ku sanggup


Ku hayati lagu ini kata demi kata, baris demi baris dan bait demi bait. Entah mengapa aku merasa untaian syair lagu tersebut seakan menghakimiku. Seakan menyeruku untuk segera mengambil keputusan, untuk tidak menyerah kepada keadaan dan hanya berpangku tangan menunggu nasib baik menghampiriku. Seakan memberikanku kekuatan untuk segera bangkit, untuk tegar menjalani semua cobaan yang menerpa perjalanan cintaku, cintanya dan cinta kami. Menegaskanku bahwa aku tidak boleh menjadi seorang pcundang yang membiarkan dirinya terkalahkan oleh sang waktu. Dan pada akhirnya hanya bisa menangis dan meratapi nasib. Mebiarkan asupan semangat kepadaku untuk sanggup. Sanggup melupakan bayangnya dan mencoba menapaki jalan hidupku yang baru

Untuk apa mempertahankan sesuatu yang sudah berada di ujung jalan?

Yang dengan sekali hempasan akan hancur dan bercerai-berai

Yang akan menimbulkan tangis dan kesedihan bila memaksa untuk dipertahankan

Mungkin ini jalan takdirku. Jalan yang terbaik untukku. Ku baca ulang pesan yang dikirimkan oleh Debo, mantanku beberapa hari yang lalu. Sebuah bukti perhatian dari snag mantan kepada mantannya. Tunggu, bukan berarti aku masih menyimpan perasaan pada Debo. Tapi aku senang karena hubungan persahabatan kami tidaklah rusak walaupun kisah kami telah berakhir.

Sender : debo
Fy, lo sama Rio udah Putus? Kok udah beberapa kali Rio ke gape sama gue jalan bareng cewe. Makan, nonton, shopping bareng sampe ke toko buku. Awalnya gue nyangka itu sepupunya, tapi kok makin kesini mereka mesra banget ya? Kalian baik-baik aja kan Fy? Gue ga rela kalo Rio sampe nyakitin elo. Lo tau kan Fy gue dulu ikhlas ngelepasin elo karena gue tau Rio lebih baik dari gue. Tapi kalo liat faktanya sekarang, gue jadi ragu Fy…..

Ragu? Harus ku akui kepercayaanku kepadanya sudah berkurang sedikit demi sedikit. Sudah tak terhitung berapa banyak kebohongan yang Ia ciptakan dengan tujuan agar tidak mengecewanku. Itu hanya di matamu loh yo. Dia mataku seua sama. Sama-sama menyakitiku. Perlahan tapi pasti, kadar cintaku ke kamu juga semakin meluntur loh yo. Dimana, dimana, dimana? Aku merindukan kamu yang dulu.

Sejujurnya aku tak ingin menghentikan kisah kasih kita hanya sampai disini. Namun apalah daya. kekecewaanku kepadamu sudah mencapai titik maksimum. Pacar macam apa yang lupa akan hari jadinya yang ke 3. 3 tahun bukan 3 bulan. waktu yang cukup lama untuk menghafalkan momen-momen penting. catat. Jika ia masih menganggap hubungan kami penting.

***

Bila berpisah adalah jalan keluar yang terbaik, aku bisa menerimanya. Meskipun sulit, aku akan berusaha, aku harus sanggup melewati semua ini. Aku harus membuktikan kepada dunia bahwa Alyssa Saufika bukanlah wanita yang lemah. Yang dibutakan oleh cinta dan keinginan untuk memiliki. Bagiku tak penting jika memiliki raga seseorang tapi hati dan pikirannya melayang-layang kepada orang lain. Oke, aku harus mengambil sikap. Yak, aku harus berani mengambil segala konsekuensinya.

***

Minggu pagi yang cerah ini kuputuskan untuk segera mengakhiri kisah cintaku dengan Mario Stevano. Ku kenakan pakaian terbaikku dan memastikan di cermin bahwa aku sudah terlihat sempurna. Sambil komat-kamit di depan cermin, aku berjanji bahwa Mario Stevano akan menyesal karena telah menyia-nyiakanku.

To : Marioku:*
Jangan lupa nanti siang jam 11 aku tunggu di café biasa. Kamu harus datang ya. Ada sesuatu yang penting yang mau aku omongin. Don’t miss it. Kalo kamu ga datang kamu bakalan nyesel selama-lamanya.

Namanya di kontak hapeku memang masih sama seperti dulu. Tapi bukan berarti bahwa aku tidak mau melepaskannya loh. Ini hanya karena aku malas menggantinya.


***
Pukul 11 siang, Café coklat-strawberry

Seorang gadis di meja no 24 sudah duduk dengan manisnya. Dengan dress warna baby pink dan flat shoes dengan warna senada membuatnya makin terlihat cantik. Tak lupa sentuhan mahkota kecil yang ia sematkan di atas kepalanya membuat ia semakin terlihat seakan-akan putri dari negeri dongeng.

Tak lama kemudian lonceng berdentang, menandakan pintu yang abru saja dibuka oleh pengunjung yang baru saja sampai. Pemuda itu mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis pujaannya. Sosok gadis yang telah menemani asam manis bahkan pahit hidupnya selama 3 tahun belakangan ini. Sosok yang pertama kali ia kenal pada saat MOS dan pada akhirnya Ia jadikan ratu tertinggi di hatinya. 

Tapi itu cerita dulu, cerita tentang indahnya kisah kasih sang putri dan sang pangeran. Kini kisah percintaan itu telah retak karena ulah pangeran itu sendiri. Namun sayang beribu sayang, sang pangeran seakan terlupa akan kesalahannya dan tidak menyadari bahwa sang putri yang amat dicintainya sebentar lagi akan beranjak pergi. meninggalkannya. Dan terlebih akan memberikan pelajaran yang akan selalu terekam dalam hidupnya. Tentang sebuah penyesalan dan rasanya ditinggalkan oleh Ia yang sangat lelaki itu sayangi.

Maaf aku terlambat, tadi macet.” Pemuda itu pun seger duduk dan menarik bangku tepat di hadapan gadisnya.

“Alasan klise.” Batin sang gadis. Namun ia tidak mau membuang-buang waktu lebih lama lagi. Ia ingin segera membebaskan buncahan rasa sakit dan kecewa yang selama ini telah memenuhi rongga hatinya. Yang menyebabkan ia sulit bernafas. Membuat harinya menjadi suram dan penuh akan tangis kesedihan. Yang menobatkan dirinya menjadi ratu galau of the week.

Segelas capucinno float dan strawberry float menjadi pemanis diantara suasana yang kian mencekam. Tidak betah dengan suasana yang seperti ini. Sang gadis akhirnya mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan.

“Aku mau kita putus yo. Makasih buat 3 tahun yang penuh cinta ini. Semoga kamu selalu bahagia. Gausah khawatirin aku. Aku gapapa ko. Aku sanggup. Karena ku sanggup,” Sang gadis tak mampu menyembunyikan aliran yang kian menderas dari kedua sudut matanya. Ia berusaha menepis air matanya dengan kedua tangannya yang bebas. Sedangkan sang pemuda tak mampu berbuat apa-apa. Hanya diam dan mematung. Sepertinya shock dan butuh waktu lama untuk mencerna kenyataan pahit yang baru saja tercipta dihadapannya. Masih tak percaya jika sang gadis mampu melakukan hal yang tak terpikirkan olehnya.

*tamat* 

***
thanks for reading. your comment will make me know where i should make it better thanks
- iffahsari musyrifah☺

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top