-->
Menu

your blog banner

your blog banner

LDR- Chapter 2

/ / 0 Comments

CHAPTER 2 – Dia harus tahu.....

Love means tell everything that you feel to the one who loved. No secret. Truth & trust is the key for the longlasting relationship.



Author POV

            Malam sudah berganti pagi. Kini sang mentari sudah siap untuk menjalankan tugasnya merengkuh insan-insan ciptaan Tuhan dengan sentuhan hangatnya. Bayangnya menjalar melalui kisi-kisi jendela, menelusup ke dalam celah-celah kecil siap membangunkan insan-insan yang tengah terlelap, masih terlelap tepatnya.

                Udara Bogor pagi ini yang terasa seperti di Puncak turut serta melenakan gadis ini untuk tetap berbaring di singgasananya. Meringkuk di atas king size bed empuknya dilapisi bed cover kesayangannya yang bergambar princess kesukaannya. Nuansa pink yang mendominasi kamarnya, serta pernak-pernik yang menambah kesan girly memang sangat serasi dengan kepribadian pemilik kamar ini.


Rena. Nama milik gadis yang masih terlelap itu. Ia tetap setia pada posisinya. Memeluk guling kesayangannya. Semalam memang Ia tidur terlalu larut. Jadi apa boleh buat. Seusai sholat subuh ia memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Godaan kehangatan kasur yang membuai tak kuasa ia tolak. Apalagi dengan cuaca yang mendukung makin-makin membuatnya terlena.



                Jam dinding pink berbentuk strawberry, salah satu buah favoritnya, sudah menunjukkan waktu yang sudah bisa dibilang tidak pagi lagi. Dengan jarum panjang bertengger di angka enam dan jarum pendek yang hinggap dengan manisnya di angka delapan Wow, setengah sembilan. Sungguh angka yang fantastis untuk ukuran bangun anak gadis sepertinya.



                Menurut mitos sih, anak perawan pamali banget bangun jam segini. Jauh jodoh jauh rezeki katanya. 



                “Drrrrrrt....drrrttttttt......drrrrrrrttttt....drrrttttt....” getaran ponsel yang diiringi dengan lantunan senandung merdu milik si cantik katy pery, the one that got away  berhasil membangunkannya dari mimpi indahnya. Getaran yang tak kunjung henti itu sukses membuatnya menggeliat-liat kecil dan terjaga dari tidurnya.


                “Ah siapa sih yang sms pagi-pagi gini.”  Yap lagu itu memang sengaja Rena set sebagai tanda untuk sebuah panggilan pesan singkat


                Bukan hanya sekali dua kali, tapi getaran itu berlangsung berkali-kali. 


            Drrrrtttt...drrttt.....drrrt.......But in another life I would be your girl We'd keep all our promises  Be us against the world..... 


Iya iya Rena bangun, heran deh yah masih pagi nih woy , gue semalem tidur jam 1 tauk. Gatau? Ndeso!”  Keluh Rena sembari menggapai-gapai  ponselnya yang Ia letakkan secara asal.

Dengan  mata masih setengah terpejam akhirnya Rena berhasil meraih ponselnya yang ternyata ia letakkan di samping bantalnya. Dengan segera ia membuka  pesan singkat yang masuk ke ponselnya itu.



13 missed called & Three messages received....


 “Gilaak, gue kebo apa gimana ya? Marvin miss call 13 kali, astaga” Rena pun menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Eh engga deh, pantesan aja ga kedengeran kan emang sengaja gue pake-in geter doang buat telfon masuk mah. Ah, dasar rena pikun.” Rutuknya pada dirinya sendiri sembari berlanjut membaca pesan singkat dari kekasihnya itu


From : MyPrince!:)
 Good Morning Princess, How about your dream tonight?


From : MyPrince!:)
Hey, do you have sleeping beauty beib?


From : MyPrince!:)
Renaaaaaa my kebo! Please deh lo tidur boleh tapi jangan sampe kaya orang mati gitu. Ini gue udah miss call tiga belas kali lo belom bangun juga. Astaga, mimpi apa gue punya cewek kaya elo. Gamau tau jam 11 lo harus udah ada di MP. Gue mau ngomong, penting. See you soon, Honey! Muaccchhh :*



            “Astagaaaaaa...ini udah jam berapa? Setengah 11? Demi apaaa? Gue bisa telat! Rena, kemoon be fast,aaaaaaaaaaaaaaaaaa mamiiiiiiii Rena kesiangan.” 


            Dan dimulailah rutinitas ‘pagi’ gadis itu diiringi dengan tingkah lakunya yang super heboh bin menggemaskan itu. Kalo kata anak jaman sekarang sih, “rempong ih, ciiyn” hahahaha.



*****


“Sekarang atau engga sama sekali.”
-Marvin-


Marvin POV.


            Gue udah sms, misscall bahkan nyoba buat nelfon cewek gue, Rena. Tapi satupun nihil hasilnya. Gak ada hasil men. Pasti nih ya si Rena semalem begadang. Gentayangan di twitter, ym, fb, tumblr, blog sampe skype. Dan alhasil jadilah ke-bo kaya sekarang ini. Ya Tuhan, apa salah hambaaaa??????

            Daripada gue frustasi, geleng-geleng kepala mulu yang nantinya dibilang orang gila sama si bibi mending gue siap-siap deh sekarang. 



            “Oke Marvin, tunjukkan kegantengan lo.” Batin gue ke diri gue sambil mematut diri gue di kaca.


            Kaca bukan hak paten kaum hawa aja kan ya? Kaum adam juga boleh kan?


            “Oke Marvin, cukup monolog di depan kacanya. Time goes so fast! Hahaha” 


            Akhirnya setelah gue merasa penampilan gue udah oke, gue pun turun ke bawah, pamitan sama bokap nyokap dan cuuus melanglang buana ke Taken. Taman kencana, daerah pertemuan kami. Sengaja gue memilih Macaroni Panggang sebagai tempat untuk kami membicarakan hal yang, penting untukku ini, untuknya juga tentunya.



            “Okay, it’s time to showw off Marv!” gue pun menyemangati diri gue sendiri. Kalo dipikir-pikir sih udah kaya mau perang ini bawaannya. Padahal Cuma mau ngomongin sesuatu, something that’s really important for our relationship in the future.



            Drrrtt..drrrttt.......drrttt..... Since i found you my world seems so brand new....You've show me the love i never knewYour......presence is what my whole life through


One message received...
From : Renaaaaaaa’s
Oke beiby, seeyou soon take care dear, jangan ngebuttt!!!!:*



                “Rena..rena..ada-ada aja deh. Jadi gemes nih pengen nyubit pipinya” Komentar gue sambil mengulum senyum tanda seneng bercampur geli . Ini nih yang bikin gue makin jatuh cinta sama dia. Simpel tapi bermakna buat gue. Bukti kalo dia emang bener-bener perhatian dan sayang sama gue.
               
****




“is it any important thing? Tell me baby”
-Rena-


Rena POV

            Okay, i’m ready for meet you my prince.”  Alhamdulillah yah, simpel tapi cantik.

Hari ini aku berdandan seperti biasanya, tidak terlalu menor, sopan, namun masih memberikan kesan anggun. Dengan kaus sabrina berwarna baby pink, blue jeans dan crocs malindi dengan warna senada, tak lupa sling bag kesayanganku, akupun segera bersiap menuju lokasi.


Hari ini kuputuskan untuk berangkat ke MP diantar oleh Mang Ujang, supir keluargaku. Dengan kelihaiannya dalam menyetir, meliukkan mobil kesana-kemari, akhirnya tak sampai setengah jam aku sudah berada di tempat janjian kami.


“Mang Ujang, makasih udah anter Rena. Entar ga usah di jemput Mang, Rena di anter sama Marvin kok.” Kataku seraya tersenyum kepada Mang Ujang tanda terima kasihku

“Oke neng, sama-sama. Kalo gitu Mang Ujang pulang dulu ya neng.” Balas Mang Ujang seraya mengedipkan kedua matanya.

“Idiiiiih, Mang ujang apa banget deh. Kebanyakan nonton sinetron sih. Huuuuuh .” elakku sembari tersipu malu.

“Yaampun neng, si Mamang teh juga pernah muda. Jadinya tau atuh nu kaya kitu teh. Prikitiw, ceuk lagu teh nya, diriku di mabuk asmara ahahaha.” Tuhkan Mang Ujang malah makin jadi.

“Ah, udah deh Mang ujang pulang aja sana, hus hus hus. Yang ada lama-lama disini Rena bisa berubah jadi tomat.” Balasku kepada Mang Ujang seraya memasang tampang pura-pura kesal kepadanya.


“Ulah cemberut kitu atuh neng. Entar Den Marvinnya kabur. Ups, hahaha yaudah atuh nya Mang Ujang pergi dulu bisi digigit si eneng. Assalamualaikum. Setelah itu Mobil pun melaju dengan cepat dan hilang di tikungan.

“Ah mang Ujaaaaaaaaaaaang, was loh entar dirumah.” Pekikku kesal. 

Bagaimana tidak? Ibarat pertandingan sepak bola, gawangku kebobolan mamen. Skorku kini 1-0 melawan Mang Ujang.

“Calm down Ren, lo gamau dikira orang sinting kan.” Akupun segera menenangkan diriku. Iyasih gimana orang ga berfikiran negatif kalo melihat cewek yang teriak-teriak gajelas di tengah jalan.

Drrrttt...drrrrttt...drtttt..... But in another life I would be your girl We'd keep all our promises  Be us against the world..... 


Ponsel yang aku letakkan di saku jeansku bergetar.  “Pasti dari Marvin,” pikirku.

One message received...
 MyPrince!:)


 Tanpa membuka pesan singkat dari Marvin, aku segera menekan tomboll panggilan cepat milikku. Ku ketik angka 1. Nomor yang khusus aku sediakan untuk marvin, kekasihku.


“Halo, Marvin? Iya sabar yang. Aku udah di depan. In a minute dear. Oke? Bye. Seeyou soon.”

Klik. Dan sambungan pun terputus. Sengaja aku matikan sih. Save pulsa gitu deh ceritanya hehe abis aku udah di tempat parkirnya kok. Tinggal jalan bentar sampe deh. Wait me Marv!

*****
Kunci kebahagiaan suatu hubungan adalah kepercayaan. Tanpa percaya satu sama lain maka hubungan itu tidak akan bertahan lama. Apalagi jika bumbu-bumbu kecurigaan pada pasangan sudah merasuk di dalamnya.
If you love someone, try to believe him. w/ some condition and in a right way for sure:)

***


Author POV


                Alunan lagu cantik milik kahitna meramaikan suasana Makaroni Panggang di siang hari di tengah suasana yang tidak terlalu ramai namun tidak terlalu sepi ini. Menambah kesan romantis pada pasangan muda yang menghabiskan waktunya disini. Sekedar untuk makan siang ataupun hanya nongkrong-nongkrong sambil bercengkrama dengan pasangannya.


                “Lagu yang pas untuk orang yang pas.” Batin Marvin di dalam hatinya.


Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu

Cantik...
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu...
Ooo...

Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu...



                Seiring dengan berakhirnya lagu penuh cinta nan manis itu. Bertepatan dengan datangnya Rena ke meja Marvin. Dengan segera Rena segera menarik kursi kosong yang tersedia di depan Marvin.


                “halo dear, udah lama nunggunya? Maaf ya aku telat.” Sapa Rena sambil memasang tampang innocentnya.


                Bukannya menjawab sapaan Rena. Marvin malah memberikan jawaban lainnya. Pernyataan lebih tepatnya.


                “Lagunya cocok buat kamu. Cantik. Sama kayak kamu,” Kata Marvin seraya memberikan senyum termanisnya kepada Rena, gadis tercantik yang menempati tahta tertinggi di hatinya.

                “Oh My Gawd. Ya Tuhan, aku meltiiing aaaaaa.” Jerit Rena. Tentu saja di dalam hatinya.

                Cewek mana coba yang mampu menolak pesona Marvin. Dengan wajahnya yang memang bisa dan sangat bisa dikategorikan ganteng. Dengan lesung pipit yang menghiasi pipi putih mulusnya. Bibir tipis berwarna merah yang sangat kontras denga kulit putihnya, tentu saja tak perlu diragukan lagi bisa dengan mudahnya membuat para wanita di mabuk kepayang.


                “Ah apasih gombal nih kamunya.” Balas Rena sambil tersipu malu, tak perlu di ragukan lagi semburat kemerahan tanpa sungkan menghiasi pipinya kini.

                “Ciyeee, malu ya? Lucu banget sih kamu.” Karena tak tahan akan reaksi gadisnya. Marvin pun menjawil dagu milik gadisnya itu.

                “Marviiiin, sejak kapan marvin gue jadi genit. Jadi tukang gombal kayak gitu?” seru ku sambil pura-pura marah

                “Cailaaah, jangan marah dong cayangnya Marvin.” Marvin pun semakin menjadi-jadi. Sehabis mengedipkan kedua matanya. Ia pun segera mencubit kedua pipi gadisnya dengan gemas.

                “Beneran kok Ren, suer tekewer-kewer deh. Cuma kamu dear, maling terhebat yang sukses merebut hati aku.” 

                “Itu ngeledek apa muji? Balas Rena sambil memajukan bibirnya beberapa senti ke depan.

                “Jahat banget aku disamain sama maling.” Kekesalanya  semakin bertambah. Rena pun memutar kedua bola matanya.

                “yaudah. Kamu tuh kaya putri. Putri dari Kahyangan. Tapinya...”

                “Tapinya apa?” Rena pun tak sabar dan segera memotong perkataan Marvin

                “sini aku bisikin ke kamu.” Marvin pun segera mencondongkan badannya ke arah rena dan emmberi isyarat pada Rena untuk lebih mendekat padanya.

                “Tapinya nyasar ke bumi terus nyangkut di pohon mangga, eh kecebur di got. Buahahhahhha. “ Dan meledaklah tawa Marvin memenuhi sekeliling ruangan

                “Marviiiiiiiiiiiiiiiiiiiin, Rena pun segera memukul-mukul dad bidang milik Marvin yang memang sengaja mencondongkan badannya tadi. Sehingga jarak mereka pun berdekatan.

                “stoppp...stooop. aku udah ga sanggup ketawa nih Ren. Huahhahahha.”

                Tampaknya Marvin sangat puas menjahili kekasihnya itu. Iapun tertawa sampai sakit perut.

                “Udah jangan ngambek, mending sekarang kamu makan sama minum dulu abis itu baru kita ngomong. Oke cantik?” Marvin pun mengakhiri perseteruan tak disengajanya dengan Rena dengan mengajukan pilihan yang tepat.

                Selesai mengucapkan hal itu, marvin menumpukan kedua tangannya di atas meja dan Ia pun menggunakannya untuk menopang daguynya. Lurus. Tepat menatap di kedua belah manik mata milik Rena.

                “Marviiin. Stop look  at me like that,” protes Rena yang jengah di tatap Marvin seperti itu berlama-lama.

                “Why? Is it wrong? Udah makan yang bener. Gue cuma mau memandangi ciptaan tuhan yang indah ini kok. Apa salahnya sih mantengin kecantikan pacar sendiri. weeeek” Balas Marvin sembari menjulurkan lidahnya.

                “Kamu cantik...cantik..dari hatimu..” senandung Marvin pelan tapi terdengar jelas di telinga Rena.

                “Whaaaaaaaaaaaaaaatttts.... sejak kapan kamu suka cherrybell Marvin????? Astagaaa. “ keluh Rena sembari menepuk jidatnya.
****

 “Mamaaaaaa, Rena penasaran!!!!!”
-Rena-

Rena POV

Dag, dig, dug hatikuu..... Gak boong deh, jujur aja gue penasaran abnget nih. Kalo kata anak gaul  jaman sekarang sih KEPO. Emm.. apa ya yang kira-kira bakalan di omongin sama Marvin?               

                “Jangan jangan..... Marvin mau minta putus lagi? Ah enggaak, gamauuu. Ya Allah plis Rena gamau putus dari Marvin. Rena ga selingkuh kok, Rena sayang bangeeeeeeeeeet sama Marvin.” Racauku dalam hati
.

                Oke, daripada pikiran gue semakin ngawur, ngaco, ga jelas, ga ada juntrungannya lebih baik gue mengamalkan salah satu ilmu wajib waktu gue SD dulu. Malu bertanya sesat di jalan.” Yihaaaa semangat qaqa Renaaaa.” Semangatku pada diriku sendiri.



                “Emm, Vin, sebenernya maksud lo ngajak gue kesini mau ngomong apasih? Penting banget ya sampe harus dadakan gitu??” cecarku pada Marvin.


                Maafkan aku saudara-saudara. Beginilah gaya pacaran kami, kadangkala aku menggunakan aku-kamu tapi kadang juga gue-elo kami pilih untuk sekedar bercakap-cakap. Everything is fine. Take it easy. Bagiku dan Marvin itu hanya hal sepele kok.

Keheningan yang sempat mencekam kami beberapa saat yang hanya di temani oleh lagu lebih indah milik Adera akhirnya berhasil dipecahkan sudah.

Bukannya menjawab pertanyaanku, Marvin justru menatapku lekat-lekat. Setelah itu Ia menghembuskan nafas yang menurutku cukup, berat.

“Vin? Anwser me...” pintaku seraya menatap kedua bola matanya.

“Please. Gimana gue mau tau kalo elonya aja ga ngasih tau. Tell me baby.” Ku genggam kedua tangannya sebagai tanda untuk memberikan sedikit kekuatan padanya.

Tapi Ia tetap terdiam. 

Perlahan tangan milik Marvin menggenggam tanganku. Hangat. Meski terasa berbeda dari biasanya.

“Kamu tau kan kalo aku sayang banget sama kamu? Cinta sebenar-benarnya cinta?” tanya Marvin lirih sembari menatap lekat ke arahku.

Hey, tunggu. Marvin pakai aku kamu. Apakah ada sesuatu yang serius yang menimpa pada dirinya? God, ku mohon jangan berita buruk. Amin.

“Of course baby. I love you and you love me.” Balasku dengan penuh keyakinan

“Loe percaya kan kalo di hati gue Cuma ada elo. Kalo gue serius sama lo. Dimana elo berada, sejauh apapun jarak memisahkan kita. Absolut. Mutlak. Udah ketetapan dan  semoga akan terjaga selamanya. Cuma elo Ren. The one and the only one, ”

Marvin udah gue elo nih. Alhamdulillah yah. Thanks God, kayanya dia udah baikan nih.

Kalo bisa digambarkan . perasaanku kini layaknya suporter dashyat yang sedang berjoget lalalayeyey. Lega dan senag. Efeknya jadi pengen joget-joget deh. Krik. Kemudian hening.

“Yap, aku tau itu kok.” Balasku dengan memamerkan senyum lebarku, senyum termanisku tentunya. Singkat. Tapi dari nada bicaraku sudah tersimpan kepercayaanku pada Marvinku seorang.

“Jadi, yang mau gue omongin ke lo sekarang ini ada dua ren. Bad news sama good news.” Balasnya mantap

“bad..bad news? Mataku tebelalak lebar. Tuhan. Ada apa lagi ini? Baru saja aku lega. Tapi sekarang?

“Please, gue mohon lo dengerin dulu sampe selesai ya Ren.” Pinta Marvin padaku.

Namun tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Rasanya lidahku kelu. Padahal, maksud dan tujuan dari Marvin pun aku belum tahu apa itu.

“Ren, can I continue it?” tanya Marvin sembari meremas jemariku. Menguatkan genggaman tangannya padaku.

“Gue tau elo kuat dear.” Lanjutnya singkat.

“hem..oke, gue dengerin” akhirnya hanya itulah yang sanggup keluar dari bibirku. Tak usah kau tanyakan lagi. Lemas. Tinggal menunggu saja apa selanjutnya yang akan diungkapkan olehnya.

“jadi, sebenernya yang mau gue omongin ke elo adalah........emm...ituu...emm tentang...........................................................................................................................

CUT!

-to be continued-

YAAAK! FINALY CHAP2 POSTED. NARI HULA-HULA\M/ huahahhaha
Maaf banget looh ini sist, jeng, tetehnya, mbaknya gue potong dulu adegan mendebarkannya :p
Sengaja sih sebenernya syalallala *ditimpukpembaca*
Sebelumnya makasih banget buat semua yang bersedia membaca , me-like, apalagi kalo mau mengomentari sesuatu yang saya tuliskan ini.
Sorry banget dipostnya super duper ngaret, ehhe maaf guenya UAS. Janji deh chap selanjutnya gabakal lama. Oke baby baby?:)
Monggo dikomen, kasih tahu dong yah mana yang kurang. Biar bisa memperbaiki kedepannya. Anyway ini kaya sinetron gak sih?

Muchlove- iffahsari musyrifah:*

cinta untuk mama - a song for today

/ / 0 Comments
cinta untuk mama - a song for today
karena abang yg satu ini sayang banget sama mamahnya dan sangat teramat so sweet maka u/ lagu special buat org yg spesial gue pilih kaka vidi ganteng aja yg nyanyiin heheh maaf ya kenny. tapi tetep kok gue tau lagu ini awal mulanya dari lo:)--V

anyway tadi ada abang vidi ganteng di bukan 4 mata. aih aih mani kasep pisan, semakin kepincut lah pokoknya. udah so sweetnya gila2an sama mamanya. aaa kapidi aku padamuu dah ({})

enjoy it guys.
sederhana tapi menyentuh.
barisan kata terdalam untuk orang yang sangat berharga
dari sang buah hati untuk ibunda tersayang

"lagu untuk mama"

yak tadinya mau langsung off tapi tapi kurang afdol kalo ga ada lagunya jd yaudah deh sebenernya mau satu lagi, lagunya om opick yg satu rindu. itu lagunya dalemnya pake banget. juara numero uno buat bikin mewek. oke. remember me. next gue bakalan buat postingan tentang lagu itu

once again. guten nacth. love you all:)

iffahsari musyrifah, time to go to bed and change to be sleeping beauty. see ya soon

SELAMAT HARI IBU :* \m/

/ / 0 Comments
SELAMAT HARI IBU :* \m/
haloo semuanya lama nih ga bercuap-cuap. oke, hari ini gue balik lagi dgn edisi special:):):)
yak pasti pada tau kan hari ini hari apa? yaps super duper rite. hari ibu!:)
anyway ini bukan mother's day guys jd please speak in indonesia hihih ini hari ibu, hari ibu nasional, hari ibu yg didedikasikan buat para ibu2 seluruh indonesia:'D

sekali lagi selamat hari ibu, selamat paling spesial buat ibuku tercinta LOVE U SO MOM! juga u/ kalian para calon2 ibu masa depan({})

cake. rose. and cola. an ordinary thing for a super one. IBU:)





there many words i would say, but in fact it stay inside. unsaid.
but for u know. i love u mom. even though sometimes u're annoying especially when u get angry mom --V
but i don't know the power behind you. mihihi after it we're back again like nothing happen ;") aww

nahloh knp ini gue jd ceramah ya, hehehe maaf yaaaa

hari ini banyak bgt anak2 se-indonesia khususon remaja2 tanggung nan labil ngucapin ucapan selamat hari ibu buat mamanya lewat social media. ga di twitte ga di FB, dimana-mana deh:)
setelaha di kasak-kusuk, enggak deh dilihat-lihat rata2 pada agak sungkan ngucapin via live sama mamanya entah malu entah mengapa jadi lbh bebas di share di socmed yg mereka punya.

sedikit miris sih . tapi mau diapain rata2 emang kebanyakan ya kaya gitu. tp gue tetp salut kok sama mereka walaupun rasa malu begitu mengendap tpmereka mengekspos besar2an di socialmedia yg mereka punya, dari mulai ngeRT tweet2 org sampe update status bikinan mereka sendiri.

dari sekian banyak yg gentayangan di TL gue nemuin acc yg ngeRTin twitnya kakfe, ka calista fedora dan wow gue emang setuju bgt sama tweet2nya. as usual tweetnya emg pas bgt to the jleblah, two thumbs buat kakak

gue paling suka tweet yg intinya kaya gini: "gue bukan org yg suka mengekspresikan rasa cinta gue ke nyokap pake kata2 romantis nan unyuk. but beside of that things i love my mom. i love her with my way:*"

yayaya gue gue gue juga kaya gitu sih rasanya kaya sesuatu yg menahan gue, gue gabisa show off apa yg gue mau ungkapin ke nyokap , maksudnya di bidang mengekspresikan rasa sayang gue ke nyokap hehe mending lewat ucapan atau sesuatu , something kaya kue ataupun benda gitu, hihi rada gimana gitu kalo langsung cium2 pipi kanan kiri, jadilah nyokap yg nyuruh baru deh gue ngelakuinnya. hehe but i still love you mom. w/ different way. w/ my own way:*

terus terus ga sengaja gue juga liat twitnya si barbie pangiilan gue buat @nindhiyaa yg intinya "15 tahun kedepan gue mau jd ibu2 yg gahuls soalnya entar anak2 gue bakalan update di socmed meteka, jadinya gue tau deh"

nah. yg ini juga, seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yg makin2 canggih kaya gini, yg kalo lo ikutin terus gabakal ada abisnya dan yg ada lo bakalan gilak.

remaja remaji sekalian autismenya udh tingkat dewata sama yg namanya hape bebe laptop ipad, in other words ketagihan sama internet, dikit2 update , ada apapun update, yah semacam diary berjalan lah ya.
makanya ibu2 sekalian harus punya juga jadinya kan bisa tau what u kid write on her/his socmed

nah mari menjadi ibu2 gaul teman2ku sekalian yg cantik2:*

the last, happy ur day mom!
i didn't want to promise anything. i'm scared to break it again & again. love u much mommyyy


ikan malam ade bobo hahaha udahan deh cukup sekian dari ane
selamat tanggal 23 dan selamat dini hari

#muchlove- iffahsari musyrifah

LDR - chapter 1 :) (finally it become longshoot)

/ / 2 Comments

CHAPTER 1
“No. It’s not the end. It’s the beginning..beginning of something new.”

                Banyak orang bilang padaku, masa SMA adalah masa-masa yang tak akan terlupa.  Tepat. Kini aku merasakannya. Berjuta kisah-kasih, canda, tawa, suka, duka terkemas di dalamnya. Berbagai konflik dan dilema turut berpadu menjadi satu. Atas nama persahabatan, cinta maupun solidaritas semata. Putih abu-abu. Satu masa berjuta cerita takkan terlupa.

 Lepas dari masa putih abu-abu bukan berarti akhir dari segalanya. Justru ini adalah sebuah permulaan. Awal dari dunia yang sebenarnya. 

Ini hanyalah sebuah kisah. Kisah tentang empat orang remaja yang sedang dalam perjalanannya mengungkap jati diri yang sebenarnya. Lengkap dengan rentetan peristiwa yang mengiringi mereka menuju gerbang kedewasaan. Meskipun yah, memang, mungkin cinta dan prahara lebih dominan mendominasi kata demi kata yang akan terungkap.

Akankah senyum ini selalu tercipta?

Akankah selalu manis yang disuguhkan di akhir cerita?

Tak ada yang tahu kemana sang takdir akan bermuara. Kita sebagai manusia hanya bisa melalui detik demi detik perjalanan kita di dunia sesuai dengan skenario sang Maha Kuasa.

******

“Hore....aku lulus! Thank’s for everything High School!”
-Renata-

            Ku langkahkan kakiku dengan penuh percaya diri. Melenggang bebas memasuki halaman sekolahku. Calon mantan sekolahku tepatnya. Yak, tidak sia-sia perjuanganku selama ini. Jungkir balik les sana-sini. Belajar dari buku ujian. Hingga pemantapan yang ku dapat di sekolah. 

Akhirnya penantianku terjawab sudah. Setelah semalam kurang lebih hingga pukul sebelas malam aku begadang demi melihat namaku yang muncul di daftar siswa-siswi yang lulus di web sekolahku. Alhamdulillah aku lulus dengan nilai memuaskan. Angka sembilan sudah kukantongi dengan aman. Senyum kebanggaanku pun tidak henti-henti aku persembahkankan. Seolah ingin membuat dunia ikut merasakan euforia kesenangan yang kini memenuhi rongga dadaku. 

            “Hey, selamat Ren. Ga cowok ga ceweknya sama-sama jadi peringkat satu sama dua ujian nasional. Envy berat nih sist.” Aku sedikit terkejut dengan ucapan Kanti. Siswi kelas sebelah. Tapi aku senang karena iya berjiwa besar dengan menjabat tanganku tanda ucapan selamat.

            “Ah...gue ga sabar nih ketemu yang lain.  Marvin, Mila, Dion where are you?” pekikku dalam hati sembari mataku tetap awas mengamati sekumpulan siswa-siswi yang tampak sengaja berkumpul di tengah lapangan basket.

            Hari ini. 5 juli 2011, seluruh siswa kelas dua belas memang sengaja berkumpul di lapangan sekolah. Merayakan kelulusan kami dengan berbagi tanda tangan tak lupa dengan aksi corat-coret seragam yang memang sudah kami rencanakan sebelumnya. Sedikit nakal memang. Tapi tak apalah, demi kenang-kenangan sekali seumur hidup.

*****

            Renaaaa....sini-sini cepet, kemana aja sih lo? Udah nyaris jam 9 loh. Tadinya 10 menit lagi lo ga dateng kita terpaksa mau ninggalin lo.”

            Itu suara si cempreng Mila. Ups, maafkan aku Mil. Hihihi. Setengah berlari aku menuju ke tempat Mila berada. Tak hanya Mila disana sudah stand by Dion dan Marvin kekasihku.

            Halo guyyys, maaf telat. Sorry sorry biasa tadi gue kesiangan.”
 
            Santai banget lo ngomong, pake nyengir segala lagi. Gatau apa kita bertiga udah lumutan.” Mila dengan gayanya yang ceplas-ceplos memarahiku sembari memutar kedua bola matanya.

            Sistaaa selamat yaaa. Peyuk sini peyuuk.” Setelah marah-marah bak emak-emak Mila pun menubrukku dana khirnya kamipun berpelukan. Berpelukan erat layaknya dipsy dan poo di serial teletubbies kesayanganku sewaktu di sekolah dasar.

            “Makasih mimiil. Lo juga ya. Nilai lo ga kalah bagus kok.” Jawabku sambil menggamit bahu Mila. Nilaiku dengan Mila memang hanya berjarak dua poin saja.

            “Iye,iye seneng sih seneng tapi gaberarti lo harus jadi jam karet gini dong ren. Karatan tau gak sih lo.” Mila pun menggembungkan pipinya tanda bahwa ia memang benar-benar kesal kepadaku.

            “Cut, cut. Acting lo ditolak. Hahaha. Ah elo ga cocok banget Mil marah-marah gitu. Yang ada gue bakalan ngakak setan nih liat ekspresi lo. Anyway yang lain mana? Tadi gue liat lo bertiga. Kenapa sekarang sendirian?” 

            “Tuh, mereka lagi ambil motor. Buruan yuk, entar kita telat lagi. Konvoinya bentar lagi mulai.” Mila pun menggandeng tanganku dan kami pun segera menuju parkiran. Menghampiri pujaan hati kami masing-masing.

****
            “Are you ready girls?” Teriak Marvin sembari mengencangkan cengkramannya pada gas satria kesayangannya.

            “Of course Hon.” Balas Rena tak kalah semangatnya dengan sang kekasih

            “Oke, kita cabut sekarang. C-mon guys!” Dion sebagai pimpinan konvoi kali ini segara menancapkan gasnya. Membelah hiruk pikuk keramaian kota yang nyaris tidak pernah mati ini. Kota yang penuh sesak dengan berbagai aktivitas penduduknya.

            “Yey, kita luluuuuuus.” Pekikan terakhir datang dari Mila sebelum mereka meninggalkan kompleks sekolah kebanggaan mereka turut serta menjadi pendahuluan sebelum doa-doa selamat mereka lantunkan demi keamanan dan keselamatan akan perjalanan mereka kali ini,.


            Terik matahari yang membara siang ini tak menghalangi hiruk pikuk kendaraan bermotor yang saling berkejaran sambil meneriakkan teriakan kelulusan mereka. 

“Buk, Pak, kami lulus!”

“Om, tante thankyou doanya. Kita lulusss”

“Enyak, Babeh...aye jadi kuliah”

“yes gue lulus, ayo kita kawin neng!”

            Begitulah beberapa potongan teriakan demi teriakan yang terdengar di penjuru kota Bogor. Terkesan asal namun memang menggelitik untuk di dengar. Rute yang mereka lewati dimulai dari sekolah menengah atas kebanggan mereka-GOR-air mancur-istana bogor-sempur-taman kencana hingga kembali ke sekolah mereka tercinta. Konvoi yang dilaksanakan dengan ramai tertib ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Sungguh kenangan masa putih abu memang takkan terlupa.

            Arak-arakan kendaraan bermotor itu telah selesai setengah jam yang lalu. Namun tidak dengan keempat muda-mudi ini. Mereka memutuskan untuk tinggal beberapa saat di taman belakang yang tersembunyi di balik sekolah. Hembusan angin sepoi-sepoi menemani dua pasang kekasih ini. Selama beberapa saat hanya nyanyian pohon yang bergerak ditiup angin yang terdengar. Selebihnya hanya diam yang menemani mereka.

            “Guys, pokoknya kita harus tetep sama-sama ya. Sahabat tetep sahabat. Gue gamau kehilangan kalian. Kalian udah gue anggap keluarga gue sendiri.” Dion memulai pembicaraan di antara kami.

            “Pasti brother. Kita untuk selamanya. Jauh di mata dekat di hati bahasa mellownya mah.” Timpal Marvin di sertai dengan candaan khasnya

            “Betewe, kalian berencana nerusin kemana nih? Jujur aja gue masih bingung loh. Masih HHC juga nih nungguin snmptn undangan keluar.”

            “Yaampun Renaku sayang, selama hasilnya belum keluar yah nasib kita masih menggantung gini. Gue sih nikmatin dulu aja masa-masa kita free kaya gini. Let it flow beyb. Kapan lagi coba nganggur berbulan-bulan, iya ga?”
                                             
            “Mimiiiil, lah kamu sama Rena sih enak nah aku masih kalang kabut nih kesana kemari mencari alamat jeng-jeng. Maksud aku nyari univ yang pas. Tau sendiri kan nasib aku masih mengambang”. Celoteh Dion panjang lebar sambil memikirkan nasibnya kelak.

            “Udah-udah. Kita berdoa aja semoga apapun hasilnya itu yang terbaik buat kita. Dimanapun kita, yang penting kita ngejalaninnya dengan ikhlas dan penuh senyuman. Ga ada yang namanya lo lo pada merasa terpaksa. Kalo elo yon itu kan salah lo siapa suruh klemaren-kemaren malah ngurusin kejuaraan basket. Calm bro, lo udah ada tempat yang udah di sediain sama Yang Di Atas”

            Seperti biasa, Marvin tukang lawak nan bijaksana itu mampu membuat benang kusut dari obrolan mereka yang berkepanjangan itu menjadi sebuah titik akhir yang jelas. Itulah hidup. Harus balance. Ada kalanya kita bisa menjadi pribadi yang serius, namun ada kalanya menjadi pencair suasana memang pilihan yang tepat.

            “Hidup Marvin, Marvin udah dewasa. Aih, gue terharu. Ren, yayang lo udah gede.”

            “Dion...awas lo kena sama gue.” 

Pada akhirnya terjadilah kejar-kejaran khas anak TK antara Dion dan Marvin. Saling berlarian lepas layaknya bocah taman kanak-kanak yang sedang memperebutkan mainannya. Sementara di bangku taman di bawah pohon rindang , Rena dan Mila menyaksikan kelakuan kekasih mareka dengan gelak tawa yang tak berkesudahan.

            Candaan Dion yang usil nan norak akhirnya menjadi penutup kisah mereka sore ini. Seiring lembayung senja yang menandakan hari semakin sore, mengisyaratkan bahwa sang mentari harus kembali ke peraduannya, membuat gelak tawa yang mereka suguhkan hari ini harus diakhiri sejenak. Setidaknya cukup untuk hari ini.

****

“Gue harus ngomong. Harus!.”
-Marvin-

            “I love today.” Dengan satu gerakan cepat Marvin menghempaskan tubuh tinggi tegapnya di atas kasur kesayangannya. Bibir merahnya tak henti-henti melengkungkan senyumnya tanda betapa bahagianya ia hari ini. 

Dengan predikat sebagai peringkat pertama ujian nasional satu sekolah, menghabiskan waktu dengan kekasih dan sahabat tercinta, serta konvoi keliling kota turut menjadi faktor utama pemuda berwajah tampan ini tak henti-hentinya melengkungkan senyumnya.

Hari  ini gue ngerasa bebas, capek, tapi seru. Gue ngerasa seneng banget-banget sekaligus sedih yang mendalam. Manusia memang aneh kan? Bisa merasakan dua rasa yang bertolak belakang dalam waktu yang bersamaan. Jujur aja gue belum siap melepas masa SMA gue. Belum siap melepas semuanya. Terlebih pisah sama peri kecil gue.

            Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Gue ga munafik, gue tau kok waktu itu bakalan dateng. Tapi kenapa secepat ini Tuhan? Rasanya baru kemaren gue di MOS, jadi anak baru, baru ngerasain jadi putih abu-abuers. Ga kerasa sekarang gue udah lulus aja. Huh, waktu emang ga pernah menunggu. Terus berjalan tanpa sedikitpun mengizinkan manusia untuk beristiraharat sejenak.

            “You can Vin! Gimanapun caranya lo harus bisa ngomong sama Rena. Mending sakit di awal darpada sakit akhirnya. Oke, mending sekarang gue tidur deh.” Tak bitih waktu lama untuk Marvin memjamkan matanya.

            Langit malam turut serta menemani sang pemuda. Mengantarkannya untuk sejenak memejamkan mata. Beristirahat sejenak sebelum menghadapi esok yang tentu saja lebih menantangnya. Membuai sang pemuda dengan udara sejuk yang semakin membuatnya nyaman dan makin terlelap.


****

Cuplikan next part :

Ini bukan tentang sebuah pengkhianatan
Bukan pula tentang sebuah rasa yang tengah memudar
Ini tentang sebuah mimpi, harapan dan cita-cita

Maukah engkau berkorban demi orang yang kau cintai?

****

Yang ku mau hanya dirimu. Tapi tak begini keadaannya.
Yang ku mau selalu denganmu.....

Tarraaa, finish for today. Segini dulu part 1 nya. Maaf kalo ada yg typo. Monggo-monggo di tunggu komen dan sarannya:)
#muchlove iffahsari musyrifah <3

anyway HHC = Harap- harap cemas :D
Powered by Blogger.