Review Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLDA)

Apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam?  
Pertanyaan di atas merupakan inti yang ingin disampaikan oleh film ini dan akan terjawab di akhir film besutan maxima pictures.  Pertanyaan yang merangkum konflik utama dalam film Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLDA) yang berhasil membuat penonton menebak-nebak ending dari film ini. Menarik, banyak memberikan hikmah, menginspirasi, dan sangat direkomendasikan untuk ditonton.

All cast dan penulis BTDLA
Bulan Terbelah di Langit Amerika merupakan film yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais dan Rangga. Terinspirasi dari tragedi WTC 9 September 2001, melalui kisah ini Hanum memiliki misi untuk membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kebaikan dan perdamaian. Bukan teroris, seperti yang selama ini kerap dilabeli pada umat Islam pasca kejadian tersebut.

Adegan film ini diawali dengan perayaan ulang tahun seorang gadis bernama Sarah, sehari sebelum tragedi WTC, yang ternyata merupakan hari terakhir ia bertemu ayahnya. Di hari ulang tahunnya, ayah Sarah, Abe, Ibrahim Hussein memberikan Al-Qur'an sebagai hadiah terindah kepada Sarah sebagai pedomannya dalam menjalani kehidupan.

Wefie dengan Lucky Hakim sebelum film dimulai. Thanks to Mbak Lisna dengan hp canggihnya.

Singkat cerita, Ibrahim Hussein, ayah Sarah menghilang saat tragedi WTC, bahkan dicap sebagai tersangka pengeboman tragedi kemanusiaan tersebut. Hal ini diduga karena sejak hari itu, jejak Hussein menghilang dan sehari sebelumnya Hussein mendapat telepon dari Timur Tengah sekaligus sebuah paket. Paket tersebut diantarkan Hussein ke salah satu kantor yang menjadi lokasi tragedi kemanusiaan tersebut.

Delapan tahun berlalu dan segalanya berubah. Ibu Sarah, Azima Hussein (Rianti Catwright), terpaksa melepaskan hijabnya dan berganti nama menjadi Julia Collins demi menyambung hidupnya dan anaknya. Azima sebenarnya sangat mencintai Islam, namun ia kehilangan kebanggannya untuk menunjukkan identitas sebagai muslim setelah tragedi tersebut.

Hidup di bawah cacian, ketakutan, penderitaan, diskriminasi, dan dilabeli anak teroris cukup membuat Sarah tertekan namun tak membuatnya benci kepada ayahnya. Yang Sarah tahu, ayahnya adalah orang yang baik dan penyayang.

All cast dan crew film BTDLA bersama Bapak Amien Ris, Zulkifli Hasan, Anies Baswedan, dll.
Hingga suatu hari Sarah mengunggah sebuah video di youtube, berisikan tentang yang ia rasakan dan kenapa ayahnya yang menjadi korban justru harus dicap sebagai tersangka meski belum ada bukti yang benar-benar membuktikan. Sebuah pertanyaan dari hati terdalam Sarah juga tentang Islam dan Al-Qur'an,

Masih tentang cerita Hanum (Acha Septriasa) dan Rangga (Abimana) dari film sebelumnya, 99 Cahaya di Langit Eropa. Kali ini, Hanum yang seorang jurnalis ditugaskan bosnya untuk membuat sebuah artikel dengan tema besar, "Apakah dunia lebih baik tanpa Islam?". Sebuah artikel dengan tema yang menjadi sorotan dunia, terutama Amerika.

all cast, penyanyi,  crew, dan sutradara BTDLA
Sebuah artikel yang bagi Hanum merupakan perjuangannya untuk membuktikan bahwa Islam bukanlah teroris. Pembuktian bahwa Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Uniknya, pada saat yang sama, Rangga, suaminya juga mendapat tugas mewawancarai Phillipus Brown, miliarder Amerika yang sangat peduli terhadap anak-anak muslim, di saat masyarakat Amerika memiliki Islamophobia setelah tragedi 9/11.

Perjalanan Hanum tidaklah mudah, banyak rintangan dan kejadian tak terduga yang mehampirinya dalam upaya mewawancarai narasumber, Azima dan Sarah. Hanum juga merasakan sendiri perlakuan tidak baik terhadap umat muslim, khususnya bagi wanita berhjab seperti dirinya. Bahkan saat pertama kali ia menginjakkan diri di Ground Zero, monumen peringatan tragedi 9/11.

Map kuning milik Hanum berisi data-data pentingnya ditemukan oleh Michael Jones, seorang aktivis yang sangat anti Islam. Jones kehilangan istrinya saat tragedi WTC sehingga menyebabkan ia memusuhi semua muslim. Jones bahkan memimpin demo menolak pembangunan mesjid di Ground Zero, sebuah museum tempat mengenang tragedi 9/11. Tapi dengan kesempatan ini Hanum berhasil mewawancarai Jones, sekaligus menjadi korban demo yang ricuh.

Ungkapan hati Sarah tentang ayahnya
Selain mengupas kisah dibalik WTC, BTDLA juga dibumbui konflik lainnya seperti kisah Stefan (Nin Fernandes) dan Jasmine (Hannah Al Rashid), rahasia dibalik keloyalan Mr Brown terhadap anak-anak muslim Timur Tengah, serta konflik Hanum dan Rangga sendiri yang terlibat beberapa kali percekcokan. Menguras emosi, membawa penonton untuk merasakan ketegangan, sedih, tersentuh, meneteskan air mata bahkan tertawa terpingkal-pingkal.

Sebuah takdir tak terduga ternyata menghubungkan Philippus Brown, Azima, Jones, dan Ibrahim Hussein. Sungguh rencana Allah yang indah yang akhirnya menguak kebenaran dari dugaan dan tuduhan yang beredar selama ini khususnya stereotipe negatif tentang muslim. Endingnya bagus, tak terduga dan berhasil menyangkal prasangka saat awal menonton film ini.

Adegan demi adegan film BTDLA ini menyuguhkan berbagai macam pelajaran hidup. Sarat makna dan banyak pesan yang dititipkan di dalamnya terutama tentang kebanggaan sebagai seorang muslim. Pasca menonton film ini saya sangat bangga menjadi seorang muslim dan sangat yakin bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin.

Wefie bersama Acha Septrisa yang berperan sebagai Hanum dan teman-teman IHB
Terima kasih banyak Indonesian Hijab Blogger atas kesempatannya untuk menyaksikan Gala Premier Film Bulan Terbelah di Langit Amerika di XXI Epicentrum Walk Kuningan semalam. Filmnya worth it banget untuk ditonton. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk menonton film ini pertama kalinya sebelum diputar serentak di bioskop seluruh Indonesia besok, Kamis 17 desember 2015. Tak hanya di Indonesia, Januari 2016 film ini juga akan diputar di Malaysia.

Pertanyaan menarik yang membuat Mr Brown mau diwawancarai Rangga dan Stefan 
I am very proud to be moslem. 

Tentunya saya nggak akan membocorkan keseluruhan cerita dari film ini. nanti hilang rasa penasarannya. Untuk menjawab pertanyaan di atas, apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam? begitupula dengan arti dari judul film ini, yaitu Bulan Terbelah di Langit Amerika. Maka kamu harus banget untuk menonton filmnya dan mengetahui jawabannya di akhir film ini.

Happy watching this great movie!


Cuplikan trailer  BTDLA: https://www.youtube.com/watch?v=VhtMwcAWESU

Saya sangat merekomendasikan untuk menonton film ini. Very recommended!  4/5.
Jangan lupa ajak keluarga dan teman baik ya! A happy way for refreshing and learn a cool things!

Salam,
Ifa

CONVERSATION

13 komentar:

  1. Wah, wajib ditonton nih filmnya. Makasih mbak untuk reviewnya, jadi ada gambaran sebelum nonton.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama titis. Jangan lupa siapin tissu ya☺

      Delete
  2. Eh iya bener mustinya rekomendasiin yg mau nonton buat siapin tissue ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ember nia, lumayan banget banyak adegan yang bikin netesin air mata

      Delete
  3. Handuk kecil lbh rekomen deh kayaknya hehehe....secara hampir setengah film eikeh nangis :D

    ReplyDelete
  4. Setuju! Harus ajak keluarga buat nonton film ini :D

    ReplyDelete
  5. Seruu ya, keep silaturahim yah mba.. harus ketemuan lagi di Event IHB berikutnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus banget ka anin. sampai ketemu lagi ya:D

      Delete
  6. Neng ifaaaa..baru sempat hinggap di sini, hihihi. Itu captionnya,hahahaha.. Semoga next time bisa ketemu dan seseruan di event lain yaa.. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allo Kak Lisna, hehehe kan emang bener kak semua terbantu berkat kecanggihan hp kakak . Amin, amiin YRA ya kak. See u again:)

      Delete

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top