-->
Menu

your blog banner

your blog banner

kisah kita (shortstory)

/ / 0 Comments
Halo-halo *lambai-lambai tangan* selamat berjumpa lagi dengan gueeee #plakk
Maaf bgt loh LDR blm bisa dipost juga, soalnya belum selesai ehehe feelnya belom dapet :b
Sebagai gantinya gue kasih ini dulu aja kaliya, sebuah kisah yg terinspirasi dari lagunya si abang ganteng-vidi aldiano. Enjoy it!=)
Ps : sambil dengerin kisah kitanya- vidi lebih asoy loh :p

                KISAH KITA  (shortstory)

Hari ini… begitu berarti
Tiga tahun sudah, kita tlah lewati

“Good morning and happy anniv dear.” Ucap Ify sembari mengecup pipi kekasihnya. Di tangannya terdapat sebuah cake berhiaskan lilin berbentuk angka 3 diatasnya. Hari ini adalah hari jadian mereka yang ketiga. Tahun ketiga dari sebuah hubungan yang telah dirajut di tahun pertama Ify SMA.

“Ify? Ini mimpi apa bukan sih? Please siapapun sadarin gue dong.” Cerocos Mario sambil mengucek-ngucek kedua matanya. Sesungguhnya Ia masih bingung, dan terjebak dalam dilema. Apakah yang duduk di tepi ranjangnya ini kekasihnya atau bukan. Pasalnya ini hari Minggu.Hari dimana Ify menghabiskan waktu tidurnya sepuas-puasnya dan akan bangun jika jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.

“Tiup dulu dong yo lilinnya. Make a wish gitu. Pegel tau megangin dari tadi. Mana kamu kebluk lagi. Bangunnya susah banget. Gatau apa aku bangunin kamu ada kali ya setengah jam” Keluh Ify, sang kekasih, sambil mengerucutkan bibirnya. Menandakan bahwa ia kesal dengan kekasihnya.

Menunggu memang hal yang paling menyebalkan bukan?

“Iya iya, jangan ngambek gitu dong sayang.” Mario segera bangun dari tidurnya. Diraihnya tangan Ify agar tubuhnya mendekat kepadanya.

“Kita tiup lilinnya bareng-bareng ya, terus make a wish deh. Siap? 1..2..3...” Ucap Mario untuk menghentikan adu mulut dengan kekasihnya yang bisa dimulai kapan saja.

Dalam hitungan detik lilinpun padam. Menyisakan angka tiga yang tetap setia bertengger disana. Sementara biaik Mario maupun Ify masih sama-sama terpejam. Memanjatkan doa-doa kepada sang pencipta alam. Semoga kedepannya hubungan mereka akan selalu baik-baik saja.

“Makasih ya sayang, aku seneng banget deh. Ini surprised banget loh pagi-pagi kamu ada di kamar aku, biasanya kan kamu baru bangun entar pas matahari udah di atas tuh.” Kata Rio dengan santainya. Tangannya bergerak merengkuh pujaan hatinya. Tak lupa sebuah kecupan hangat mendarat di kening kekasihnya.

“Idih Riooooo, main cium-cium aja. Kamu kan belum mandi. Pake ngerusak suasana lagi. Sempet-sempetnya ngeledekin aku segala. Bete tau ga?”

“Duileeeh segitunya...maap dong sayang jangan marah sama abang iyo. Yayaya?” ucap rio sambil mengerling genit ke arah Ify. Yang ditatap malah bergidik ngeri melihat kelakuan kekasihnya yang bisa dibilang ajaib itu.


“Udah sana kamu bangun terus mandi. Ngapain kek, minggu pagi gini tuh dipake buat ngelakuin yang positif bukannya ngumpet di balik selimut aku pulang yah, dadah Marioku.” Ify segera berlari dan menghilang dari pandangan Mario.

“Ckckck ajaib banget kelakuan cewek gue” keluh Rio sembari mendecakkan lidahnya. “Belum acara potong kue, apalagi dimakan sambil suap-suapan romantis, eh itu bocah malah langsung nyelonong pergi” Ya Tuhan, apa salah hamba.” Lanjut Rio sembari menatap cake yang di letakkan di sisi tempat tidurnya.

*****

Author POV.

    Mario Stevano dan Alyssa Saufika. Dua sejoli yang dipertemukan takdir di bangku putih abu-abu. Berawal dari pertemuan mereka di Masa Orientasi Siswa , hubungan senior dan junior, hingga kini mereka menjadi sepasang kekasih yang berhasil menjalin hubungan selama 3 tahun. Pasangan yang kerap kali membuat berpasang-pasang mata iri dengan mereka yang begitu serasai. Yang satu ganteng yang satu cantik luar biasa. The king and queen SMA Harapan Bangsa.

    Tentu saja dalam setiap hubungan pasti ada kerikil-kerikil yang hadir untuk mewarnai cerita cinta yang ada. Begitu pula dengan mereka. Mulai dari dugaan perselingkuhan, masalah adik kelas yang cinta mati sama salah satu di antara mereka, sampai alasan yang amat  klise, belajar untuk ujian nasional. Hahaha. Dan masih banyak lagi tentunya kisah yang menemani mereka selama 3 tahun ini.

****
Ify POV
-Ify’s House-

    “Buahahahahhahaha”  aduh , asli deh , gue gak kuat nahan ketawa. Gimana engga pacar gue pasti lagi ngomel-ngomel sendiri gara-gara gue tinggalin gitu aja. Gapapa kali ya, itung-itung ganti tema buat anniv. Kan belom ada tuh anniv kocak kayak gini.

    “Hus! Anak gadis gak boleh ngakak kaya gitu ah. Gak sopan. Kenapa sih Fy? Bahagia bener. Kok kamu dateng-dateng ke rumah langsung ngakak kaya gitu. Mana gak pake salam lagi.” Tiba-tiba Mama Ify mucul dari dapur membawa dua gelas orange juice beserta sepiring brownies kesukaan Ify.

    Yang di ceramahi malah menggaruk-garuk tengkuknya tidak jelas. Sedetik kemudian mengatupkan kedua tangannya sambil memasang tampang innocent andalannya. Tak lupa ia menyunggingkan senyum manisnya yang memperlihatkan deretan behel warna-warni yang menghiasi gigi putih Ify.

    “Ampun mamaku sayang, janji deh ga akan kaya gitu lagi mam. Peace.” Kata ify sambil membentuk huruf “V” dengan jari tengah dan telunjuknya.

    Tak perlu menunggu lama Ify segera mencomot brownies kesukaannya dan tak lupa menengguk orange juice nya sampai habis. Glek..glek..gleek... “Yaaay. Habis!”

    “Pelan-pelan dong Fy minumnya. Kamu ini bentar lagi kuliah tapi kelakuan masih kaya anak TK” Mama Ify hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah putri kesayangannya itu.

    “Anyway, gimana misinya? Sukses  kan  pastinya?” tanya Mama Gina, mama Ify sambil menatap penuh antusias pada Ify.

    “Dasar nyokap gue berasa muda terus kali ya, bahasanya aja pake anyway segala. Gaul abis.” Batin Ify

    “Absolutely Mom..”
kata Ify sembari menunjukan kedua jempol kepada mamanya. Tanda misi telah berhasil.

    “Ciye selamet ya anak mama. Semoga langgeng terus deh sama abang ‘iyo’ nya.sampe nikah deh. Sampe kakek nenek.” Goda Mama Gina sambil menjawil dagu Ify. Mama Gina memang snagat mendukung hubungan Ify, bahkan tak jarang ia sibuk menggoda putri semata wayangnya itu.

    “Ah mamaaaaaa apaan deh, malu tauk.” Balas Ify yang tak mampu menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.

    “Udahan deh fy stop malu-malunya, mending sekarang kamu serbu tuh meja makan. Ada chicken cordon bleu kesukaan kamu.” mendengar nama makanan kesukaannya ifypun langsung semangat 45.

    “Asiiiik. Thankyou mommy. Love youu. Muaccchhh.” Ify pun segera berlari ke meja makan setelah sebelumnya mengecup kedua pipi mamaya bergantian. Sementara mamanya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku putrinya yang sangat menggemaskan itu.

    “Ify..Ify...” Batin mama Gina

    Sebesar apapun seorang gadis, pastilah ia tetap menjadi putri kecil orang tuanya, selalu dan akan selalu begitu. That’s why Mommy Gina like to treat Ify like that. she's still her little daughter/

******
    Kita biarkan Ify menikmati Brunchnya (bahasa gaul anak jaman sekarang. Singkatan dari perpaduan breakfast dan lunch). Yuk kita move ke abang Rio. Kira-kira udah bangun belum ya?

Rio’s House.

    “tok tok tok, spada. Tuan Mario apakah Raynald yang tampan rupawan ini boleh masuk?”

    “Apaan deh lo Ray. Le to the bay. Konyol banget tau gak biasanya kan lo asal nyelonong aja ke kamar gue.” Ucap Rio panjang kali lebar sama dengan luas. Melihat kelakuan adiknya yang ia rasa tak seperti biasanya.

    “Ehehehe, mau itu kak. Ituloh itu, itutuh yang coklat-coklat. Yang tadi calon kaka ipar bawa. hehehe” Tunjuk Raynald sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

    “Itu, itu. Yang jelas kali Ray. Kue maksud lo? Makanan aja ijo deh mata lo. Tapi berhubung gue lagi baik, okelah kita habisin ini cake sama-sama. Ambil peralatan makannya gih” kata Rio sambil melirik tajam ke arah Ray. Ceritanya sih pura-pura marah. Tapi jatuhnya malah terlihat lucu di mata Ray. Mukanya ituloh, masih tampang baru bangun tidur broh.

    “Yoi bro, tau aja lo. Hahaha upppps ketauan deh gue. Weeek. Ehm, Soal itu mah gausah takut, abang ray selalu siap sedia. Tarra, This is it. Mari makaaaaan .” Raynald pun akhirnya memilih untuk memeletkan lidahnya sambil menepuk-nepuk dadanya yang sengaja iya busungkan.

        Dan akhirnya cake anniv Rio dan Ify dihabisklan oleh sepasang kakak beradik itu. Pintar memang. Ray sudah menyiapkan piring , sendok, serta garpu kecil, tak lupa dengan pisaunya. Ibaratnya mencari mangsa, Ray berhasil mendapatkan mangsanya. “Lumayan buat ngeganjel perut pagi-pagi.” Pikir Ray.
****

    I phone milik Ify yang ia letakkan di sisi tempat tidurnya bergetar. Di susul dengan lantunan lagu nan merdu milik Adele. Someone like you. Menandakan pesan baru yang masuk ke i-phone nya. Dengan mata masih terpejam Ify berusaha menggapai i-phonenya.

One messages received, Marioku <3   

    Melihat nama pengirim pesan, Ify segera terjaga dari tidurnya. Ia pun segera menyenderkan tubuhnya ke ujung tempat tidur. Menjadikan dinding sebagai penopang tubuhnya. Mario? Ada apa? Pikirnya.

    Sender : Marioku <3
   Nanti malam aku jemput ya jam 7, dandan yg cantik ya sayang. Muacchhh :*
   Saturday, 13 january 2012 , 13:00
   

    Tak lama setelah membaca pesan singkat dari kekasihnya. Sebuah lengkungan manis tercipta menghiasi wajah cantik Ify. Sebuah ajakan kencan dari kekasihnya yang tanpa diberi tahu pun oleh yang bersangkutan pastilah itu dalam rangka hari jadi mereka yang ketiga. Ah, Rio. Gue penasaraan! Kata ify dalam hati.

Siap bosss! Jangan sampe telat loh :p
anyway kita mau kemana? Kok tadi gak bilang?-_-
iyo seneng banget sih bikin penasaran

SEND !
****

Ify POV
-ify’s room-
 
“Gue udah cantik kan yah?” ify mematut bayangannya di cermin. Sambil sesekali bertanya layaknya cermin di hadapannya adalah cermin ajaib.

Malam ini Ify cantik sekali. Dengan mengenakan dress tanpa lengan berwarna biru malam yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Rambut panjang sepinggangnya yang sengaja ia gerai dan di akhiri dengan sebuah bandana dengan warna senada. Serta simple clucth yang semakin membuatnya terlihat simple namun menawan.

    Sebuah ketukan halus terdengar di pintu kamarnya. Tampak mamanya tersenyum melihat penampilannya malam ini. “Kamu cantik sekali sayang. Tuh Rio udah nunggu di bawah.”

    “Makasih mamaku sayang. Ify berangkat dulu ya mam.”
setelah mencium punggung tangan mamanya Ify segera bergegas menuju ruang tamu.


***
    “You looks so beautiful darl.” Puji Mario sambil berkosentrasi menyetir. Saat ini mereka tengah dalam perjalanan menuju tempat yang masih dirahasiakan Mario.

    “Udah ah kamu nyetirnya yang bener, gombalnya diskip dulu aja entar.” Jauh di lubuk hati Ify ia senang mendengar pujian dari kekasihnya, tapi tentu saja jual mahal dong masa baru dipuji dikit udah ngefly. Begitu fikir Ify.

    “hahaha, sejak kapan aku jago gombal. Beneran kok. Ini tulus banget dari hati aku.” Ucap Rio penuh ketulusan, sesekali ia memandang wajah kekasihnya yang mulai bersemu merah.

    “Tuhkan gitu aja ngefly. Yes. 1-0.” Sambil memeletkan lidahnya Mario berteriak kegirangan karena berhasil membuat kekasihnya bertekuk lutut.

    “Sialan. gue dikerjain. Dasar pesek.” Ify pun tidak mau malah . ia mencubit kecil lengan kekasihnya itu. Tentunya tidak sampai membuat Mario kehilangan konsentrasi.
***
Malam ini… hanya kau dan aku
Mengenang semua rasa yang pernah ada
Masa-masa yang indah penuh warna
Dan juga canda ceria



    Candle light dinner, suasana kafe romantis, serta diiringi suara lembut milik Vidi Aldiano semakin menambah lengkap malam yang istimewa bagi sepasang kekasih ini. Di bawah sinar bulan dan hamparan bintang serta ditemani dengan debur ombak membuat suasana di hari yang spesial ini menjadi makin spesial.

    “Kamu suka?” Mario memulai pembicaraan yang sempat terhenti saat mereka memasuki cafe ini. Sedangkan Ify masih takjub dan terpesona dengan kejutan yang telah dipersiapkan dari jauh hari oleh kekasihnya itu.

    “Banget! Makasih ya mariokuuu.” Seru Ify dengan mata berbinar-binar. “kamu tau ga? Aku kira ini Cuma ada di sinetron sama novel2 loh, eh ternyata kamu bisa ngasih aku dalam bentuk nyata. Sekali lagi makasih ya yang! Raut kebahgiaan terpeta dari wajah cantik Ify.

    “Eh kamu inget ga awal mula kita ketemu?” lanjut Rio dnegan penuh antusias

    “inget banget lah, kamu kan senior TER-SENGAK yang pernah ada.” Entah mengapa mengingat kejadian jaman dahulu kala membuat ify menggebu-gebu.

    “biasa aja kali neng, se-low. Masa gitu doang emosi.” Balas Rio sambil menjulurkan lidahnya. “lagian nih yah, kalo ga gitu kita ga bakalan bisa kaya sekarang. Hayo, mau apa?” Rio mengedipkan matanya pertanda menggoda kekasihnya itu. Yang digoda malah merengut kesal sembari memutar kedu bola matanya.
   
“abis kamu keterlaluan sih. Ngehukum aku ga kira-kira. Udah mah di suruh ngitungin genteng dan ajwabannya gak boleh lebih dari satu. Bolak-balik kantin beliin pesenan kamu mini konser di depan kantor kepala sekolah. Ke fotokopian ngambilin brosur OSIS sampe nembak ayah, si penjaga sekolah. Kurang gila apa deh kamu.” Cerocos Ify panjang lebar ketika mengingat semua yang dialaminya ketika Masa Orientasi Sekolah. Masa yang seharusnya bersenang-senang dan dibuat have fun. Tapi bagi Ify malah terasa bagai di neraka. Kenapa lagi kalau bukan gara-gara seniornya. Mario Stevano Aditya Haling.
   
“Peace baby.” Kata Mario sambil mencubit kedua pipi mulus Ify saking gemasnya dengan kekasihnya. “yang penting sekarang aku untuk kamu, kamu untuk aku. Rebes kan.” Seringai jahil tidak lupa menghiasi wajah lelaki ganteng itu.

    Gelak tawa dan canda akhirnya menemani sepasang kekasih itu saat mereka mem-flashback ke masa lalu. Berbagai kejadian unik dan konyol pun serasa berkejaran lagi di kepala mereka. Takjarang kemesraan mereka pun terlihat di sela-sela canda tawa itu. Yang tak jarang mengundang kecemburuan dari pengunjung lain.

    “sayang, aku mau kayak mereka dong” komentar salah satu pengunjung yang menarik-narik baju pacarnya ketika melewati tempat duduk mereka
***

Akankah kita temui kebahagiaan
Seperti ini nanti
Slamat tinggal kasih
Hapuslah air matamu
Aku pergi jauh namun kan kembali


    “Kamu jadi kuliah di Jogja?” kata ify pelan yang hanya terdengar bagi sebuah bisikan namun terdengar jelas di telinga mario

    “kok jadi mellow gini sih? Kita kan kesini buat have fun Ifykuuuu.” balas mario sambil mengusap lembut kedua pipi Ify

    “jawab aja kenapa sih. Susah banget deh tinggal bilang iya apa engga.” Ify masih besikukuh menunggu jawaban dari sang kekasih

    “kalo aku jawab iya kamu janji ga bakalan nagisin aku kan setiap malem, ga bakal down kan? Tetep jadi Ify yang ceria kan? Ifynya Mario yang petakilan tapi menawan?” mario menatap lembut kekasihnya. Menunggu jawaban yang akan keluar dari bibir mungil Ify.

    “kalo aku bilang aku ga bakal nangisin kamu pas aku kangen munafik banget. Yakalik tapi ga setiap hari juga, kurang kerjaan banget gue.” Ify kini tampak lebih kuat dari sinar mukanya saja sudah terlihat kaau ia mencoba untuk tetap tegar menghadapi keputusan kekasihnya itu.

***
Slamat tinggal sayang
Smoga kau dan aku
Akan terus abadi menyatu
Menjaga perasaan itu
Jadikan hari ini, sebagai satu kisah
Yang manis dan kan terus dikenang

    “janji ya tapi jangan ganjen sama cewek-cewek jogja yang cantik-cantik” ifysegera menyodorkan kelingkingnya kepada kekasihnya. Janji kelingking. Sekdar simbol untuk menguatkan janji yang tak tertulis antara ia dan kekasihnya.

    “janji cantik! Aku akan mencoba untuk selalu menjaga hati aku buat kamu. Mario Cuma milik ify seorang. Kamu juga ya jangan kegenitan sama adek-adek kelas mentang-mentang ditinggal pacar. Kalo hang-out juga jangan ngecengin cowok ganteng mulu kerjaannya, siap tuan putri?” ceramah mario panjang lebar sembari menautkan jari miliknya dengan jari milik Ify.

    “emm...gimana yaaa? Aduuh pikir-pikir dulu deh. Weeek.” Balas ify jahil dan gantian membuat Mario cemberut.

    Bulan dan bintang menjadi saksi. Saksi akan janji yang terucap dari kedua bibir pasangan unik itu. Mario dan ify. Takdir yang mempertemukan mereka namun takdir pula yang memisahkan mereka, bukan memisahkan dalam arti sebnarnya, tapi adalam artian jarak, ruang dan waktu.

    Esok adalah misteri. Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Manusia hanya bisa berencana dan selalu berdoa agar apa-apa yang terjadi sesuai dengan keinginan mereka. Namun sekali lagi , Tuhanlah yang menentukan.

    “I’ll always love you Ify. Now, yesterday and i hope. Forever.” Bisik mario lembut di telinga Ify sambil memasangkan kalung emas putih berbandul piano. Hadiah anniv ke-3 untuk kekasihnya itu.

    “love you too. My prince.” Balas ify sambil memeluk kekasihnya erat.

    Mereka terus berpelukan erat di bawah sinar rembulan. Saling menguatkan satu sama lain dan berharap agar hubungan ini tetap terjaga selamanya. Sebuah penutup yang manis untuk mengakhiri kiosah mereka malam ini.
***


TARRAAAA selesaiii, hihihi gimana nih komentarnya?
Ceritanya pasaran abis ya? Jelek> komen dong komen ehehe ksh tau mana yg kurangnya
Okay cerita kali ini gue pake castnya rio ify ya? Gpp kan?
Makasih buat yg udah mau baca. Komentarnya ditunnggue banget looh
Byee. Withlove : iffahsari musyrifah :*

anotha stories of me

/ / 0 Comments
anotha stories of me
 HALLO TWEEPS! I'M BACK \M/

entah kenapa pict ini yg gue pilih, tapi gue suka aja :b 

rasanya udah lamaaaa banget ga nulis di blog tuh kangen juga yah. ibaratnya telor ceplok ga dikasih garem. HAMBAR *lebay:modeom* :p
kayaknya di 2012 jumlah post-an gue bukannya ada kenaikan tp malah kemunduran yah?-_-
masa baru ada 1 entry dan itupun cerbung doang ga ada ttg new year, resolusi dan blablabla yg as usual kayanya buat gue itu termasuk hal yg penting

is it something wrong?


UAS
gangerti juga sih, yg pasti awal januari gue dr tanggal 2-10 diisi dengan UAS, UAS, UAS
rasanya yah tahun ini spesial banget , awal 2012 disambut sama sesuatu yg ga perlu ditanya lagi memeras otak banget, semacam pemanasan mungkin yah, kalo ibarat orang main basket ini bagian lari keliling lapangan kali yah

liburan

uas tenggelam terbitlah libur, nah kan euforia liburan udah terlebih dulu menguasai gue di minggu terkhir uas , kebayang ga sih udah mikirin mau kesana-sini janjian sama si ini dan si itu , temu kangen lalalala tapi satu hal paling vital adalah...money , money, money *pricetag : mode on*

money
bicara tentang uang, di awal tahun gue udh ada planning untuk menyisihkan sebagian besar uang saku bulan januari gue selama liburan, toh biaya ngampus kan udh stop di tanggal 10 jajanpun ga kepikiran deh waktu uas mah paling bensin aja. tapi yah tapi manusia hanya punya rencana tapi Tuhan yang menentukan kenyataannya terlalu banyak godaan yang menurunkan kadar kesetiaan gue untuk tetap berpegang teguh pada janji gue: MENABUNG

nabung
di dinding kamar gue yg tetanggan sama lemari belajar gue udh menempel target 2012 gue yg baru berhasil gue bikin sampe bulan mei. salah satu dari beberapa wishes gue adalah nabung, jadi gue mau beli sesuatu benda pure pake duit gue sendiri (baca : maksudnya uang gue yg udah di kasih bokap yg udh jadi hak sah gue alias uang jajan) nah rencananya sih maret pokonya gue udh harus bisa beli benda itu. kebayang ga sih gue nih kudu amat sangat disiplin dengan sesuatu yg udh gue rencanain. hopefully. amin ya allah.


reuni
liburan dan reuni itu ibarat magnet, menempel, setiap ada waktu snggang rasanya tuh pengen ketemu sama orang2 yg frekuensi ketemunya amat sangat jarang. reuni. itulah yg gue jalan saat ini, alias temu kangen sama temen-temen SMA gue, especially mysupersix family, ga lupa pengen ketemu juga sama myBF icin angels, terus waktu itu udh sempet ngomongin mau jalan bareng sam pika ani, my clasmate waktu kelas sepuluh

melancong
liburan itu identik dengan melancong kalo bahasa gue sih ngelayap :p minggu pertama liburan gue habiskan denga melancong sekitaran bogor . di mulai abis uas terakhir gue wiskul id taken bareng iccha + kiki disitu kita ke agripark , kedai kita, tadinya mau ke gramed juga tapi somehow gara2 ban kempes akhirnya ya udh mesti stuck di tukang ban malabar terus lanjut ke jambu dua benerin bb yg keujanan. hari-hari selanjutnya gajauh2 dr bolak-balik botani gramed giant yasmin RP  dkk kepanjangan kalo disebutin :p kalo ga sama ica sama dira kaya ice cream nu teteh + bunkit juga nah kalo yg ini nyobain tempat yg di-ngebetin sama si ica. ada juga yg ga sengaja dan ga direnacanain, abis nganter teh sifa ke depag, baliknya mampir, nge-ice cream dulu di blueberry ice cream, masih banyak ceritanya tp kepanjangan deng ya, skip sampai sini aja

jekardah
kalo biasanya gue ke ibu kota negara ini bareng bokap nyokap + pake kendaraan pribadi, terakhir sih yg gue inget gue naik kereta bareng temen2 setahun yg lalu pas bedah kampus, nah kali ini gue melakukan sesuatu yg beda. kalo kata fulla temen gue sih dy bilang ini debut perdana gue naik kereta api sendirian. jadi ceritanya gini gue, kamel, anin sama prima udh lama bgt ngerencanain mau main bareng , karena kita semua beda kampus akhirnya dipilihlah momen liburan ini buat ajang ngumpul, darisinilah gue belajar naik kereta + busway juga. banyak banget cerita dalam petualangan kali ini (bukan peppy the explorer loh ya:p) dari mulai nyasar busway, naik satu kereta dari 3 stasiun, dan msh banyak cerita yg mengiringi kita selama ke , di  dan dari taman anggrek.such a great unforgettable experience.can't wait to meet up again=)

expo
campus expo. jadi ini tuh suatu acara yg dibikin sama angkatan gue sebagai ajang untuk mengenalkan universitas kita masing2 ke adik kelas. persiapan ini juga yg termasuk sebagai pengisi liburan gue, dimulai dari nyari2 brosur, googling, cari2 info sampe rapat2. khusus rapat , gue males datangnya dan dateng pas ipb doang:p (aib banget) ini pis lop n gawl yah qaqa-qaqa panitiaaa

masih banyak story2 lainnya , tp kayanya kepanjangan deh segini dulu aja kaliya, seeyou again bloggieee. byeee. muacch :*

LDR- Chapter 2

/ / 0 Comments

CHAPTER 2 – Dia harus tahu.....

Love means tell everything that you feel to the one who loved. No secret. Truth & trust is the key for the longlasting relationship.



Author POV

            Malam sudah berganti pagi. Kini sang mentari sudah siap untuk menjalankan tugasnya merengkuh insan-insan ciptaan Tuhan dengan sentuhan hangatnya. Bayangnya menjalar melalui kisi-kisi jendela, menelusup ke dalam celah-celah kecil siap membangunkan insan-insan yang tengah terlelap, masih terlelap tepatnya.

                Udara Bogor pagi ini yang terasa seperti di Puncak turut serta melenakan gadis ini untuk tetap berbaring di singgasananya. Meringkuk di atas king size bed empuknya dilapisi bed cover kesayangannya yang bergambar princess kesukaannya. Nuansa pink yang mendominasi kamarnya, serta pernak-pernik yang menambah kesan girly memang sangat serasi dengan kepribadian pemilik kamar ini.


Rena. Nama milik gadis yang masih terlelap itu. Ia tetap setia pada posisinya. Memeluk guling kesayangannya. Semalam memang Ia tidur terlalu larut. Jadi apa boleh buat. Seusai sholat subuh ia memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Godaan kehangatan kasur yang membuai tak kuasa ia tolak. Apalagi dengan cuaca yang mendukung makin-makin membuatnya terlena.



                Jam dinding pink berbentuk strawberry, salah satu buah favoritnya, sudah menunjukkan waktu yang sudah bisa dibilang tidak pagi lagi. Dengan jarum panjang bertengger di angka enam dan jarum pendek yang hinggap dengan manisnya di angka delapan Wow, setengah sembilan. Sungguh angka yang fantastis untuk ukuran bangun anak gadis sepertinya.



                Menurut mitos sih, anak perawan pamali banget bangun jam segini. Jauh jodoh jauh rezeki katanya. 



                “Drrrrrrt....drrrttttttt......drrrrrrrttttt....drrrttttt....” getaran ponsel yang diiringi dengan lantunan senandung merdu milik si cantik katy pery, the one that got away  berhasil membangunkannya dari mimpi indahnya. Getaran yang tak kunjung henti itu sukses membuatnya menggeliat-liat kecil dan terjaga dari tidurnya.


                “Ah siapa sih yang sms pagi-pagi gini.”  Yap lagu itu memang sengaja Rena set sebagai tanda untuk sebuah panggilan pesan singkat


                Bukan hanya sekali dua kali, tapi getaran itu berlangsung berkali-kali. 


            Drrrrtttt...drrttt.....drrrt.......But in another life I would be your girl We'd keep all our promises  Be us against the world..... 


Iya iya Rena bangun, heran deh yah masih pagi nih woy , gue semalem tidur jam 1 tauk. Gatau? Ndeso!”  Keluh Rena sembari menggapai-gapai  ponselnya yang Ia letakkan secara asal.

Dengan  mata masih setengah terpejam akhirnya Rena berhasil meraih ponselnya yang ternyata ia letakkan di samping bantalnya. Dengan segera ia membuka  pesan singkat yang masuk ke ponselnya itu.



13 missed called & Three messages received....


 “Gilaak, gue kebo apa gimana ya? Marvin miss call 13 kali, astaga” Rena pun menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Eh engga deh, pantesan aja ga kedengeran kan emang sengaja gue pake-in geter doang buat telfon masuk mah. Ah, dasar rena pikun.” Rutuknya pada dirinya sendiri sembari berlanjut membaca pesan singkat dari kekasihnya itu


From : MyPrince!:)
 Good Morning Princess, How about your dream tonight?


From : MyPrince!:)
Hey, do you have sleeping beauty beib?


From : MyPrince!:)
Renaaaaaa my kebo! Please deh lo tidur boleh tapi jangan sampe kaya orang mati gitu. Ini gue udah miss call tiga belas kali lo belom bangun juga. Astaga, mimpi apa gue punya cewek kaya elo. Gamau tau jam 11 lo harus udah ada di MP. Gue mau ngomong, penting. See you soon, Honey! Muaccchhh :*



            “Astagaaaaaa...ini udah jam berapa? Setengah 11? Demi apaaa? Gue bisa telat! Rena, kemoon be fast,aaaaaaaaaaaaaaaaaa mamiiiiiiii Rena kesiangan.” 


            Dan dimulailah rutinitas ‘pagi’ gadis itu diiringi dengan tingkah lakunya yang super heboh bin menggemaskan itu. Kalo kata anak jaman sekarang sih, “rempong ih, ciiyn” hahahaha.



*****


“Sekarang atau engga sama sekali.”
-Marvin-


Marvin POV.


            Gue udah sms, misscall bahkan nyoba buat nelfon cewek gue, Rena. Tapi satupun nihil hasilnya. Gak ada hasil men. Pasti nih ya si Rena semalem begadang. Gentayangan di twitter, ym, fb, tumblr, blog sampe skype. Dan alhasil jadilah ke-bo kaya sekarang ini. Ya Tuhan, apa salah hambaaaa??????

            Daripada gue frustasi, geleng-geleng kepala mulu yang nantinya dibilang orang gila sama si bibi mending gue siap-siap deh sekarang. 



            “Oke Marvin, tunjukkan kegantengan lo.” Batin gue ke diri gue sambil mematut diri gue di kaca.


            Kaca bukan hak paten kaum hawa aja kan ya? Kaum adam juga boleh kan?


            “Oke Marvin, cukup monolog di depan kacanya. Time goes so fast! Hahaha” 


            Akhirnya setelah gue merasa penampilan gue udah oke, gue pun turun ke bawah, pamitan sama bokap nyokap dan cuuus melanglang buana ke Taken. Taman kencana, daerah pertemuan kami. Sengaja gue memilih Macaroni Panggang sebagai tempat untuk kami membicarakan hal yang, penting untukku ini, untuknya juga tentunya.



            “Okay, it’s time to showw off Marv!” gue pun menyemangati diri gue sendiri. Kalo dipikir-pikir sih udah kaya mau perang ini bawaannya. Padahal Cuma mau ngomongin sesuatu, something that’s really important for our relationship in the future.



            Drrrtt..drrrttt.......drrttt..... Since i found you my world seems so brand new....You've show me the love i never knewYour......presence is what my whole life through


One message received...
From : Renaaaaaaa’s
Oke beiby, seeyou soon take care dear, jangan ngebuttt!!!!:*



                “Rena..rena..ada-ada aja deh. Jadi gemes nih pengen nyubit pipinya” Komentar gue sambil mengulum senyum tanda seneng bercampur geli . Ini nih yang bikin gue makin jatuh cinta sama dia. Simpel tapi bermakna buat gue. Bukti kalo dia emang bener-bener perhatian dan sayang sama gue.
               
****




“is it any important thing? Tell me baby”
-Rena-


Rena POV

            Okay, i’m ready for meet you my prince.”  Alhamdulillah yah, simpel tapi cantik.

Hari ini aku berdandan seperti biasanya, tidak terlalu menor, sopan, namun masih memberikan kesan anggun. Dengan kaus sabrina berwarna baby pink, blue jeans dan crocs malindi dengan warna senada, tak lupa sling bag kesayanganku, akupun segera bersiap menuju lokasi.


Hari ini kuputuskan untuk berangkat ke MP diantar oleh Mang Ujang, supir keluargaku. Dengan kelihaiannya dalam menyetir, meliukkan mobil kesana-kemari, akhirnya tak sampai setengah jam aku sudah berada di tempat janjian kami.


“Mang Ujang, makasih udah anter Rena. Entar ga usah di jemput Mang, Rena di anter sama Marvin kok.” Kataku seraya tersenyum kepada Mang Ujang tanda terima kasihku

“Oke neng, sama-sama. Kalo gitu Mang Ujang pulang dulu ya neng.” Balas Mang Ujang seraya mengedipkan kedua matanya.

“Idiiiiih, Mang ujang apa banget deh. Kebanyakan nonton sinetron sih. Huuuuuh .” elakku sembari tersipu malu.

“Yaampun neng, si Mamang teh juga pernah muda. Jadinya tau atuh nu kaya kitu teh. Prikitiw, ceuk lagu teh nya, diriku di mabuk asmara ahahaha.” Tuhkan Mang Ujang malah makin jadi.

“Ah, udah deh Mang ujang pulang aja sana, hus hus hus. Yang ada lama-lama disini Rena bisa berubah jadi tomat.” Balasku kepada Mang Ujang seraya memasang tampang pura-pura kesal kepadanya.


“Ulah cemberut kitu atuh neng. Entar Den Marvinnya kabur. Ups, hahaha yaudah atuh nya Mang Ujang pergi dulu bisi digigit si eneng. Assalamualaikum. Setelah itu Mobil pun melaju dengan cepat dan hilang di tikungan.

“Ah mang Ujaaaaaaaaaaaang, was loh entar dirumah.” Pekikku kesal. 

Bagaimana tidak? Ibarat pertandingan sepak bola, gawangku kebobolan mamen. Skorku kini 1-0 melawan Mang Ujang.

“Calm down Ren, lo gamau dikira orang sinting kan.” Akupun segera menenangkan diriku. Iyasih gimana orang ga berfikiran negatif kalo melihat cewek yang teriak-teriak gajelas di tengah jalan.

Drrrttt...drrrrttt...drtttt..... But in another life I would be your girl We'd keep all our promises  Be us against the world..... 


Ponsel yang aku letakkan di saku jeansku bergetar.  “Pasti dari Marvin,” pikirku.

One message received...
 MyPrince!:)


 Tanpa membuka pesan singkat dari Marvin, aku segera menekan tomboll panggilan cepat milikku. Ku ketik angka 1. Nomor yang khusus aku sediakan untuk marvin, kekasihku.


“Halo, Marvin? Iya sabar yang. Aku udah di depan. In a minute dear. Oke? Bye. Seeyou soon.”

Klik. Dan sambungan pun terputus. Sengaja aku matikan sih. Save pulsa gitu deh ceritanya hehe abis aku udah di tempat parkirnya kok. Tinggal jalan bentar sampe deh. Wait me Marv!

*****
Kunci kebahagiaan suatu hubungan adalah kepercayaan. Tanpa percaya satu sama lain maka hubungan itu tidak akan bertahan lama. Apalagi jika bumbu-bumbu kecurigaan pada pasangan sudah merasuk di dalamnya.
If you love someone, try to believe him. w/ some condition and in a right way for sure:)

***


Author POV


                Alunan lagu cantik milik kahitna meramaikan suasana Makaroni Panggang di siang hari di tengah suasana yang tidak terlalu ramai namun tidak terlalu sepi ini. Menambah kesan romantis pada pasangan muda yang menghabiskan waktunya disini. Sekedar untuk makan siang ataupun hanya nongkrong-nongkrong sambil bercengkrama dengan pasangannya.


                “Lagu yang pas untuk orang yang pas.” Batin Marvin di dalam hatinya.


Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu

Cantik...
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu...
Ooo...

Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu...



                Seiring dengan berakhirnya lagu penuh cinta nan manis itu. Bertepatan dengan datangnya Rena ke meja Marvin. Dengan segera Rena segera menarik kursi kosong yang tersedia di depan Marvin.


                “halo dear, udah lama nunggunya? Maaf ya aku telat.” Sapa Rena sambil memasang tampang innocentnya.


                Bukannya menjawab sapaan Rena. Marvin malah memberikan jawaban lainnya. Pernyataan lebih tepatnya.


                “Lagunya cocok buat kamu. Cantik. Sama kayak kamu,” Kata Marvin seraya memberikan senyum termanisnya kepada Rena, gadis tercantik yang menempati tahta tertinggi di hatinya.

                “Oh My Gawd. Ya Tuhan, aku meltiiing aaaaaa.” Jerit Rena. Tentu saja di dalam hatinya.

                Cewek mana coba yang mampu menolak pesona Marvin. Dengan wajahnya yang memang bisa dan sangat bisa dikategorikan ganteng. Dengan lesung pipit yang menghiasi pipi putih mulusnya. Bibir tipis berwarna merah yang sangat kontras denga kulit putihnya, tentu saja tak perlu diragukan lagi bisa dengan mudahnya membuat para wanita di mabuk kepayang.


                “Ah apasih gombal nih kamunya.” Balas Rena sambil tersipu malu, tak perlu di ragukan lagi semburat kemerahan tanpa sungkan menghiasi pipinya kini.

                “Ciyeee, malu ya? Lucu banget sih kamu.” Karena tak tahan akan reaksi gadisnya. Marvin pun menjawil dagu milik gadisnya itu.

                “Marviiiin, sejak kapan marvin gue jadi genit. Jadi tukang gombal kayak gitu?” seru ku sambil pura-pura marah

                “Cailaaah, jangan marah dong cayangnya Marvin.” Marvin pun semakin menjadi-jadi. Sehabis mengedipkan kedua matanya. Ia pun segera mencubit kedua pipi gadisnya dengan gemas.

                “Beneran kok Ren, suer tekewer-kewer deh. Cuma kamu dear, maling terhebat yang sukses merebut hati aku.” 

                “Itu ngeledek apa muji? Balas Rena sambil memajukan bibirnya beberapa senti ke depan.

                “Jahat banget aku disamain sama maling.” Kekesalanya  semakin bertambah. Rena pun memutar kedua bola matanya.

                “yaudah. Kamu tuh kaya putri. Putri dari Kahyangan. Tapinya...”

                “Tapinya apa?” Rena pun tak sabar dan segera memotong perkataan Marvin

                “sini aku bisikin ke kamu.” Marvin pun segera mencondongkan badannya ke arah rena dan emmberi isyarat pada Rena untuk lebih mendekat padanya.

                “Tapinya nyasar ke bumi terus nyangkut di pohon mangga, eh kecebur di got. Buahahhahhha. “ Dan meledaklah tawa Marvin memenuhi sekeliling ruangan

                “Marviiiiiiiiiiiiiiiiiiiin, Rena pun segera memukul-mukul dad bidang milik Marvin yang memang sengaja mencondongkan badannya tadi. Sehingga jarak mereka pun berdekatan.

                “stoppp...stooop. aku udah ga sanggup ketawa nih Ren. Huahhahahha.”

                Tampaknya Marvin sangat puas menjahili kekasihnya itu. Iapun tertawa sampai sakit perut.

                “Udah jangan ngambek, mending sekarang kamu makan sama minum dulu abis itu baru kita ngomong. Oke cantik?” Marvin pun mengakhiri perseteruan tak disengajanya dengan Rena dengan mengajukan pilihan yang tepat.

                Selesai mengucapkan hal itu, marvin menumpukan kedua tangannya di atas meja dan Ia pun menggunakannya untuk menopang daguynya. Lurus. Tepat menatap di kedua belah manik mata milik Rena.

                “Marviiin. Stop look  at me like that,” protes Rena yang jengah di tatap Marvin seperti itu berlama-lama.

                “Why? Is it wrong? Udah makan yang bener. Gue cuma mau memandangi ciptaan tuhan yang indah ini kok. Apa salahnya sih mantengin kecantikan pacar sendiri. weeeek” Balas Marvin sembari menjulurkan lidahnya.

                “Kamu cantik...cantik..dari hatimu..” senandung Marvin pelan tapi terdengar jelas di telinga Rena.

                “Whaaaaaaaaaaaaaaatttts.... sejak kapan kamu suka cherrybell Marvin????? Astagaaa. “ keluh Rena sembari menepuk jidatnya.
****

 “Mamaaaaaa, Rena penasaran!!!!!”
-Rena-

Rena POV

Dag, dig, dug hatikuu..... Gak boong deh, jujur aja gue penasaran abnget nih. Kalo kata anak gaul  jaman sekarang sih KEPO. Emm.. apa ya yang kira-kira bakalan di omongin sama Marvin?               

                “Jangan jangan..... Marvin mau minta putus lagi? Ah enggaak, gamauuu. Ya Allah plis Rena gamau putus dari Marvin. Rena ga selingkuh kok, Rena sayang bangeeeeeeeeeet sama Marvin.” Racauku dalam hati
.

                Oke, daripada pikiran gue semakin ngawur, ngaco, ga jelas, ga ada juntrungannya lebih baik gue mengamalkan salah satu ilmu wajib waktu gue SD dulu. Malu bertanya sesat di jalan.” Yihaaaa semangat qaqa Renaaaa.” Semangatku pada diriku sendiri.



                “Emm, Vin, sebenernya maksud lo ngajak gue kesini mau ngomong apasih? Penting banget ya sampe harus dadakan gitu??” cecarku pada Marvin.


                Maafkan aku saudara-saudara. Beginilah gaya pacaran kami, kadangkala aku menggunakan aku-kamu tapi kadang juga gue-elo kami pilih untuk sekedar bercakap-cakap. Everything is fine. Take it easy. Bagiku dan Marvin itu hanya hal sepele kok.

Keheningan yang sempat mencekam kami beberapa saat yang hanya di temani oleh lagu lebih indah milik Adera akhirnya berhasil dipecahkan sudah.

Bukannya menjawab pertanyaanku, Marvin justru menatapku lekat-lekat. Setelah itu Ia menghembuskan nafas yang menurutku cukup, berat.

“Vin? Anwser me...” pintaku seraya menatap kedua bola matanya.

“Please. Gimana gue mau tau kalo elonya aja ga ngasih tau. Tell me baby.” Ku genggam kedua tangannya sebagai tanda untuk memberikan sedikit kekuatan padanya.

Tapi Ia tetap terdiam. 

Perlahan tangan milik Marvin menggenggam tanganku. Hangat. Meski terasa berbeda dari biasanya.

“Kamu tau kan kalo aku sayang banget sama kamu? Cinta sebenar-benarnya cinta?” tanya Marvin lirih sembari menatap lekat ke arahku.

Hey, tunggu. Marvin pakai aku kamu. Apakah ada sesuatu yang serius yang menimpa pada dirinya? God, ku mohon jangan berita buruk. Amin.

“Of course baby. I love you and you love me.” Balasku dengan penuh keyakinan

“Loe percaya kan kalo di hati gue Cuma ada elo. Kalo gue serius sama lo. Dimana elo berada, sejauh apapun jarak memisahkan kita. Absolut. Mutlak. Udah ketetapan dan  semoga akan terjaga selamanya. Cuma elo Ren. The one and the only one, ”

Marvin udah gue elo nih. Alhamdulillah yah. Thanks God, kayanya dia udah baikan nih.

Kalo bisa digambarkan . perasaanku kini layaknya suporter dashyat yang sedang berjoget lalalayeyey. Lega dan senag. Efeknya jadi pengen joget-joget deh. Krik. Kemudian hening.

“Yap, aku tau itu kok.” Balasku dengan memamerkan senyum lebarku, senyum termanisku tentunya. Singkat. Tapi dari nada bicaraku sudah tersimpan kepercayaanku pada Marvinku seorang.

“Jadi, yang mau gue omongin ke lo sekarang ini ada dua ren. Bad news sama good news.” Balasnya mantap

“bad..bad news? Mataku tebelalak lebar. Tuhan. Ada apa lagi ini? Baru saja aku lega. Tapi sekarang?

“Please, gue mohon lo dengerin dulu sampe selesai ya Ren.” Pinta Marvin padaku.

Namun tak sepatah katapun keluar dari mulutku. Rasanya lidahku kelu. Padahal, maksud dan tujuan dari Marvin pun aku belum tahu apa itu.

“Ren, can I continue it?” tanya Marvin sembari meremas jemariku. Menguatkan genggaman tangannya padaku.

“Gue tau elo kuat dear.” Lanjutnya singkat.

“hem..oke, gue dengerin” akhirnya hanya itulah yang sanggup keluar dari bibirku. Tak usah kau tanyakan lagi. Lemas. Tinggal menunggu saja apa selanjutnya yang akan diungkapkan olehnya.

“jadi, sebenernya yang mau gue omongin ke elo adalah........emm...ituu...emm tentang...........................................................................................................................

CUT!

-to be continued-

YAAAK! FINALY CHAP2 POSTED. NARI HULA-HULA\M/ huahahhaha
Maaf banget looh ini sist, jeng, tetehnya, mbaknya gue potong dulu adegan mendebarkannya :p
Sengaja sih sebenernya syalallala *ditimpukpembaca*
Sebelumnya makasih banget buat semua yang bersedia membaca , me-like, apalagi kalo mau mengomentari sesuatu yang saya tuliskan ini.
Sorry banget dipostnya super duper ngaret, ehhe maaf guenya UAS. Janji deh chap selanjutnya gabakal lama. Oke baby baby?:)
Monggo dikomen, kasih tahu dong yah mana yang kurang. Biar bisa memperbaiki kedepannya. Anyway ini kaya sinetron gak sih?

Muchlove- iffahsari musyrifah:*
Powered by Blogger.