akhir penantianku (cerpen)

Pernahkah kau merasa. bagai dililit sebuah temali yang kasat mata? tak bisa dijangkau , namun selalu mengekang kita. bagai seorang tawanan perang yang terpaksa patuh pada sipir penjara. 


Mungkin kau beranggapan perumpamaan yang aku tulis di atas terkesan melebih-lebihkan. Tapi itulah yang sesungguhnya terjadi kepadaku. maaf, aku masih menunggu. menunggu mimpi indah yang mungkin akan berakhir pada sebuah kenangan.

Banyak orang berkata kepadaku . "Hei, bangunlah dari mimpimu. Hidupmu masih panjang. Kau cantik, menarik, dan mudah bergaul. Mengapa kau hanya terdiam di satu titik? Tidakkah kau ingin melebarkan sayapmu? Kau bilang kau ingin terbang seperti burung?"

"Cukuuuuuuuuuuuuuuuup. Kenapa sih terlalu banyak orang sok tahu di dunia ini? memang siapa sih yang mau terus-terusan hidup seperti ini. Kau fikir aku nyaman? Tidak. kalian salah besar."

Hey, aku terlalu asyik menumpahkan keluh kesahku sehingga lupa memperkenalkan diri. Maaf. bukan bermaksud untuk melupakan hal yang menurutku, ini penting loh. Yak, dari mengenal nama seseorang mungkin akan menjadi awal yang bagus untuk saling berhubungan.

Namaku Olivia Sandra, tapi kebanyakan teman-temanku memanggilku Oliv. Singkat kan? Aku mahasiswa baru di sebuah universitas yang cukup terkenal di negeri ini. Siapa sih yang tak mengenalnya? Dengan almamater kebanggaan kami yang berwarna kuning dan terletak di posisi yang strategis yang mudah dijangkau tidaklah heran jika tempatku menuntut ilmu ini cukup tersohor di negeri ini. Univrsitas Indonesia.

Awal tulisanku mungkin akan mengakibatkan aku dijuluki sebagai cewek galau on the week. haha. Sungguh tragis ya? padahal aku ini tercatat sebagai mahasiswi jurusan psikologi loh. Harusnya aku mampu menolong orang lain. Tapi mengapa justru aku yang terjebak dalam masalahku sendiri? 

Oke, harus aku akui, aku mungkin bisa dikategorikan ke dalam remaja labil. Ini kisahku, kisah hidupku. Semoga bagi siapapun yang membaca kisahku ini bisa lebih baik ya kedepannya. Ini sekedar pengalamanku, mungkin bisa menjadi referensi kalian para galauers.

check it out..

Sendiri tapi merasa terikat. Kalau dibilang single tapi tidak bebas. Mau memulai sesuatu dengan orang lain tapi hati masih tertuju pada yang telah berlalu. Yang telah pergi dengan menyisakan sejuta luka. Memelukku dengan hangatnya, dengan semua harapan-harapan kosong yang ia tawarkan. Mengunciku dengan fantasi untuk kembali bersamanya. Seakan fatamorgana di gurun sahara. Bagaikan kafein yang menawarkan candu yang merasuk dalam setiap hembusan nafasku. Menegaskan kepada pusat pengatur fikiranku untuk terus menunggu..menunggu..dan menunggu.

Could I still waiting for him?

*****

"Ah, siapa sih yang nyetel lagu itu? Mboooooooook, lagunya matiin sekarang. Olive kan udah bilang, Oliv benci lagu ini!" 

Lagu Raissa yang tiba-tiba mengalun begitu saja di tengah aku yang sedang menikmati makan siangku membuatku begitu terusik. Aku bukan raissa haters kok. Aku cuma benci dengan lagunya. Seakan-akan lagu ini menertawakanku dengan sejuta kebodohanku. Liriknya ituloh aaaaaa benci benci aku benci.

****

the lyric kill me. killing me softly.
the message of that song it's so mine.
'bout a girl who waiting. waiting for nothing


is it just my feeling? or it's the fact??......


****

"Maaf-maaf Non. Si Mbok ga bermaksud bikin Non Oliv sedih, itu tadi Si Mbok lagi pengen dengerin apa tuh Non namanya yang suka di puterin di radio gen ep em. Yang penyiarnya uedan kabeh. Ituloh Non nyalah nyambung kalo ga salah. Iya Non, Iya! " Jawab Mbok Sum dengan takut-takut

Dengan tampangnya yang menunjutkan raut perasaan sangat bersalah membuat ku merasa kasihan pada si Mbok . Iya sih kalo aku fikirkan dengan akal yang lebih jernih memang itu bukan salah si Mbok. Toh itu kan hak penyiarnya mau memutarkan lagu apa. Aku saja yang sensitif. Huh. Be strong Oliv! You Can!

"Iya mbok gak papa , maafin Oliv juga ya. Oliv cuma kalut tadi . Itu namanya salah sambung mbok, bukan salah nyambung. Emang lawak sih si kemal sama TJ." sahutku dengan diakhiri seulas senyuman. Dari sudut mataku dapat kulihat pancaran mata si Mbok menunjukkan sinar kelegaan. Oh Tuhan, maafin Oliv tadi. Oliv hampir aja zolim sama si Mbok.

***

Selesai makan akupun langsung kembali ke kamar. Ku edarkan pandanganku ke sekeliling kamar, dengan dominasi warna pastel dan wallpaper yang menampilkan perpaduan yang cocok seharusnya membuatku merasa sangat nyaman. Tapi kenapa moodku tidak kunjung membaik?

Kuambil Ipod putih kesayanganku yang tergeletak manis di sisi bantal kesayanganku. Sengaja ku putar playlistku secara acak. Semoga dengan ini moodku segera membaik ya, I hope

Deg. Mengapa lagu ini LAGI? Oh gawd, apakah ini sudah direncanakan dengan baik?

telah lama aku bertahan
demi cinta wujudkan sebuah harapan

Dengan mata terpejam kubiarkan lagu ini mengalun dengan lembut di telingaku. Ku coba untuk merilekskan diri dan mengenyahkan semua pikiran negatif yang aku ciptakan sebagai sikap antipatiku terhadap lagu ini. Calm down liv.


namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang


Harapan.Menunggu. Hilang. Oh Tuhan mengapa ini bisa begitu pas. Sempurna. Tiga kata itu menjadi keyword yang selalu mengunci hatiku hingga kini. Membuatku susah untuk membuat sebuah perubahan kecil dari sikapku selama ini. Ingin menerobos semua itu tapi aku terlanjur berjanji. Janji yang diucapkan secara tak sengaja. Dan terlanjur tertanam di hati. Tiga kata yang sebenarnya biasa saja, tapi bagiku merupakan sebuah pengikat, Pengikat kebebasanku membuka lembaran baru kisah percintaanku.

sekarang aku tersadar
cinta yang ku tunggu tak kunjung datang

Apakah lewat lagu ini Tuhan mencoba menyadarkanku? Mengingatkanku bahwa apa yang aku lakukan selama ini sia-sia belaka. Menunggu seseorang yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Bahkan untuk sekedar mengirimkan sms pun tidak. mungkin aku memang bodoh. Dengan begitu mudahnya  percaya akan janji-janji manisnya, Yak, kesalahan gadis belia yang baru mengenal cinta. Sedikit kata-kata manis saja mampu membuatnya nge-fly. Merasa terbang jauh keangan-angan. Membuat diriku tak berkutik untuk terus membuat sebuah lengkungan dari bibir manisku. Membiarkan anganku dipenuhi dengan berjuta-juta kisah-kisah romantis. Impian remaja yang sedang jatuh cinta.


apalah arti aku menunggu
bila kamu tak cinta lagi 

Apalah arti aku menunggu?
hallo kenapa baru terfikirkan sekarang? Kemana saja aku ini? kemarin? Setahun kemarin? Bahkan 3 tahun 4  bulan yang lalu saat aku terakir bertemu dengannya? Apa saja yang aku fikirkan selama ini? Mengapa aku begitu terlena menikmati penantian ini? Mengapa aku tak sadar dan terbuai hingga aku jatuh seperti ini? Padahal seperti aku ketahui Ia kini tak sendiri lagi. Entah apa statusnya sekarang yang pasti kami sudah menjauh, jauh jauh dan tak tergapaikan lagi. 

Kenapa menasihati orang itu mudah . Tapi menasihati sendiri susahnya minta ampun?

Yaampun aku baru ingat beberapa bulan lalu saat aku memarahi sahabat baikku. Ify. Saat itu ia berubah menjadi 180 derajat, menjadi seorang gadis yang pemurung dan tertutup akibat LDR dengan kekasihnya dan si kekasih terbukti berselingkuh dengan gadis lain. Dengan mudahnya aku mengatakan kepadanya,

"Ngapain lo pikirin dia terus? Emangnya dia mikirin lo apa? Boro-boro. lo tuh ga pernah sedikitpun mampir ke pikiran dia. Sedangkan lo? Apa? Waktu lo cuma dihabisin buat mikirin dia. Emang dia tau tiap malem lo nangisin dia? buka-buka diary baca kisah romantis kalian? Mandangin semua pemberian dia? Liat-liat foto kalian berdua. Melukin si Mr Teddy seakan-akan lo lagi meluk dia. Enggak kam? Enggak. Move on Fy, lo ga boleh gitu terus, Gue sakit ngeliat lo kaya gini. Gue gakuat liat sahabat gue sedih terus.Gue mau lo yang dulu, yang bawel, yang ceria."

****

Mungkin saat itu aku tengah lupa pada masalahku , lupa dengannya. Karena saat itu aku tengah sibuk-sibuknya menjadi panitia dari sebuah event besar di fakultasku. Menyibukkan diri ternyata mampu mengenyahkan pikiranku dari angan tentangnya. Tapi kenapa sekarang aku jatuh lagi. Aku harus bangkit. Yak, Bangkit!

Berkata itu memang gampang, tapi hanya orang-orang yang berani saja yang mampu merealisasikannya dalam sebuah tindakan nyata.

*****
 
namun ku rasa cukup ku menunggu
semua rasa tlah hilang


Mungkin ini sudah saatnya. Mungkin inilah jawaban dari doa-doa yang selama ini aku panjatkan. Terima kasih ya Allah , engkau terlalu sayang kepadaku sehingga tak kau biarkan aku untuk terus-menerus menunggu sesuatu yang tak pasti. berlama-lama hanya untuk sebuah hal yang jauh dari kata berarti. yang hanya membuat waktuku tersisa. Terjebak di dalam imajinasi yang aku ciptakan sendiri.

Inilah titik kejenuhanku. Mungkin inilah waktu yang tepat untuk membuang semua rasa itu. Yak, rasaku untukmu perlahan telah hilang sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya tak kubiarkan sedikitpun untuk tersisa. Walapun hanya 1/99999 bagian mungkin. Bagai debu yang berterbangan, berserakan di langit yang biru. bergerak bebas kemanapun ia pergi. Aku siap. Aku siap memulai sesuatu yang baru.

Ketika kamu berani untuk melangkah menuju masa depanmu. Membuang masa lalu yang membelenggumu. Engkau telah menjadi pemenang. Pemenang atas dirimu sendiri. Kau telah sukses mengendalikan dirimu ke arah yang lebih baik.

****

dahulu kaulah segalanya
dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku

Benar bahwa kau dulu adalah raja bagiku, pemegang tahta tertinggi dalam kerajaan hatiku. Seseorang yang sangat berarti bagiku. Penyemangatku. Peri Cintaku. Malaikat penjagaku. Sumber Inspirasiku. Bahkan kakak bagiku. Dulu memang kau kekasihku. Pemilik hatiku. Kebanggaanku. Dimanapun aku berada, hanya kamu, kamu dan kamu. Satu yang tertulis di hatiku. Yang selalu mampu membuatku merasa teristimewa.

Kau memang teristimewa di balik semua kesederhanaanmu
Kau yang terbaik, meskipun semua orang meremehkanmu
Kau terlihat dingin tapi hanya untukku kau menjadi pribadi yang hangat
Kau tegas, tapi aku tau itu semata hanya untuk kebaikanku
Kau yang terus mendukungku, menyemangatiku, meski yang lain mencemoohku

Walau kau tak berkilau seperti berlian. Walau kau bukan manusia sempurna yang tanpa cela. Tapi kau menjadi sempurna di mataku dengan segala kekuranganmu. Kau yang terbaik yang pernah ada.

Dulu. Itu dulu kawan. Catat!
Mungkin yang harus aku lakukan setelah ini adalah mengubur semua persepsi tentangnya. Mencoba membuat semua tentangnya menjadi sesuatu yang teramat biasa. Sehingga untuk mengenangnya pun perlu untuk difikirkan dalam waktu yang lama. Perlu berfikir seribu kali.

****

namun sekarang aku mengerti
tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama




Kini aku faham. Kini aku mengerti. Semua telah berubah. Semua tak sama seperti dulu. kini jalanku dan jalanmu sudah berbeda. Kini kita sudah berlawanan arah. Ibarat magnet, aku menjadi kutub utara dan kau kutub selatannya. Jalan kita sudah berbeda sayang. tak pantas lagi untukku selalu memikirkanmu. Aku sadar. Aku ikhlas kok, mungkin takdir kita memang berbeda. Toh, kalau kita berjodoh pada akhirnya kita akan kembali bersama. Tapi tenang saja, aku tidak akan sejahat itu kok, menghapus semua kebaikanmu. Mungkin yang masih pantas untuk diingat akan aku ingat selalu. Akan kuberikan kau tempat tersendiri di sudut hatiku. Yang akan kukunci rapat-rapat dan biarkan Yang diatas dan waktu yang mengaturnya.


Selamat jalan. Selamat jalan kasih. Mantan kekasih tepatnya. Selamat jalan mantan terindah.
Jemput impianmu ya. Aku juga kok . Aku pasti berubah. Bangkit dan bangkit. Kamu liat deh nanti aku bakalan jadi orang sukses. Kita sukses sama-sama ya. kalau jodoh, kita pasti bakalan sama-sama lagi kok.

Kini aku sadar hidupku masih panjang. Masih banyak kerikil yang membentang luas yang siap menyambutku. Aku harus kuat. Aku harus mampu menghadapi semua itu. I will give my best for my future.

Sebuah kisah yang telah berakhir bukanlah untuk ditangisi maupun disesali. Biarkanlah itu menjadi bagian hidup kita, sebuah proses yang mengiringi kedewasaan kita, menjadi pelajaran bagi kita untuk menjalani hidup kedepannya. Sekaligus mungkin menjadi sebuah kisah yang kelak akan menjadi pelajaran untuk anak kita kedepannya. Who knows? Sama seperti kita yang mengambil setiap hikmah dari kisah milik mama kita:)


much love . iffah :*
hehe udh lama nih ganulis gimana komennya? rada aneh ga ya?
masalah judul demi deh ya gue paling angkat tangan nih kalo disuruh ngasih judul yang tepat.



big thanks to : 
  • mbak raisa apalah arti menunggunya keren bangeeet
  • @dhitals gara-gara lo pengen ikutan lombanya @radiogalauFM gue jadi termotivasi buat ikutan
          mehehe tapi gatau deh ini masuknya galau apa move on sih?
  • my hannybanny bala-bala lappy tercintah
  • sama buat yg udh mau baca atau sekedar mampir ke blog ini makasih bgt yaa! komennya aku tunggu bgt loh :D ({})



CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top