If being good is not enough, then, why shud stay? what shud I do? why shud survive?

Yayayayaya, dan berbagai macam kata-kata menari-nari dengan indahnya di otak gue.

Am I wrong?
And all I did is never being right?
Shud I being anybody else?

dan berbagai macam pertanyaan pun meluncur dengan derasnya.

NoNoNo. No matter what, I will always be myself.
I never try to being fake, I always try to give, to show the real me.
I always try for being independent, for making a tiny request, for cover everything by my self.
As long as I can....

X : lo nggak kecewa? nggak sakit hati gitu?
Y : Don't mention it. Sakitlah, sakit banget. Mati rasa sih yang ada kalo gini terus.
X : Terus lo diem aja gitu? Nggak mau coba ngomong atau semacamnya, like talk heart 2 heart?
Y : HAHAHAHA. Apa sih yang bisa gue lakuin? Toh dengan diam atau bicaranya gue nggak akan mengubah apapun


Percaya atau nggak, sering banget di otak gue berputar bermacam-macam dialog. Buat gue sih daripada gue teriak-teriak meluapkan kekesalan gue alias impulsive. Ya meskipun sering juga sih dilakuin. At least nggak bakal merugikan orang lain, kecuali gue sendiri. Gue tahu, kesedihan itu nggak bisa dihilangkan, tapi seenggaknya bisa dituangkan ke dalam kata-kata yang membentuk sebuah rangkaian. Okey, let's say i'm stranger. But, it works for me.

Bagi gue senggaknya ini bikin lega, daripada cuma bertumpuk dan menjadi ganjalan.

Curhat banget? YAUDAH SIH.

dan di postingan selanjutnya gue bakalan bikin #YAUDAHSIHmoment

Just wait and enjoy it.
Byeeee

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top