Duh, cinta! (#FF2in1)


 “Jadi selama ini lo bela-belain ini itu cuma buat dia? Dia yang bahkan nggak pernah menoleh buat lo? Are u kidding me?”

Tara menatap frustasi ke arahku. Semenjak sesi curhat dari hati ke hati satu jam yang lalu, dan semua yang selama ini terkunci terbuka rapat, aku tak ubahnya bak terdakwa yang sedang menjalani persidangan.

“Gue nggak masalah kalo lo lagi jatuh cinta dan pengen terlihat special di mata gebetan lo. Tapi seenggaknya nggak kaya gini Na. Lo sadar nggak sih? Renata yang ada dihadapan gue bukan Rena yang dulu gue kenal.”

Skak! Gue cuma bisa terdiam dan memandang hampa langit-langit kosan Tara. Nggak munafik dan nggak mengelak, toh sedalam apapun lo menyimpan rahasia, suatu saat pasti bakal terkuak juga. Harus gue akui, semenjak kenal Adit, senior dua tahun di atas gue, dunia gue memang berubah dan berfokus pada lelaki itu. Nggak peduli dia sadar atau nggak sama keberadaan gue, nggak peduli apakah suatu saat dia bakalan membalas rasa yang dari hari ke hari semakin dalam buat dia seorang.

Semua bermula saat ospek tiba, kegagahannya, kharismanya, dan ketampanannya seakan mengalihkan dunia gue. Waktu itu, lagunya Afgan-wajahmu mengalihkan duniaku lantas menjadi soundtrack favorit gue. Maklum, lagi dimabuk asmara.

Pelan tapi pasti gue mulai mencari-cari semua info tentangnya dan kepo jejaring sosial yang dimilikinya menjadi rutinitas gue setiap malamnya. Nggak jarang tiap kuliah pagi gue ketiduran di kelas dan sering ditegur dosen. Sampai saat itu tiba, saat-saat yang tadinya gue rasa sebagai best moment dari perjalanan cinta gue yang berujung  happily ever after.

Dari awal semua memang terasa bagaikan mimpi yang ternyata berakhir hanya sekedar mimpi belaka. Sempat dekat beberapa bulan, mulai menyesuaikan dan ketergantungan, hingga semuanya terasa memyakitkan.

The hardest moment of broken hurt is to let him go but your heart still into him.

Nyatanya selama ini yang Adit lihat bukan sosok Rena yang sebenarnya, melainkan Kirana. Kirana Naraya, mantan sekaligus cinta pertama Aditya Rezki yang telah berpulang ke pangkuanNya tiga tahun yang lalu.

“Seenggaknya lo harusnya sadar Na kalo Tuhan masih sayang sama lo. Buktinya lo dikasih tahu kan lewat caraNya tersendiri kalau selama ini lo cuma dijadiin sebagai “pengganti” yang telah pergi hanya karena fisik lo persis banget sama mantannya. God with you, you deserve better beib.”

Dan alunan nada milik Hoobastank mengalun dengan lembut dari iPod biru milik Tara, No one can change a person, but someone can change a person for a reason. Kini aku hanya bisa tertawa mengingat kebodohanku selama ini. Rela berubah demi sebuah hal yang sia-sia. Duh, cinta!


CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Thankyou for visiting my blog. Let's connect & be a friend:D

Cheers,
Ifa

Back
to top