-->
Menu

your blog banner

your blog banner

Reborn #2 Move On

/ / 0 Comments
Reborn
#2 Move on
--------
“Gue denger dari tante Vanya katanya lo mau move on ya? Duhileeeh gaya bener.”

Waktu masih menunjukkan pukul 9 pagi saat Alvin tiba di rumah Ify. Berhubung Alvin sudah dianggap anak oleh Keluarga Wijaya, nggak heran kalau Alvin bisa dengan mudahnya keluar masuk ke kediaman keluarga tersebut. Sementara si empunya rumah, Ify, sedang asyik menikmati film favoritnya dari layar kaca. Apalagi kalau bukan Barbie.

“Berisik lo sipit. Ganggu aja.” Ucap Ify sambil melemparkan bantal sofa ke arah Alvin. Beruntung Alvin sigap dan dapat menangkap dengan baik “serangan” dari Ify itu dan malah mendekap bantal tersebut erat-erat sambil duduk di sebelah Ify.

“Kaya gini bilangnya mau move onWake up non. Di dunia ini nggak segampang itu bikin ending yang membahagiakan.”

I know Alvin Dewantara, tapi bisa nggak sih lo diem dan duduk dengan tenang sampai film favorit gue selesai?” kali ini Ify nggak segan-segan memberikan tatapan tajamnya kepada Alvin.

Biasanya, di waktu libur kayak gini banyak banget film barbie yang diputar di layar kaca. Makanya, meskipun masih memakai baju kebesarannya, piyama bercorak bunga-bunga, Ify udah stay tune di depan tv setengah jam sebelum film dimulai.

Toh, nggak ada salahnya bukan membayangkan adegan sang putri dengan pangeran meskipun hanya bisa mendatangkan kesenangan sesaat?

***

“Yaampun, anak gadis mama udah jam segini masih aja males-malesan. Gimana jodohnya mau dateng? Vanya yang baru pulang senam melihat anak gadisnya masih asik menonton televisi dengan Alvin yang sedang bermain gadget di sebelahnya.

“Eh ada Alvin toh, kapan datang?”

Alvin mencium tangan mama sahabatnya yang juga telah dianggapnya sebagai ibunya sendiri dengan sopan. Mama Alvin dan Ify memang bersahabat saat SMA dulu, nggak heran kalau hal tersebut juga menurun kepada anak-anaknya.

“Sejam yang lalu tante. Tadinya mau ajak Ify keluar buat ngehibur si cantik kita yang semalem patah hati ini, eh taunya yang mau diajak masih betah nonton serial favoritnya.”  Alvin melirik sekilas ke arah Ify yang masih serius menatap adegan-demi adegan yang tersaji di layar kaca.

“Kayak kamu nggak tau aja Vin, Ify kan emang soulmate banget sama barbie dari kecil. Nggak heran kalau udah gede gini masih juga doyan yang kaya begituan.”

“Eh sipit apa tadi lo bilang? Gue udah move on tauu!!!” gerah juga lama-lama menjadi bahan obrolan mama dan kakak ketemu gedenya, akhirnya Ifypun bergabung dengan mamanya dan Alvin yang hendak membuat sarapan.

***

Suasana Mall Taman Anggrek di Hari Minggu  ramainya nggak kira-kira. Mungkin masyarakat perkotaan sudah memiliki mindset sama, yaitu berekreasi adalah pergi ke pusat perbelanjaan. Berhubung Ify dan Alvin hobi bermain ice skating, mereka berencana untuk menghabiskan akhir pekan ini dengan bermain ice skating seharian, tapi ternyata mereka nggak beruntung. Venue yang terlalu ramai membuat keduanya malas dan lebih memilih untuk karaokean saja setelah memutuskan untuk nongkrong bentar di mcd sebelum pergi ke tempat karaoke.

“Jadi apa rencana lo buat move on dari pangeran lo itu?”

Don’t call him like that. Setelah kejadian semalam Rio udah nggak pantes lagi disebut pangeran.”

“Hah? Lo nggak lagi sakit kan Fy? Tumben sadar hahahaha.” Wajar jika Alvin menganggap hal tersebut mustahil bagi seorang Ify. Pasalnya seorang Mario di mata Ify selalu tergambar sebagai seorang pangeran berkuda yang tampan dan gagah rupawan.

 Harus dicatet nih, keajaiban dunia ke-8, pikirnya.

Tukkk! Sebuah sendok plastik berhasil mendarat di kening mulus Alvin.

“Makanya kalo ngomong tuh jangan asal.” Kilah Ify saat Alvin menatap tajam ke arahnya. Dan dengan tanpa dosanya kembali memakan dengan lahap cheese burger miliknya.

“Heran, kelakuan yang kayak gini dipilih jad queen. Nggak ada bagus-bagusnya.” Kata Alvin sembari mengelus-elus keningnya yang mulai memerah.

“Jadi, apa rencana lo?” katanya lagi sambil memfokuskan pandangannya ke arah Ify.

“Bewntawrrr gruweee awbishiin makhan ghue dhuluue.” Dengan mulut mash penuh dengancheese burger, Ify menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alvin.

“Jorok! Abisin dulu makannya, baru ngomong Ify Marissaaaaaaa.”

Simple thing  that could make you happy. Yang kayak gini nih yang bikin persahabatan mereka awet sampai sekarang. Hal-hal kecil yang nggak pernah luput dari perhatian Alvin yang membuat Ify selalu nyaman dan nggak perlu bersikap jaim di hadapan Alvin.

“Nih, baca.” Ify  mengeluarkan sebuah gulungan kertas dari dalam satchel bag miliknya. Kertas berwasa tosca yang digulung rapi dengan pita berwana senada, warna kesukaan Ify.

Proses Rio-detoksifikasi.

Plan A :
-Nggak bakal ketemu Rio kecuali yang berhubungan dengan band maupun tuntutan profesionalitas semata.
-Dilarang keras anter mama ke tempat Tante Manda. Sebagai gantinya Alvin atau Mang Aseplah yang berkewajiban melaksanakan tugas mulia itu.
-Kalau nggak penting-penting amat nggak perlu menghubungi Rio via apapun, entah bbm, line, twitter maupun sms.
-Jangan pernah sekalipun angkat telfonnya, bisa-bisa suaranya bakal bikin lemah dan bikin gagal move on lagi.
-Try to find a new one. As soon as possible!!!

Intinya, Stop kagum sama Rio untuk masa depan yang lebih baik. Fighting!!!!!

Plan B : masih dipikirkan.

Tertanda,
Ify Cantik

“HUAKAKAKKAKAKKAKAKKAK. Yaampun Ifyyyy lo bakat ngelawak darimana sih? Gila ini kocak banget gakuaaat.”

Alvin masih tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perrutnya. Menurutnya, apa yang dituliskan Ify adalah hal paling konyol di dunia. Alvin sih setuju banget kalo Ify menjalankan proses detoksifikasi Rio, tapi nggak perah terfikir kalau step by step yang harus Ify ambil harus seperti itu.

“Diem deh lo sipit. Males gue jadinya. Bukannya dukung adek lo tersayang buat selangkah lebih baik, eh lo malah ngetawain gue.”

“Abis lo lucu banget sih Fy.”

“Hahahahahhaha.”

“Udah puas ketawanya?” sinis Ify sambil melirik tajam ke arah kakak ketemu gedenya itu. Sayangnya Alvin terlalu khusyuk tertawa hingga tak menyadari perubahan  mood yang dialami Ify.

“Bete ah gue.” kali ini Ify merapikan gulungan kertas yang telah dibuatnya sepenuh hati tadi malam. Padahal menurutnya hal-hal yang mesti ia kerjakan sesuai dengan list yang telah ia buat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, butuh proses dan waktu yang tak singkat. Bagaimanapun kebersamaannya bersama Rio selama ini yang nyaris tak terpisahkan akan menjadi penghalang besar baginya.

“Ya maaf fy, jangan bete gitu dong, kan gue cuma bercanda.”

“Nggak mempan senyum lo buat gue, gak bakalan deh bikin gue luluh.” Sewot Ify yang masih kesal dengan kelakuan Alvin beberapa saat yang lalu.

“Oke, oke. Gue bakalan lakuin apa aja biar princess gue yang satu ini nggak marah lagi sama ge.” Ucap Alvin lagi sambil menatap penuh harap pada Ify.

Ify tampak berpikir sebelum mengiyakan pemintaan Alvin. Kesempatan nihkapan lagi?Pikirnya.

“Gue bakalan maafin elo dengan 1 syarat. Hari ini lo teraktir gue sepuasmya. Nggak mau tau! gue pengen beli sepatu inceran gue terus pulangya kita mampir ke ninotchka, gue kangen udah lama nggak kesana. Deal?” ucap Ify seraya mengangsurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Alvin.

“Mau gimana lagi, daripada lo ngambeknya lama. Yaudah deh deal.” Alvinpun menyambut uluran tangan Ify dengan tampang ogah-ogahan.

Siap-siap bangkrut deh gue, tambah Alvin di dalam hatinya.

Bukan tanpa sebab kenapa Alvin langsung mengiyakan permintaan Ify tanpa berpikir dua kali. Soalnya Ify kalau lagi ngambek nggak enak banget anaknya. Rio aja pernah didiemin selama seminggu sama Ify gara-gara lupa nepatin janjinya yang mau ngajak Ify seharian main di Dufan dan lanjut trip ke Pulau Tidung. Efeknya Rio harus dirawat di rumah sakit gara-gara thypus karena tiap hari rela hujan-hujanan biar dapet permintaan maaf dari Ify. Mau nggak mau Ify luluh juga dan nggak tega sama kondisi Rio.

Salah Rio juga sih. Tapi Alvin sebagai saksi mata aksi mogok bicara Ify ke Rio ngeri sendiri ngeliatnya. Biar gimanapun dia sayang banget sama Ify dan nggak akan kuat kalau mengalami hal yang sama.

***
“Seneng hari ini?”

“Banget Viiiin. Makasih ya kokoku cayaang.” Kata Ify sambil memeluk manja lengan Alvin.

Jam digital di mobil Alvin sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam, nyaris 12 jam Alvin dan Ify menghabiskan waktunya di luar.

“Ya iyalah gimana nggak seneng, udah main seharian, dapet sepatu baru, selusinmacaroon, sama kaleng cake in jar.” Sewot Alvin keki lengkap dengan tampangnya yang merengut.

“Ikhlas kali Vin, yaelah kali-kali amal dikit buat gue.” balas Ify sambil memasang tampanginnocentnya yang nggak mungkin membuat Alvin melanjutkan ocehan panjang lebarnya.

“Yaudah masuk sana. Salam sama tante dan sampein maaf gue karena kemaleman. Jangan sok-sokan begadang malem ini. Awas aja kalo ketahuan.”

Please deh Vin, kalo dipikir-pikir elo tuh harusnya jadi emak-emak aja. Bawel banget!”

“Sialan. Gue care sama elo tau.”

Just kidding brother, nyetir yang bener ya ” kata ify sambil melambaikan tangan sering dengan kaca mobil Alvin yang perlahan tertutup..

Seenggaknya Tuhan sayang banget sama gue. Disaat gue butuh sandaran, malaikat penjaga gue berwujud Alvin selalu ada di samping gue.

Sampai mobil Alvin menghilang di belokan barulah Ify membuka pagar dan masuk ke dalam rumahnya masih dengan senyum yang terus mengembang.

TBC....
***

Haloo part 2 datang. Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa settingnya ganti jadi Jakarta. Setelah dipikir-pikir lagi berhubung gue ngga kenal 'medan' Bandung kayak apa jadilah cerita ini balik ke ide asal yaitu pake latar belakang ibukota.

Selamat baca dan semoga suka. Leave your comment guys. Thanks.
IFA

Reborn. #1. Failed Prom

/ / 1 Comments
Reborn.
#1. Failed Prom
-------
Jika aku ditakdirkan untuk jatuh cinta kembali, aku ingin seperti bayi yang baru dilahirkan.
Lugu, seperti jatuh cinta saat pertama kalinya.
Cerah, secerah saat pertama kali kita bertemu dan kau tersenyum padaku.
Ringan, seakan tanpa beban dan tanpa takut terluka.

Reborn
Izinkan aku untuk merasakan terlahir kembali. Tanpa kamu, tanpa kita.
-Ify Marissa.
----------------
 “Kenapa Ify yang selalu mengalah untuk kebahagiaan Rio?”

“Kenapa nggak Rio aja yang seharusnya belajar lebih peka dan lebih ngertiin Ify? “

“Kenapa Vin? Kenapaaa??!!!!!”

Ify masih terus menangis sesenggukan di bahu sahabatnya, Alvin. Alvin Dewantara, lelaki yang sejak tadi setia memeluk gadis bermata hazel itu. Mencoba memberi kekuatan. Mencoba menyalurkan semangat untuk jiwa yang sedang rapuh itu, yang hatinya retak berkeping-keping.

Malam ini Prom SMA Altavia angkatan ke-30 yang seharusnya berjalan dengan sangat meriah. Prom yang mengambil tema  Back to 60’s ini memang mengharuskan seluruh siswa-siswi kelas 12 untuk mengenakan pakaian ala putri dan pangeran sebagai dresscodenya. Prom yang seharusnya menjadi pesta perpisahan yang akan dikenang sepanjang masa dan diiringi gelak tawa serta canda ternyata berakhir tragis bagi seorang Ify.

Seharusnya hari ini Ify asik berdansa dengan Rio

Seharusnya hari ini seluruh warga Altavia menjadi saksi mata babak baru kisah kasih Ify dan Rio

Seharusnya.......

Failed Prom, ever.

Ify Marissa, kapten cheers sekaligus queen prom malam ini terpaksa mengasingkan diri ke halaman belakang Aula Altavia bahkan sebelum pesta dansa dimulai. Unrequited Love. Dimana-mana cinta yang bertepuk sebelah tangan memang hanya membawa kebahagiaan sepihak dan hanya menyisakan kesedihan yang mendalam bagi pihak yang lainnya.

Sudah jatuh tertimpa tangga, kira-kira itulah yang Ify rasakan malam ini. Mario Renaldo, bapten Basket kebanggaan Altavia lah yang sukses menghancurleburkan hati seorang Ify Marissa.

Bukan salah Ify jika berharap penuh pada Rio. Bukan salah Rio jika ternyata jatuh cinta untuk kesekian kalinya. Dan bukan pula salah takdir yang secara tak sengaja menjadi penghalang kisah cinta mereka.

Jangan bayangkan jika Kapten cheers akan selalu berpasangan dengan kapten basket. Menjadi pasangan termesra satu sekolah dan akan bahagia sepanjang masa. Ya, itu memang hanya akan terjadi, tentunya di dalam novel yang biasa kita baca maupun FTV yang sering menghiasi layar kaca. Karena pada kenyataannya seringkali hal yang dianggap nyata hanya ada dalam angan belaka.

“Udah dong fy, jangan nangis mulu. Masa queennya Altavia berubah jadi ondel-ondel Jakarta? Kan nggak lucu.” Alvin masih mencoba menenangkan sahabat yang sangat disayanginya, bahkan sudah dianggap adik kandungnya sendiri.

Pada prom kali ini yang menjadi King & Queen Altavia 2013 adalah Rio dan Ify. Tidak mengherankan secara mereka memang sudah lama menjadi kandidat kuat untuk mendapat gelar tersebut.

“Bodo amat Vin, gue nggak peduli.”

“Harus peduli dong fy. Kamu cantik, pintar, dan berbakat. Masa cuma gara-gara patah hati dunia kamu runtuh begitu aja?”

“It doesn’t work to me. Tapi makasih ya vin, you’re my best brother Alvinooo.”

***

Ify dan Rio. Dua nama yang udah nggak perlu diragukan lagi se-jagat Altavia Raya lantaran saking terkenalnya. Yang cewek kapten cheers dan berbakat banget di bidang kesenian. Jago main piano, bersuara indah, dan nggak perlu diragukan lagi kapasitas otaknya. Encer banget!

Yang cowok juga nggak kalah oke. Mario Renaldo, vokalis sekaligus bassist salah satu band ternama se-Bandung raya, The Prince. Ganteng, tajir, jago basket, dan jago mencipta lagu. Nggak heran kalo Ify dan Rio pernah kolaborasi bikin lagu bareng  dan sukses jadi  lagu yang paling hits di radio-radio kenamaan di Bandung. Too good to be true. Such as perfect couple, right?

Emang dasar cinta. Nggak semulus jalan bebas hambatan. Nggak selancar kisah-kasih yang sering kita tonton di layar kaca. Nggak semudah membalik telapak tangan. Dan seringkali nggak sejalan dengan harapan.

Meskipun kenal deket sejak mos dan sering digosipin punya hubungan spesial, ternyata hubungan Rip dan Ify cuma sebatas hubungan profesionalitas dan persahabatan. Walaupun Rio carenya setengah mati sama Ify, toh ujung-ujungnya cuma dianggap sahabat.

Nggak kurang dan nggak lebih.

Puncaknya di malam prom ini, Rio yang awalnya udah janjian bakal jadi prom datenya Ify tiba-tiba ngebatalin begitu aja dan dengan santainya menggandeng anak kelas sebelas buat jadi pasangan promnya.
Sakit? Pasti. Bahkan Ify udah pernah ngerasain yang lebih dari itu. Beruntung Ify punya malaikat penjaga yang rela menopang ify di kala jatuh dan selalu ada di samping Ify baik susah maupun senang.

“Iya Vin. Gue udah baikan kok.” 
Ify menghapus sisa-sisa air matanya dengan kasar. Mencoba tersenyum walaupun hambar. Seenggaknya gue udah berusaha, pikirnya.

“Nah gitu dong, itu baru Ifynya Alvin. Are u ready to back to the party?”

“Harus banget emangnya Vin?”

“Absolutely. It’s your night darling, don’t let the jerk ruin your last moment on Senior High School.”

“Ready?” Alvin sekali lagi menepuk pelan bahu Ify,  pertanda meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Setidaknya untuk malam ini.

“Ready!!!” ify menyambut tangan Alvin yang telah terulur dan menggandengnya kuat-kuat.

“Makasih ya Vin, kalo nggak ada elo mungkin gue bakalan menghabiskan malam ini buat menangis semalaman dan bangun dengan mata yang sembab besok pagi. Hiiy! Bisa turun deh kadar kecantikan gue.” kata Ify sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“You deserves better. Remember it Fy.” Alvin tersenyum melihat adik ketemu gedenya sudah bisa melupakan sejenak masalah hatinya. Buat Alvin apapun akan dilakukannya jika menyangkut kebahagiaan Ify.

“Iya iya gue tahu, sekali lagi makasih Koko apinkuu.”  Ify pun memeluk dengan manja lengan koko kesayangannya. Dengan Alvin lah Ify bisa bermanja-manja sesuka hatinya.  Alvin lebih tua dua tahun daripada Ify.  Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa kedokteran semester 4 Universitas Indonesia.  Makanya Alvin terlihat lebih dewasa dan lebih bijak dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Awalnya Alvin hanya dimintai tolong Ify untuk mengantarnya ke Prom lantaran Rio yang batal menjemput Ify dengan alasan ban mobilnya bocor. Siapa sangka jika yang terjadi adalah seperti ini?

Alvin adalah alumni Altavia dan cukup populer pada masanya. Ketua osis sekaligus ketua ekskul fotografer. Makanya waktu tahu Alvin datang dengan Ify, Rama,  ketua Prom mengajak Alvin untuk menikmati hasil kerja keras ia dan timnya selama 3 bulan lebih ini.

“Tuhan memang adil Vin,sebelum gue dikasih cobaan ternyata gue udah lebih dulu dikasih persiapan. Emang cuma elo yang bisa Vin.”  

“My pleasure dear. Sekarang senyum dan angkat dagu lo, tunjukin ke Rio bahwa elo baik-baik aja. Sangat baik malah.”

***

Aula, 21:30.

“Ify, kemana aja lo? Kok lo tiba-tiba ngilang gitu aja abis main satu lagu?

Emang dasar cowok paling nggak peka sedunia, sungut Ify di dalam hatinya.

“Bukan urusan lo kan Tuan Mario?” Ify memutar bola matanya pelan. Kalo boleh minta satu permohonan, rasanya Ify pengen minta biar cowok di hadapannya ini bisa sedikit sensitif sama keadaan di sekelilingnya.

Emang enak diPHPin kayak gini? Ucap Ify dalam hati sambil memandang sosok lelaki yang enggan ditemuinya saat ini.

“Mana Alvin? Tadi bukannya dateng barang elo ya?” bukannya menjawab pertanyaan yang diajukan ify, Mario malah membalas dengan pertanyaan lagi.

“Ke kamar mandi kali.”

“Pantes, terus lo nggak dansa?” lagi-lagi Mario melancarkan pertanyaannya. Tentunya hal ini membuat Ify yang sedang menikmati hidangan yang disediakan menjadi terganggu.

“Penting banget?”

“Iya lah, secara prom gitu. Masa lo nggak dansa sih? Sayang kali itu dance floor dianggurin.”

“I don’t care.” Balas Ify keki.

“But I care.”

“Oh.”

“Lo nggak kasian apa sama panitia yang udah nyiapin dari jauh-jauh hari? Bukannya itu juga ide lo ya?” tanya Mario lagi. Entah mengapa malam ini ia bisa sedemikian bawelnya.

Lo tuh yang nggak kasian sama hati gue. balas ify sarkastis, tentunya di dalam hatinya. Gimanapun gengsi lah ya.

“Mana cewek pujaan hati lo?”

Lo pikir cuma lo doang yang bisa nanya-nanya? Hah, rasain lo! Persetan deh Rio mau nganggap gue cemburu apa nggak. Toh, gue udah nggak peduli lagi.

“Acha maksud lo? Cemburu ya? Asiiik dicemburuin sama cewe paling cantik se-Altavia. Cihuuy!!!”

Rasanya kalau ada palu raksasa yang melayang di udara pasti sudah Ify hantamkan ke kepala lelaki tak berperasaan itu.

Damn Mario, pekiknya kesal.


To be continued...

***

Hallo!! entah kenapa malam ini kangen banget sama cast rify yang udah jarang banget bikin cerita pake cast kaya gini. Dan jadilah hasilnya yang kayak gini. Semoga suka ya.


Untuk kritik, komentar dan saran bisa langsung komen di blog ini atau mention via twitter @ifaaahsm.

Regards. 
IFA

Resolusi

/ / 0 Comments
Ramadhan datang alam pun riang
menyambut bulan yang berkah
umat berdendang kumandang azan
pertanda hati yang senang
hoo...
hati yang gembira
hoo...
penuh suka cita

(Tompi- ramadhan datang)

Marhaban Ya Ramadhan.

Time Flies. Nggak kerasa ya tahu-tahu sudah kembali bertemu dengan bula penuh berkah ini. Bulan yang dimana terdapat sale besar-besaran untuk mendapat pahala dari Sang Pemilik Semesta. Bulan yang agung, penuh berkah, dan merupakan timing yang tepat bagi kita untuk merenungkan yang telah lewat setahun ke belakang dan mulai menyusun persiapan untuk berbenah diri ke arah yang lebih baik.

Jadi target tahun ini apa?

Ya resolusi. Dari tahun ke tahun rasanya selalu ada resolusi yang dibuat saat dan pasca ramadhan.  Kenapaa harus resolusi? Karena paling nggak ada sesuatu yang menjadi ukuran kita dalam bertingkah laku. Ada targetnya, ada goal yang ingin dicapai.

Well, mengingat menjalankan resolusi yang kita buat sendiri dengan konsekuensi yang tentunya masih bisa kita tarik ulur rasanya masih susah untuk membuat suatu resolusi yang benar-benar menjadi revolusi, bukan evolusi. I mean, berubah dengan kontras. Berubah cepat dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Berhubung gue sadar diri dan nggak muluk-muluk karena takutnya ya gitu, suka nggak disiplin dengan apa yang udah direncanain. Jadilah tahun ini gue buat sesimpel mungkin dan meringkasnya ke dalam 3 resolusi utama saat ramadhan.

Khatam Al-Qur’an,  membiasakan diri sholat sunnah sebelum dan sesudah sholat fardhu (minimal zuhur dan ashar), serta full sholat tarawih. Tentunya sudah dipotong kalo lagi kedatangan tamu bulanan.
Mungkin bagi sebagian orang yang sudah menjalankan resolusi gue terlihat seperti hal yang sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya.  Congrats buat kalian yang sudah menjalankan dengan baik, dan doakan semoga gue bisa mencapai target tahun ini. Amin.

Agar terasa lebih mudah, kita bisa membuat catatan berbentuk diary ramadhan.  Kita bisa menggunakan bantuan tabel dan mencheck list kegiatan ang sudah kita lakukan. Rentunya bisa dibuat sekreatif mungkin dengan bantuan spidol warna-warni agara kitamenjadi lebih bersemangat. Dengan cara ini kita akan mudah memantau apa yang sudah berhasil kita lakukan dan mana yang belum.

Mudah kan?

Untuk khatam Al-Qur’an ada tips yang gue denger dari sebuah radio beberapa saat yang lalu. Kadang-kadang kita merasa susah untuk mengkhatamkan Al-Qur’an apalagi kalau diharuskan membaca satu juz sehari. Rasaya berat banget kayak disuruh lembur ngerjain deadline. Mungkin yang seperti itu karena kita belum membuat planning yang bisa membuat kita enjoy ngerjainnya.

Membaca 1 juz al qur’an dalam satu hari akan terasa berat jika hanya mengerjakannya di waktu tertentu apalagi kalau ayatnya panjang-panjang. Nah based on yang gue denger, satu juz itu kira-kira 20 lembar. Berhubung sholat ada 5 waktu, maka kita bisa mencicilnya dengan membaca empat lembar setiap sehabis melaksanakan sholat fardhu. Syukur syukur kalau bisa lebih, tapi tentunya harus pelan-pelan, step by step. 

Berdasarkan pengalaman gue, kalau kitanya over confidence kepedannya alias terlalu bersemangat mengejar setoran, lama-lama yang ada kita jenuh. Kayak misalnya sehabis sholat dhuha gue udah baca 20 lembar, nah gue akan merasa “oh target hari ini udah beres jadi yaudah nyantai aja tinggal ketemu besok.” Yang kayak gini nih yang menjadi hambatan besar, terutama buat gue.

Makanya untuk tahun ini gue mencoba strategi yang lain untuk bisa membaca al-Qur’an dengan enjoy dan menikmati setiap prosesnya. Bisa karena biasa. Selalu ada jalan jika mau berusaha.  Sesuatu yang awalnya berat pasti akan terasa ringan seiring dengan berjalannya waktu.

Yuk sama-sama belajar di bulan penuh berkah ini. Masalah target berjalan sesuai harapan apa nggaknya , at least wh have triedJ

Selamat berpuasa untuk yang menjalankan mulai hari ini. Mohon maaf lahir bathin ya.

Regards,
Ifa



10 Things I Hope from GagasMedia #unforgotTEN

/ / 1 Comments
10 Things I Hope from GagasMedia #unforgotTEN

A VERY HAPPY BIRTHDAY GAGASMEDIA!!!!!! <=)




Happy birthday the awesome one, Gagas Media! 

 Nggak kerasa udah10 tahun aja, dan kalo diibaratin anak kelas 5SD lagi enerjik-enerjiknya menikmati masa-masa awal pubernya. . Yap, semakin maju dan melanglang buana di jagad penerbitan ya! Dan semoga novel-novelmu semakin disukai dan laku di pasaran (:

10 tahun masih muda banget loh Gas, Keep shining ya!

FYI, tiap ke toko buku entah kenapa novel-novel Gagas Media selalu mampu menghipnotis buat cepet-cepet dibeli. Kenapa sih Gas pada ngegemesin semua? Kan kalo akhir bulan jadinya cuma bisa mupeng aja :-{ hehehe sedikit curhat boleh ya?

Kalo dilihat-lihat, sebagai penikmat novel, novel-novel kamu berkembangnya pesat ya. Honestly, dulu aku nggak terlalu ‘ngeh’ sama Gagas waktu lagi jamannya Teenlit lagi in banget. Tapi ya tapi, as I’ve said before, entah kenapa makin hari, makin berganti tahun gagas sukses mencuri perhatian penikmat novel dan nggak nanggung-nanggung setiap bulannya ada aja novel baru. Yang belum alam kepengen aja belum kebeli eh udah ada lagi yang baru hehehe. Kalo yang lagi hot-hotnya sih serial STPC, For God Sake mau banget ngelengkapin koleksinya , eh teryata novelnya mbak Winna “Melbourne Rewind” terbitnya deketan sama restartnya mbak Nina Ardianti. Duh, mana AYCE juga udah terbit lagi. Hehe doakan ya semoga secepatnya bisa ngelengkapin yang pengen banget dilengkapin, Amin. (Nasib anak kuliahan)

10 wishes di 10 tahunnya GagasMedia? Alias 10 Things I Hope from GagasMedia #unforgotTEN ?

Okey, let’s we start.

1.       First of all, semoga semakin sukses ya Gagas! Sukses menerbitkan buku-buku yang bagus, sukses melahirkan bibit-bibit penulis yang handal, dan sukses dalam menjual dan mempromosikan buku-bukunya. Semoga target selalu tercapai dan omset semakin naik ya Gas!

2.       Salut buat admin Gagas yang nggak pernah bosen jawab pertanyaan kita-kita baik di twitter maupun FB dan friendly banget.  Webnya Gagas juga kece banget deh, semoga email-email yang masuk juga bisa dijawab semua ya hehehe. Keep update dan jangan bosen-bosen untuk selalu berbagi infonya Gagas!:D

3.       Bisa kerja di GagasMedia rasanya impian banyak orang Gas. Semoga makin sering ngadain recruitment gitu ya, bukan cuma buat yang udah lulus kuliah  tapi yang sedang berkuliah juga semoga bisa dikaryakan hihi.  Semoga makin banyak juga penulis-penulis kece yang lahir dari GagasMedia.

4.       Gagaaaaas bkin magang dong, terutama buat kita-kita yang lagi liburan dan interest banget sama dunia penerbitan, especially novel-novel yang diterbitinnya. Kayanya semacam Tour sehari di kandang Gagas terus ada project yang bisa dilakuin bareng kayaknya sounds cool deh Gas. Selain bisa bikin pembaca, penerbit, bahkan penulis makin akrab juga bisa jadi bekal yang bermanfaat banget buat mereka-mereka yang emang interest dan addict banget di dunia tulis menulis, pernovelan, dan penerbitan. Kayak salah satu tagline kamu loh, “reading is hot but writing is cool”. So, ditunggu banget info magangnya :D (Oke, ini ngarep banget).

5.       Lebih banyak event yang melibatkan pembaca ya gas, kayak meet n great sama penulis, launching novel baru, tour ke kota-kota mungkin? Atau bikin temu pembaca, penulis dan penerbit sesering mungkin, biar makin akrab dan makin kompak pastinya. Bikin kerjasama juga Gas yang eventnya gandeng kampus atau sekolah-sekolah, pasti seru banget deh.

6.       Makin banyak kuis-kuis, dan lomba-lomba  ya Gas! Hopefully ada seminar sehari bersama Gagas atau semacam pelatihan menulis, tips n trick menjadi editor, gimana sih caranya bikin cover menarik, dll yang emang berhubungan dengan dunia penulisan dan penerbitan Gas. Camp on Holiday sounds great loh (:

7.       Kalo bisa nih kalo bisa harga novelnya nggak pada naik dan malahan makin murah  seiring BBM yang naik hehehe. Tetep affordable price tapi dengan kualitas yang bagus, dan semoga banyak novel-novel barunya yang bermunculan dengan cerita yang fresh dan nggak pasaran, bikin penasaran, dan bikin pengen lagi dan lagi buat beli novel-novel yang lainnya.

8.       Wishes ke 8,9,10 dan seterusnya semoga Gagas bisa tetep eksis sampai ke ulangtahunnya yang ke-25, 50 bahkan se-abad.  Sampai anak cucu kita juga bisa menikmatinya ya Gas!  Semoga selalu dilancarkan segala urusannya dan dimudahkan dalam menghadapi semua tantangan dan hambatan yang ada. Keep on fire & Keep Fighting. Dirgahayu GagasMedia, I love you!

Regards,
Iffahsari Musyrifah

Your future writer and sooner being part of you, Gagasmedia :) 
(Foreverwishes)


Powered by Blogger.