-->
Menu

your blog banner

your blog banner

Best Moment 2015: best of the best

/ / 6 Comments
Best Moment 2015: best of the best
Nggak kerasa banget ya sudah di penghujung tahun 2015. Banyak senang, suka, sedih, susah, maupun galau yang dirasakan. Sayangnya hingga detik-detik menjelang akhir tahun, saya belum ditakdirkan untuk berjodoh dengan pekerjaan impian saya, reporter majalah, marcomm, maupun public relation hehehe. Insya Allah di 2016 ya semoga saya mendapatkan pekerjaan full time yang sesuai dengan passion saya. Aamin.

Kalo di instagram sih best moment saya kayak gini:
best moment 2015 versi #2015bestnine hehe biar kekinian. Btw 100 post, sungguh luar biasa. Daebak!
Tapi tenang meskipun jobless, nggak berarti happyless kok. Alhamdulillah banyak kegiatan positif yang menyenangkan yang saya ikuti di tahun 2015 ini.

Well, maaf prolog postingan kali ini malah berujung dengan curhatan saya.

Oke, mari kita mulai best moment 2015, versi saya.

1. Skripsi-Lulus-Wisuda: Hooray!!!
Saya masih nggak menyangka bahwa akhirnya saya bisa melewati perjalanan panjang nan melelahkan dan penuh perjuangan itu. Skripsian. Seminar. Sidang. Wisuda. Alhamdulillah ya Allah saya bisa lulus tepat waktu, meskipun nggak cumlaude tapi saya bangga dengan predikat sangat memuaskan yang saya terima. 

Memanjakan mata dengan Negeri Van Orange

/ / 6 Comments
Memanjakan mata dengan Negeri Van Orange
Sejujurnya saya sangat suka dengan sinematografi film ini. Gambar-gambar yang ditunjukkan baik pemandangan maupun adegan disajikan dengan sangat indah. Tak hanya indah, juga memanjakan mata. Rasanya saat menonton film ini saya ingin sesegera mungkin pergi ke negeri van oranje tersebut, ke Belanda dan menjelajah semua tempat yang menjadi lokasi pembuatan film.

poster film Negeri Van Oranje (sumber : Google)
Kesan pesan setelah menonton film Negeri Van Oranje:

Rate untuk film ini untuk saya adalah 4.5 dari poin 5 untuk nilai sempurna. Sejujurnya nggak ada adegan yang bikin saya kecewa baik untuk konflik maupun endingnya. Penempatan iklan sponsor pun dikemas secara apik sehingga tidak mengganggu dan membuat fokus teralihkan.

KPP 2015, cihuy!

/ / 4 Comments
KPP 2015, cihuy!
Halo! Nggak terasa ya udah di penghujung tahun 2015.

Well, kali ini aku mau sharing tentang Kumpul Penulis Pembaca 2015 yang diadakan oleh Gagas Media, awal Desember lalu di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Tepatnya, di Galeri 678, Elmana Cafe dan Never Been Better.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini KPP hanya dilaksanakan satu hari saja, yaitu Sabtu, 12 Desember 2015. To be honest, event ini sudah aku tunggu-tunggu banget dan masuk ke list event yang wajib didatangi setiap tahunnya. I loveee novel, especially pop romance.

Bagiku, bertemu penulis dan pembaca lainnya akan menambah pandangan dan wawasan baru. The power of sharing, sebuah kenikmatan dan rasa bahagia yang didapatkan dengan berbagi.


di Galeri 678 kita akan disambut banner besar ini
Untuk genre novel sendiri, aku lebih suka jenis pop romance, atau romance comedy. Nggak terlalu menye-menye juga sih. Aku lebih suka dengan novel yan g menggunakan sudut pandang orang pertama yang bergue-elo maupun sudut pandang orang ketiga menggunakan nama. Entah kenapa nggak suka dengan novel yang menggunakan bahasa yang kelewat kaku. Kurang asyik sih menurutku.

Review Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLDA)

/ / 13 Comments
Review Film: Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLDA)
Apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam?  
Pertanyaan di atas merupakan inti yang ingin disampaikan oleh film ini dan akan terjawab di akhir film besutan maxima pictures.  Pertanyaan yang merangkum konflik utama dalam film Bulan Terbelah di Langit Amerika (BTLDA) yang berhasil membuat penonton menebak-nebak ending dari film ini. Menarik, banyak memberikan hikmah, menginspirasi, dan sangat direkomendasikan untuk ditonton.

All cast dan penulis BTDLA
Bulan Terbelah di Langit Amerika merupakan film yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Hanum Salsabila Rais dan Rangga. Terinspirasi dari tragedi WTC 9 September 2001, melalui kisah ini Hanum memiliki misi untuk membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kebaikan dan perdamaian. Bukan teroris, seperti yang selama ini kerap dilabeli pada umat Islam pasca kejadian tersebut.

Adegan film ini diawali dengan perayaan ulang tahun seorang gadis bernama Sarah, sehari sebelum tragedi WTC, yang ternyata merupakan hari terakhir ia bertemu ayahnya. Di hari ulang tahunnya, ayah Sarah, Abe, Ibrahim Hussein memberikan Al-Qur'an sebagai hadiah terindah kepada Sarah sebagai pedomannya dalam menjalani kehidupan.

Wefie dengan Lucky Hakim sebelum film dimulai. Thanks to Mbak Lisna dengan hp canggihnya.
Powered by Blogger.