Menu
/ /

"Ada kalanya apa yang kita butuhkan adalah sesuatu yang berlawanan dengan apa yang kita miliki." -(writer, 2013)


Pernah nggak sih punya temen yang kelewat rajin?

Well, gue rasa emang sometimes hal kayak gitu tuh nyebelin banget. Tapi coba deh dipikir ulang. Ibarat Yin and Yan yang mesti balanced, memang terkadang kita membutuhkan sebuah lecutan untuk menimbulkan suatu kesadaran. Ada yang nimpalin biar nggak timpang.

Yes I will. Thanks a lot buddy!!!
Nyaris tengah malam & my handphone masih bergetar.

Simple, isinya cuma mengingatkan kalo deadline makalah mesti di email besok jam 10 pagi. Tapi yang bikin touchy, udah jam segini dan mesti diingetin karena nggak pengen besok ribet dan segala macemnya. Padahal kalo gue sih bakalan milih besok pagi aja loh...

Yes she know me so well. Nyaris setengah semester dalam kelompok yang sama mungkin membuat doi mengenal seperti apa gue. Yap, deadliner akut & santai all the time. Macem like a boss gitu deh...
Huehehe tp gue bakalan serius banget kok kalo udah injury time :p
Bad things that become a habit...bad habit.

Thanks Mae! Me proud of you xoxo.

Respect to others & people will respect you back.

She's already prove it right?
/ /
  Be a better us, Be a Green Consumer

 Salam hangat terdashyat untuk para pejuang konsumen.
Pelindung bumi, pembela masyarakat.

Di zaman yang serba cepat dan serba instan seperti saat ini, manusia dimanjakan oleh berbagai macam teknologi canggih yang diciptakan untuk memenuhi apa yang mereka inginkan. Berbagai fasilitas yang ada berhasil menjadikan konsumen, khususnya generasi muda memiliki gaya hidup konsumtif.  Online shopping, layanan pesan antar, maupun banyaknya pusat perbelanjaan menjadi godaan yang sangat ampuh bagi konsumen untuk melakukan proses pembelian sesering mungkin.

Sedia payung sebelum hujan.  Munculnya gerakan konsumerisme di tengah gaya hidup masa kini yang cenderung boros tentunya menjadi angin segar dalam mengatasi berbagai macam permasalahan yang berhubungan erat dengan konsumen, khususnya pada perlindungan konsumen.

Gerakan konsumerisme yang mengusung tema green consumerism  mengarahkan konsumen untuk tidak hanya menjadi cerdas secara intelek namun juga pada tingkah laku yang peduli pada lingkungan demi keberlangsungan hidup di masa depan.

Konsumen cerdas adalah konsumen yang mampu menegakkan hak-hak dan melaksanakan kewajiban yang dimiliki. Bukan hanya sebatas pada memproteksi diri sendiri, namun juga menjadi sinyal pasar dan kontrol efektif bagi pelaku usaha. Konsumen yang cerdas pasti akan mempertimbangkan sebijak mungkin sebelum membuat sebuah keputusan. Namun pada kenyataannya, kondisi konsumen di Indonesia belum bisa menempati posisi yang semestinya alias belum menjadi sosok konsumen yang ideal, khususnya pada masyarakat berpendidikan rendah yang kerap kali terabaikan hak-haknya.

Bila kita melihat lebih dekat, lemah sekali perlindungan yang didapatkan konsumen serta rendahnya pemahaman tentang konsumen itu sendiri. Dari mulai diskriminasi harga di pasar, kebingungan untuk melakukan komplain, lemahnya posisi dalam tawar-menawar, masalah label dan SNI, menjadi korban dari persaingan usaha diantara pengusaha, sampai kepada sikap nerimo yang lebih ditonjolkan oleh konsumen ketika terjadi ketidakadilan kepada mereka. Entah terlalu baik atau terlalu acuh dengan keadaan yang ada.

Tidak hanya ditujukan pada masyarakat yang kurang beruntung, pendidkan konsumen ini juga perlu diterapkan pada masyarakat menengah ke atas. Perilaku impulse buying (pembelian tidak terduga), membeli barang dan jasa hanya karena keinginan dan untuk kepentingan prestise semata tanpa menyadari sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, maupun pembelian yang dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan, menjadi gaya hidup dari kalangan menengah ke atas yang berlimpah akan materi. 

Sebagai konsumen yang cerdas, di tengah keinginan yang tidak terbatas dan keterbatasan sumber daya yang kita miliki terutama pendapatan, membuat kita perlu untuk mengatur strategi yang jitu. Bersikap lebih selektif, mampu memanage keuangan dengan baik dan memberi batasan yang kuat tentang mana yang boleh dan mana yang tidak boleh kita lakukan harus menjadi pola hidup baru yang mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Karena jika lengah sedikit, maka kita akan mudah untuk terjerat dalam pusaran gaya hidup konsumtif.  Tidaklah salah jika kita mencari informasi seakurat mungkin sebelum melakukan pembelian dan menggunakan daftar belanja setelah sebelumnya membuat rencana anggaran bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang dimiliki konsumen.

Dalam hal ini, perlu kerjasama yang baik di antara praktisi pendidikan, pemerintah pusat dan daerah, maupun segenap lapisan masyarakat untuk mengkampanyekan tentang konsumen cerdas, yang mana konsumen cerdas berwawasan ekologi yang memperhatikan lingkungan dan keberlanjutan. Mulai dari hal kecil yang bisa kita lakukan seperti berani untuk melakukan komplain jika diperlakukan tidak adil oleh pedagang, membaca label, memperhatikan kelayakan produk yang dikonsumsi sampai hal-hal besar yang harus dilakukan bersama di bawah sebuah gerakan. 

Dengan adanya Hari Konsumen Nasional dan program-program yang sudah dirancang dan berada dalam pengawasan Perlindungan Konsumen Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen tentunya semakin memudahkan konsumen dalam mendapatkan hak-haknya dan menyampaikan gagasan maupun pengaduan terhadap keluh kesah yang dimiliki.

Menjadi konsumen cerdas bukan hanya sekedar mimpi bagi bangsa kita tercinta ini, tapi sesuatu yang secara perlahan akan segera diraih. Mungkin perjalanan memang masih sangat jauh, namun tidak ada yang tidak mungkin jika semua pihak mendukung dan melaksanakan kewajibannya masing-masing dengan baik. Perubahan mindset dan kebiasaan baru yang lebih baik sangat diperlukan. Perubahan memang butuh proses, tapi jika untuk kebaikan mengapa tidak jika bisa dipercepat?

Bersama membangun negeri, bersama menjadi pribadi yang lebih arif.

So, what are you waiting for guys? Yuk kita gencarkan 4B : Be ready, be smart, be a better us, and be a green consumer.  Start from a small thing to build a big thing, fighting! :)

Bogor, 14 April 2013 22:48



Galeri Foto :


















contoh yang tidak memenuhi persyaratan SNI
/ /
Lost in Cikini!
Lost in Cikini: Berburu Kuliner Di Daerah Cikini.

 foto 1-4  dari kiri ke kanan : saya -Angel-Icin- cake pesanan kami

Disclaimer : oke, sebelumnya sorry banget, berhubung kemarin sibuk UTS jadinya baru bisa diposting sekarang.

Are u ready? Cekidot!
***

Holiday! AAAA finally, welcome free-day!  Even only on Friday.

Yang namanya li-bu-ran bagi mahasiswa emang banrang langka banget, makanya harus dimanfaatin sebaik-baiknya. Surely!

Sebagai penggiat kuliner, alias doyan kesana kemari buat nyobain kuliner asik. Halah. Dan karena efek udah jarang banget ketemu meskipun dalam satu kota. Akhirnya jumat kemarin, 29 Maret 2013, setelah diplanning cukup lama, dan sempet galau mau kemana, ya mengingat akhir bulan sih, tau kan ya what I mean? Hehehe.  Gue, Icin dan Angel memutuskan buat menjelajahi cikini. 

Yihaaa Cikini, we’re coming! 

Mungkin banyak yang terheran-heran, “jadi lo bela-belain kesana naik umum cuma mau berkuliner ria?”

Nggak salah sih. Toh, tiap-tiap orang emang punya pendapat yang berbeda-beda kan ya?

Namanya juga passion, ya pastinya bakalan dilakuin dan dinikmatin, eventhough mencapai kesananya itu butuh perjuangan. Why not?

Oke,kita mulai our journey.

Setelah berngaret-ngaret ria, janjian setengah 9 tapi kenyatannya nyampe jam setengah 10. Kitapun berangkat dari Stasiun Cilebut. Karena hari libur, ya dipikiran kita, ya selow aja sih pasti dapet duduk. Eh pas udah bayar karcis dan masuk ke tempat nunggu keretanya. Doeng! Penuh meen. OMG banget lah pokoknya, mana sempet dicancel gitu commuter line yang menuju kotanya. Alhasil kita rada-rada wasting time yang lumayan lama. 

Oke, perjuangan belum selesai!

Naik kereta dan mesti menebarkan senyum rada maksa sih, kereta penuh, mesti berdiri, super crowded, dan PANAS! Nah ini yang nggak ngerti banget. Hell-o! Kita bayar karcis yang 9 ribu loh, tapi pelayanannya setaraf karcis dua-ribuan. WTH!

Sampai depok dan akhirnya mesti mengikhlaskan (lagi), keretenya ada masalah cukup parah dan mesti rela nunggu kereta berikutnya. H-u-f-t. 

Pengalaman pertama juga sih berangkat naik kereta yang menguras emosi jiwa raga, apalagi buat Icin. Poor her, terakhir doi naik kereta jamannya SMA pas Bedah Kampus UI  hihihi. Metyaw beib!

Anyway ngomongin UI, ah sampai detik ini kamu masih kampus impianku loh....Hiks!
(Gak sadar diri banget besok udah UTS aja :p)

Berhubung manusia satu ini, Angelina Indrayana udah paham banget sama yang namanya Cikini, secara kakeknya berdomisili di sekitar situ, jadilah Angel bermultifungsi menjadi tourguide kita. Akhirnya kita berakting layaknya para turis. Nyahaha jadi bule sehari asik juga ternyata. I mean  selepas turun kereta dan  get out dari St.Cikini kita kebanyakan jalan kakinya daripada naik kendaraannya. Yep, itung-itung bakar lemak dan go green!:p

Cikini, ternyata daerah ini bukan hanya daerah biasa, namun kaya akan tempat-tempat berkuliner ria yang juga banyak unsur vintagenya. Aksesnya juga gampang dan terjamah untuk para pelancong yang tidak membawa kendaraan pribadi. Sambil berjalan pagi kita bisa menikmati view yang ada. Bukan hanya gedung-gedung pencakar langit yang bisa kita lahit. Namun di samping unsur-unsur modern yang terpampang nyata, unsur-unsur klasik pun bisa mengimbanginya. Sungguh penataan yang baik.

Bakul koffie, toko roti Tan Ek Tjoan, museum, dan berbagai toko yang masih menggunakan bangunan tempo doelo, juga terdapat butik ala-ala vintage  bernama toko Nyonya. Sayangnya tutup, hmm mungkin efek libur juga ya. Padahal lagi sale loh. Yayaya kita belum beruntung.

Perhentian pertama kami dimulai di MCD, mungkin banyak yang bertanya-tanya ; kok udah jauh-jauh dari Bogor malah ke MCD sih? Berhubung perjalanan Bogor-Cikini kami habiskan untuk mengobrol sambil berdiri. Yang nasib banget nggak bisa nyicipin yang namanya duduk. Juga efek kereta hari itu yang penuhnya juara banget, ya mau nggak mau kami butuh banget ngadem untuk beberapa saat sebelum melanjutkan wisata kuliner kami.   

AC  yang super pool bak surga dunia dan segelas coke float (Angel dan saya) kalau Icin sih fanta float  dia, berhasil men­charge energi kami yang sebelumnya sempat melemah.

We got you, Bakmi Roxy! Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, lumayan pegal juga dan panas matahri yang setia mkenyengat kami. Silaw asli men! Voila! Sampailah kami di sebuah kedai bakmi yang saat itu tidak terlalu ramai. Kipas Angin, begitu melihat kipas angin mata kami kalau di kartun-kartun sih seakan-akan berwarna hijaun bak melihat duit. Betul sekali saudara-saudara, kami butuh ngadem.

Awalnya sih sempet ragu melihat porsi mie yang masnya kasih. Dikit banget, begitulah kira-kira yang ada di pikiran kami. Namun setelah kami memakannya ternyata bukan kenyang lago yang kami rasakan. Ke-nyang ba-nget. Semangkuk mie ayam spesi8al lengkap dengan semangkuk pangsit dan bakso dalam hitungan kurang dari setengah jam ludes di tangan kami. Eh, mungkin setengah jam pas kali yah, soalnya saya sempet ngecas hp juga sih disana.

Udah kenyang dan..Thanks God we are full!

Perjalanan belum selesai dan justru baru dimulai, setelah menunaikan sholat ashar di salah satu pusat perbelanjaan yang saya lupa namanya, kamipun melanjutkan perjalanan selanjutnya. Ice cream Baltic, wait us! Berhubung kami dalam masa pengiritan, jadi ya kami lebih prefer pake bajay daripada taksi. Hehehehe ketauan banget deh ya udah itung-itung cost and benefitnya.

Macet, panas, ya udah biasa sih. Namanya juga ibukota kita tercinta. #IfYouKnowWhatImean

Akhirnya sampai juga di destinasi ke-tiga. Sempet shock dikit sih awalya. Soalnya di bayangan saya tempatnya luas, bergaya vintage, dan bercat minimalis. Ternyata ice cream Baltic ini terletak di ujung tikungan di sebuah ruko yang berukuran minimalis.

Kesan pertama nggak selalu benar sih, ternyata pas masuk ke dalam suasananya lumayan nyaman. Es krimnya enaaaak! Buahnya kerasa banget, dan kata angel sih memang disini proses pembuatannya tidak menggunakan pengawet, makanya cepet cair. FYI saya habis dua buah loh, yang satu es krim batang alpukat-coklat (maksudnya pake gagang gitu deh) dan satunya ice cream dengan tempat yang mini. Halaaah, saya bingung menjabarkannya.

Sayang beribu sayang, ternyata tart ice creamnya sedang tidak bisa dipesan, dan kalo dipesan harus selusin gitu. Gagal deh ya.Sempat juga ingin membawa beberapa buah untuk oleh-oleh orang rumah, tapi dry icenya cuma bertahan 3 jam sedangkan perjalanan kami untuk sampai ke rumah masih panjang. Hffft!

Kelebihan berwisata kuliner di kota orang adalah kebebasan yang tidak kita miliki jika berada di tempat kita sendiri. Jalan-jalan kaki layaknya turis, bercanda-tawa sepanjang jalan, dan sejenak berhenti untuk berfoto tanpa khawatir bertemu orang yang kita kenal. Like a boss gitu deh.

Makan lagi, Bakar lemak lagi. Makan, makan, makan, bakar lemak lagi, lagi, dan lagi. Balanced!  

Yap, berhubung kami masih ingin mencicipi dessert di cheese cake factory, jadilah kami menempuh perjalanan ke tempat tersebut dengan berjalan kaki alias berjjs ria. (baca : jalan-jalan sore)

Menikmati suasana Cikini di sore hari, hiruk pikuknya  deretan toko buku kwitang, menatapi sisa-sisa kejayaan masa lalu dengan bangunan-bangunannya yang menyiratkan berbagai cerita, serta sejenak memandangi suasana jakarta sore itu. Ahhhh really love our quality time!

Last destination : Cheesecake factory.
Bahagia itu sederhana, bersama orang yang tepat, pada waktu yang tepat dan di tempat yang tepat. Kalau pake lagunya mbak Rihanna sih, we found love! Dengan mata yang berbinar-binar dan perasaan senang yang membuncah kami memasuki cake factory yang sudah tidak diragukan kelezatannya, karena Angel sudah pernah mencicipi salah satu variannya sebelumnya. Sempet bingung untuk memilih yang mana, rasanya mau semuanya. Harum cake-nya merebak di indra penciuman kami, suasana tempatnya yang cozy, elegant, bahkan terkesan glamor serta pelayanannya yang sangat baik menambah nilai plus dari tempat ini.

Harga berbanding lurus dengan kualitas berlaku di tempat ini, dengan harga per slice sebesar 22.500 kami menikmati pesanan masing-masing. Well, nggak-nyesel-pake-banget. Rasanya kayak surga! Bahkan saking sayangnya sama kuenya, cin sampai nggak mau makan. Karena udah kenyang juga, akhirnya kami hanya memeasan cake dan minuman. Saya dengan blueberry cheesecake, Icin dengan oreo cheesecake  dan Angel dengan brownies cheesecake.



Akhirnya sore yang indah di Cikini ditutup dengan mampir sekilas di seven eleven. Rasanya puas banget berkuliner dengan gaya ala ransel (salah satu acara di trans tv : koper vs ransel), hati senang, perut kenyang, dan bersahabat dengan kantong. Kami sadar masih banyak sudut di Cikini yang belum kami datangi, bubur ayam cikini yang enak, nasi gila, maupun kedai ala tempo doeloe maupun seafood di salah satu warung tenda yang terkenal akan kenikmatannya. Tapi perpisahan itu mesti datang juga mengingat kami harus berjuang (lagi) untuk dapat pulang ke Bogor. rencananya sih next time  mau nginep di tempatnya Angel biar puas, hihi sekalian bisa mencicipi kuliner malam ala cikini juga. Amiiiin !O:)

Manisnya kebahagiaan dan kerasnya perjuangan menjadi pelajaran yang kami dapatkan dari wisata kuliner kali ini. Itulah kehidupan, adakalanya kita mesti berjuang keras untuk mendapatkan yang kita inginkan, enjoy the process and never gives up. 

Ini ceritaku mana ceritamu?

See ya!

The-galleries!:)) 




sebelum makan gaya dulu :p (sesi icip-icip oreo cheesecakenya icin)

I love being us!

we only life once! The jadulers

Moments life on picture. Just smile & say cheeeeseeee!


/ /
Eating : Another way to make you happy :)

Perut kenyang, hidup tenang.

Berhubung saya gak punya banyak perbendaharaan quote tentang makan memakan ya jadilah yang seadanya seperti di atas.

Today's activities : Full of food. Thanks God :))

Salah satu cara yang membuat kita bahagia adalah makan. Disini saya ingin mengenalkan lebih jauh kuliner bogor yang hari ini saya datangi. Yap, kuliner bogor gak cuma identik dengan taken lagi, taken lagi (baca : taman kencana).

Bagi sebagian besar warga jabotabek yang sering menghabiskan weekendnya di bogor,tentunya komplek tempat kuliner di sekitaran Taman Kencana serta FO (factory outlet) di sepanjang jalan pajajaranlah yang menjadi temoat favoritnya.

Lebih dari itu, tidak terlalu jauh dari jalan pajajaran, tepatnya.jalan bantarjati atau biasa kita kenal dengan bangbarung juga tidak kalah kaya akan kulinernya yang beraneka ragam. Nggak ngerti lagi deh kalau rumah saya berlokasi disana, pastinya kalap banget, pengen ini pengen itu, beli lagi, makan lagi.

Berhubung pekan UTS resmi berakhir kemarin, nggak ada salahnya untuk bersenang-senang sejenak setelah bertempur habis-habisan selama kurang lebih 2 minggu penuh. Masalahnya hasilnya ya diserahkan kepada yang di atas, yang penting udah usaha dan berdoa. Right?
(ketauan banget ya doyan ngelesnya? Hehehe)

As usual yang namanya rencana suka ujungnya berubah-rubah. Gak kalah labil sih ini sama manusianya :p muehehe.

Setelah madre, banting setir ke karaokean, dan akhirnya fix jadi kulineran. Emang dasarnya doyan jalan dan doyan makan sih ya. Jadinya, woles ae.

Perkulineran kali ini beranggotakan sama kayak waktu ke ninotchka dulu. Still remember? Saran saya sih buka lagi postingan lama hihihi.
Yap berempat, saya sendiri, ulan, ica, dan ira.

Entah karena kita indonesia tulen atau emang keburu jadi kebiasaan sih, jadinya ya gitu meleset dari rencana awal di bidang perwaktuan. Yayaya, namanya manusia.

Dari sekian banyak hal yang terjadi hari ini, cuma dua hal yang bikin kepala pusing dan sedikit menguras emosi. Macet dan panas. Dear Bogor, i'm tired with youuuu.

Perjalanan kuliner kami dimulai dari 'nu teteh', kalo disini baru gue sama ulan, soalnya ica ira lagi asik belanja celana. 'Nu teteh' sendiri terletak di deretan SMP PGRI 6, ancer-ancernya sih gampang, tinggal jalan sedikit dari jalan naik aka tanjakan di sebrang jambu dua. Pssst, 'nu teteh' juga pernah masuk ceriwis loooh.

Menu andalannya adalah ice cream goreng. Ice cream kok digoreng? Hmmm, nyummy banget lah pokoknya. Makanya daripada penasaran, buruan deh dateng kesana.

Tempatnya dari luar terlihat minimalis, tapi ketika berada di dalamnya cukup betah dan membuat pewe. Full music dan meskipun gak ber-ac tapi adem.  Makanan dan minuman yang disajikan juga cukup beragam. So, gak usah takut buat bingung nentuin menu makanan yang akan dipesan.

Sikat!

Berhubung tadi saya kehausan tingkat akut dan nggak laper-laper banget jadilah saya memesan segelas teh tarik float sedangkan ulan yang udah dateng duluan, udah asik sama ice cream gorengnya. Dengan lima belas ribu rupiah, kita sudah bisa memanjakan lidah kita.

Do you want to try?

Setelah asik ngalor ngidul kesana kemari akhirnya saya dan ulan melanjutkan perjalanan kita yang masih berada di lokasi yang sama, namun jaraknya cukup jauh. Ternyata duo country (sebutan untuk ira dan ica) sudah stay disana.

Second destination : Rahat Cafe.
Waktu saya dan ulan sampai disana, ica dan ira sudah duduk manis di salah satu saung yang ada di cafe itu. Yap, jadi salah satu daya tarik di cafe ini adalah dengan menggunakan saung berkonsep lesehan. Selain menghadirkan suasana baru, pengunjung juga lebih nyaman karena privasinya lebih terjaga namun tidak menimbulkan kesan mengisolasi.

Sasaran kami di cafe ini adalah es bubur buahnya yang terkenal enak. Sebelumnya, kami memang telah meng-create untuk tidak makan-makanan berat, karena ukuran es bubur buahnya ini memang lain daripada yang lain. Extra large. Pokoknya bakalan kenyang banget deh. *ciyus loh ini enelan* Pardon me of kealayan saya :p

Singkat cerita, kami memesan dua.versi dari dessert andalan cafe ini. saya dan Ica es bubur buah strawberry, Ulan dan Ira es bubur salju. Well, dua-duanya sama-sama bikin terbang sejenak. Seger, enak, dan ahhhh! kalo kata Bondan sih , maknyosss!!!

Harganya masih standar normal dan nggak terlalu mencekik kantong. 18 ribu rupiah dengan porsi di atas rata2 dan kenikmatan yang setimpal. Balance!

Disini bedanya kalo yang bubur salju itu lebih banyak es krimnya. Tempat yang nyaman dan bahasan obrolan yang nggak ada habisnya membuat waktu berlalu begitu cepat. Gak kerasa udah sore dan kamipun mulai kelaparan. Yeah, time to eat!

Bakso gulung bragi, alias kerennya sih bakso gulung palayu, menjadi destinasi terakhir kami. Sempet masuk di @kulinerbogor dan udah lama banget saya capture di hp saya. Si bakso gulung unik yang digulung oleh kembang tahu ini berhasil bikin mupeng ira,ica, dan beberapa teman saya yang lain. Luckily, ulan udah khatam banget daerah sini. Yep, doi smunjuh broh.

Dipandu ulan, akhirnya kita bertiga sampai juga di tempat. Kesan pertama waktu sampai depan warung baksonya adalah : Gilaaak! penuh banget coooy.
Jadi, abis ada yang keluar, langsung ada yang masuk lagi. Siklus pergantian pengunjungnya cepet banget, bahkan banyak yang take away. Thumbs up deh buat abangnya.

Dan taraaaa!!!! rasanya enaaak banget. Buat saya yang first time ngerasain kembang tahu jadinya malah ketagihan hihi ini sih efek baksonya juga sih. Udah gitu makan baksonya lebih unik karena nggak pake mie, melainkan kwetiaw. Laziiiis parah deh. *ala benu bule*

Dari segi tempat sih emang minim banget, mungkin next abangnya perlu merhatiin aspek yang ini. Soalnya nggak bisa leha-leha lama-lama disini, tempat duduk terbatas dan pengunjung yang super deras.

Kalo masalah harga jangan kuatir sob, bersahabat banget lah.
Untuk bakso gulung biasa kita cuma perlu merogoh kocek 8 ribu rupiah, sedangkan bakso gulung uratnya 11ribu. Not bad kan ya?

Tapi kepuasan yang didapat +++++ lah. Gak bakal nyesel:)))

Ihiy! Sasaran kami selanjutnya es sekoteng boper & mie ongklo! Semoga jadwal perkuliahan kami bersahabat dan weekend kami free.Can't wait for next journey.

Yap perjalanan kuliner kami berakhir disini. But not for me, hamdallah interview mamanya angel lancar abis dan you know? I got risoles mamanya angel yang super enak ituloooh. Love it lah!

Overall today is awesome. Thanks God for everythings that happened in my life.

Semesta hebat! Gak sabar untuk pengalaman selanjutnya.

So when you sad, another way to make you happy is eating. As simple as that.

seeyou my dearest blog! oiya saya masih ada utang postingan waktu kulineran di cikini bareng icin angel. Unfortunately filenya ada di laptop sementara ini posting via hp.
(maaf ya penulisnya curhat mulu :p)

Bahagia itu sederhana, materi tidak ada artinya dibanding kebersamaan & kehangatan. Dan makanan enak gak selalu mahal kok. Hidup wisata kuliner!

Gak penting apanya, tapi siapanya. Makanan enakpun bisa menjadi hambar jikalau suasananya tidak mendukung. Kalo ibarat di iklan terkenal sih : Ga ada lo ga rame.Yap, we are happy as partner ;)

ps : ini ada gambar yang sempat diambil. Bersiap mupeng ya!



/ /

The meaning behind your tumblr name?

Hai! setelah sekian lama akhirnya saya mengupdate challenge ini lagi. HA! *ceritanya sok sibuk*

berhubung senior saya, kak Dinna, yang padahal memulai challenge ini sih duluan saya, udah kelar. Akhirnya keingetan lagi deh sama challenge ini.

Well, tema challenge kali sesuai dengan yang sudah disebut di atas. Tapi, berhubung saya lebih doyan ngeblog daripada nambler, anggap aja temanya kita improve dikit jadi behind your blog. hihihi.

Anyway hari ini UTS hari pertama loh! So far sih so good, doakan ya hari-hari selanjutnya juga berjalan lancar. Amin.

Another diary ♥

ketika berkunjung ke blog saya tulisan di atas lah yang muncul di layar tab browser anda. Halah, bingung jelasinnya. Pokoknya gitu deh:))

Another diary pake simbol love di belakangnya. Kalo ditanya apa alasannya simpel sih. Karena blog ini semacam diary elektronik untuk saya. Tempat merekam jejak hidup, memori yang ada, sekaligus saksi bisu sejarah hidup saya.

kalo masalah kenapa ada embel-embel lovenya. Iseng aja sih biar cute gitu :p Gak deng, karena saya sayang banget sama blog saya.

my thoughts, my passion, my hope, what I feel, what I do, what i want, what I want to shared. Yap, semuanya tertuang disini. Nah penjelasannya lebih lanjut dijelaskan di header blognya.

Ma vie, My historie. Yang diambil dari bahasa perancis dan memiliki arti : My story, my history.

Anyway someday I will go to Paris! Ah mau banget menikmati suasana Sorbonne, keliling kota Paris dan membidik menara Eiffel. Paris, wait me! *lost focus*

Intinya sih ya gitu. Pokoknya melalui blog inilah saya ingin berbagi cerita tentang kehidupan, manisnya mimpi dan pahitnya perjuangan. Happy reading &enjoy.
Bon courage!

looove!

/ /


Yang lebih nyakitin dari jatuh cinta ke sahabat dan tak berani ngomong: Kehilangan persahabatan setelah bilang – @januaragazzo

****
Lain orang lain cerita, karena di setiap kisah terdapat ending yang berbeda.

Unbelievable!  Terhitung 48 jam yang lalu gue resmi jadi tambatan hatinya seorang Ario. Siapa bilang jatuh cinta sama sahabat selalu berakhir keterpurukan kedua belah pihak? Well, tergantung kondisi dan mind set  masing-masing sih. Yang jelas gue seneng banget! Yayayaya! 
–Ify, 19, mantan ratu gagal move on

Berani memendam berani juga mengungkapkan. Setelah melalui proses yang panjang dan mencari timing  yang tepat, akhirnya she’s officialy mine!  Buat para ARIOmania se-antero UI tercinta siap-siap gigit jari aja ya liat kemesraan kita hahaha.
 –Ario, 20, baru punya pacar.

Haiii! ini dia spoiler dari  cerpen dua bagian yang entah sejak kapan ngaretnya. Well bakalan diselesaikan kok insya allah abis uts hihi.
Powered by Blogger.